DVI Biddokkes Polda Sulsel akhirnya berhasil mengidentifikasi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang menjadi pramugari. Jenazah tersebut diperkirakan berada di posko DVI, Jalan Kumala, Makassar, dan identitas korban terungkap setelah pemeriksaan tim dokter forensik.
Korban tersebut bernama Florencia Lolita Wibisono, perempuan usia 33 tahun. Proses identifikasi melibatkan beberapa tim seperti Tim DVI Pusdokkes Polri dan Tim Iden Polda Sulsel. Identitas korban terungkap melalui sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis.
Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhamad Haris menyatakan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar hasilnya tepat. "Berdasarkan pemeriksaan ante mortem dan post mortem jenazah tersebut cocok dengan data yang sudah ada sebelumnya," kata haris.
Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyatakan bahwa identitas korban telah diakui secara internasional sehingga hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Korban tersebut bernama Florencia Lolita Wibisono, perempuan usia 33 tahun. Proses identifikasi melibatkan beberapa tim seperti Tim DVI Pusdokkes Polri dan Tim Iden Polda Sulsel. Identitas korban terungkap melalui sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis.
Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhamad Haris menyatakan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar hasilnya tepat. "Berdasarkan pemeriksaan ante mortem dan post mortem jenazah tersebut cocok dengan data yang sudah ada sebelumnya," kata haris.
Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyatakan bahwa identitas korban telah diakui secara internasional sehingga hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.