Masyarakat Linge Terakhir Kembali Beraktivitas Setelah Jembatan Apung Darurat Dibangun
Jika diperhatikan, akses utama ke lima desa di Mukim Wihni Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah akhirnya kembali bisa dilalui setelah jembatan apung darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat rampung. Sebelumnya, akses utama tersebut terputus akibat banjir bandang pada akhir November tahun lalu.
Jika kita lihat lagi, lima desa yang terdampak langsung akibat putusnya jembatan itu yakni Desa Linge, Delung Sekinel, Jamat, Kute Reje, dan Desa Reje Payung. Pada saat itu, warga harus mencari cara alternatif untuk menyeberangi Sungai Kala Ili demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat sempat menggunakan getek sebagai alat penyeberangan sementara. Namun, cara tersebut dinilai berisiko dan tidak mampu mengakomodasi distribusi logistik dalam jumlah besar. Setelah itu, upaya pembangunan jembatan darurat pun sempat dilakukan, namun kembali rusak setelah diterjang banjir susulan yang terjadi beberapa waktu kemudian.
Tapi, tak ingin terus terisolasi, masyarakat bersama pemuda kemukiman kembali bergotong royong membangun jembatan apung darurat untuk kedua kalinya. Setelah rampung, jembatan apung darurat tersebut berhasil diselesaikan pada Minggu (4/1/2026).
Dengan adanya jembatan ini, distribusi logistik ke lima desa kembali terbuka. Selain itu, jembatan apung darurat juga memungkinkan masuknya material penting untuk pembangunan lanjutan, seperti sling baja yang akan digunakan dalam pembangunan jembatan gantung sementara.
Dengan kembali tersambungnya akses penyeberangan, proses distribusi bahan kebutuhan pokok, bantuan kemanusiaan, serta aktivitas sosial dan ekonomi warga kini kembali berangsur normal. Pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan jembatan gantung sementara dalam waktu dekat untuk memudahkan mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan.
Jika diperhatikan, kondisi jalan darat dari Kota Takengon menuju wilayah Kecamatan Linge juga sempat mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir dan longsor. Namun, saat ini kondisi jalan tersebut sudah mulai membaik. Kendaraan roda empat kini sudah dapat melintas hingga jembatan Kala Ili setelah dilakukan penanganan darurat di sejumlah titik rawan.
Jika diperhatikan, akses utama ke lima desa di Mukim Wihni Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah akhirnya kembali bisa dilalui setelah jembatan apung darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat rampung. Sebelumnya, akses utama tersebut terputus akibat banjir bandang pada akhir November tahun lalu.
Jika kita lihat lagi, lima desa yang terdampak langsung akibat putusnya jembatan itu yakni Desa Linge, Delung Sekinel, Jamat, Kute Reje, dan Desa Reje Payung. Pada saat itu, warga harus mencari cara alternatif untuk menyeberangi Sungai Kala Ili demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat sempat menggunakan getek sebagai alat penyeberangan sementara. Namun, cara tersebut dinilai berisiko dan tidak mampu mengakomodasi distribusi logistik dalam jumlah besar. Setelah itu, upaya pembangunan jembatan darurat pun sempat dilakukan, namun kembali rusak setelah diterjang banjir susulan yang terjadi beberapa waktu kemudian.
Tapi, tak ingin terus terisolasi, masyarakat bersama pemuda kemukiman kembali bergotong royong membangun jembatan apung darurat untuk kedua kalinya. Setelah rampung, jembatan apung darurat tersebut berhasil diselesaikan pada Minggu (4/1/2026).
Dengan adanya jembatan ini, distribusi logistik ke lima desa kembali terbuka. Selain itu, jembatan apung darurat juga memungkinkan masuknya material penting untuk pembangunan lanjutan, seperti sling baja yang akan digunakan dalam pembangunan jembatan gantung sementara.
Dengan kembali tersambungnya akses penyeberangan, proses distribusi bahan kebutuhan pokok, bantuan kemanusiaan, serta aktivitas sosial dan ekonomi warga kini kembali berangsur normal. Pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan jembatan gantung sementara dalam waktu dekat untuk memudahkan mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan.
Jika diperhatikan, kondisi jalan darat dari Kota Takengon menuju wilayah Kecamatan Linge juga sempat mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir dan longsor. Namun, saat ini kondisi jalan tersebut sudah mulai membaik. Kendaraan roda empat kini sudah dapat melintas hingga jembatan Kala Ili setelah dilakukan penanganan darurat di sejumlah titik rawan.