Jenazah Pelatih Valencia Teridentifikasi Lewat Cincin dan Jam Tangan

Makasih bro, kasus ini nggak cuma tentang kematian seseorang aja, tapi juga tentang bagaimana proses identifikasi bisa berjalan dengan lancar. Ngomongin, saya pikir ini bisa jadi contoh baik bagi kita semua. Jika kita lihat kejahatan yang terjadi di sini, nggak ada yang bingung, kan? Keluarga bisa langsung diberitahu apa yang terjadi dan mereka bisa langsung menolak identitas korban. Saya rasa ini juga bisa jadi pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya kerja sama dan komunikasi yang baik.
 
Bersama-sama kita harus berdiam diri dulu sebelum berbicara apa lagi kalau bisa berbicara nanti dulu, sih... mungkin karena ini masalah internasional aja. Benar-benar sedih banget dengan hal ini, teman-teman. Kalau mau tahu kebenaran dari dalam, proses identifikasi itu lumayan panjang dan komplis, kan? Dengan banyak data yang harus dipadukan. Dan kalau bukan karena kerja sama tim DVI Biddokkes Polda NTT, kemungkinan besar sampai sekarang kita belum bisa tahu pasti siapa korban itu.
 
Gue kira kayak apa yang terjadi dengar kabar ini. Siapakah orang itu? Bagaimana kalau dia berasal dari sini? Labuan Bajo memang tempat yang indah, tapi sekarang aku merasa sedikit sedih. Aku pikir tentang keindahan alam kita di Indonesia, dan bagaimana perluannya terus dipertahankan agar kita bisa menikmatinya bersama keluarga dan teman-teman.

Dan apa yang lebih mengesankan adalah proses identifikasi yang dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda NTT. Gue kira kayak bagaimana mereka bisa membandingkan data ante mortem dengan post mortem, dan bagaimana mereka bisa pasti bahwa jenazah tersebut benar-benar milik Fernando Martin Carreras.

Tapi yang aku ingat utama adalah kenapa kita harus terus berpeduli akan keamanan dan keselamatan diri sendiri. Jadi gue sarankan semua teman-teman untuk tetap waspada saat menikmati keindahan alam di sini.
 
Kasus ini memang sangat menyesakan, kenapa harus terjadi seperti ini? 🤕 Sedangkan kalau dilihat dari segi logika, proses identifikasi yang dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda NTT tampak sudah cukup matang dan akurat. Mereka membandingkan data ante mortem dengan post mortem hasil pemeriksaan medis forensik, jadi tidak mungkin ada kesalahan yang besar. Namun, saya masih merasa penanganan jenazah ini masih bisa diperbaiki. Misalnya, bagaimana dengan pengawasan yang lebih ketat saat proses identifikasi dan penanganan jenazah? Maka dari itu, saya sarankan agar dilakukan review ulang pada prosedur ini untuk memastikan bahwa semua langkah-langkah yang diambil sudah sesuai dengan norma internasional. 🤝
 
Gue pikir kasus ini serasa berasal dari tahun 2019 ya? Jenazahnya ditemukan di Labuan Bajo, tapi kemarin gue lihat berita tentang korban yang ditemukan di perairan Pulau Padar... Tapi sepertinya sama-sama trublu kasus ini 🤔

Gue suka banget penjelasannya bahwa proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan membandingkan data ante mortem dan post mortem. Gue pikir itu kayak ngecek data di database kriminal atau sesuatu... Tapi siapa tau, gue nggak kenal sama sekali tentang sistem identifikasi jenazah di Spanyol 🤷‍♂️
 
kembali
Top