Jejak Seni Tertua Bukan di Eropa, Buktinya Ada di Sulawesi

Penemuan Seni Cadas Purba di Sulawesi Tenggara

Ditemukan di Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, seorang peneliti dari Griffith University dan Southern Cross University menemukan cap tangan manusia purba yang memiliki usia 67.800 tahun dan dikategorikan sebagai seni cadas tertua di dunia. Cap tangan ini terletak pada dinding gua Liang Metanduno dan merupakan bukti kematangan berpikir manusia sebelumnya yang ditulis dalam buku-buku sejarah konvensional.

Penelitian dilakukan oleh Adhi Agus Oktaviana, arkeolog BRIN, dan timnya menggunakan teknik pengetatan uranium-series untuk menentukan usia cap tangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa cap tangan ini berusia sekitar 71.600 tahun, sehingga dapat dianggap sebagai bukti keberadaan manusia di Sulawesi yang lebih tua dibandingkan dengan penemuan cap tangan lainnya.

Penemuan ini menggeser sejarah seni cadas yang dulu hanya dikaitkan dengan Eropa dan membuat kita berpikir tentang asal-usul kreativitas manusia. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ledakan kreatif manusia tidak terjadi secara eksklusif atau tiba-tiba di Eropa pada zaman Es, tetapi mungkin sudah ada jauh sebelumnya.

Penemuan ini juga memberikan informasi baru tentang perjalanan manusia menuju Sahul dan Australia. Peneliti berpendapat bahwa para pembuat lukisan di Muna mungkin bagian dari gelombang populasi yang sama yang terus bergerak hingga ke Sahul, menjadi leluhur orang Aborigin dan Papua modern.

Namun, penemuan ini juga menghadapi ancaman kelestarian karena perubahan iklim global. Perlu dilakukan upaya untuk melindungi situs seni cadas di Sulawesi, termasuk Pulau Muna, dari pengaruh industri dan perubahan lingkungan yang dapat merusak lukisan berharga ini.
 
ini benar-benar gede banget aja nih! penemuan cap tangan manusia purba itu jadi inspirasi buat kita memahami sejarah seni cadas di Indonesia, kalau sebelumnya sudah dikaitkan dengan Eropa saja. tapi sekarang kita bisa melihat bahwa kreativitas manusia sudah ada sejak zaman prasejarah, jadi ini benar-benar bukti yang kuat! ๐Ÿคฉ
 
aku rasa penemuan ini sangat penting banget! 67.800 tahun yang lalu, orang lain sudah bisa membuat cap tangan yang cantik dan sederhana seperti itu. itu bukti bahwa manusia tidaklah terlalu kreatif atau cerdas, tapi hanya bersama-sama saja dengan lingkungannya.

tapi aku juga khawatir banget tentang ancaman kelestarian ini. kita harus bisa melindungi situs-situs seperti Liang Metanduno agar tidak rusak karena perubahan iklim global. itu penting banget untuk warisan budaya kita, apalagi jika kita masih belum paham sepenuhnya tentang sejarah di Sulawesi.

aku harap peneliti-peneliti yang bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat lokal bisa terus berusaha melindungi situs-situs ini. kita harus bisa menjaga agar warisan budaya kita tetap hidup dan tidak hilang ke dalam abad-abad yang akan datang ๐Ÿคž
 
deh, penemuan itu benar-benar keren! ๐Ÿ‘ seperti diagram yang aku buat:

```
+---------------+
| Seni Cadas |
| Tertua di |
| Dunia! |
+---------------+
|
| Liang Metanduno
v
+---------------------------------------+
| Pulau Muna |
+---------------------------------------+
|
| Satu bukti keberadaan manusia
| yang lebih tua di Sulawesi!
```

aku pikir ini sangat penting untuk kita ketahui tentang asal-usul kreativitas manusia. dan aku harap penelitian ini bisa membantu melindungi situs seni cadas di Sulawesi dari perubahan iklim global. kita harus lebih waspada soal itu! ๐ŸŒช๏ธ
 
Cap tangan 67 ribu tahun itu seperti cermin masa lalu, nggak peduli apa pun yang terjadi kini. Harus dilindungi dari perubahan iklim, sih... ๐ŸŒฟ
 
ini seneng banget ditemukan cap tangan manusia purba di sulu! 67 ribu tahun yang lalu masih bisa dibuat oleh manusia, itu sangat keren! mungkin mereka sama-sama pandai dengan orang eropa yang sekarang punya seni cadas terkenal. saya rasa bukan ada salahnya kita menghormati semua budaya dan kreatifitas manusia, bahkan dari masa lalu yang lama banget! kayaknya kita harus jaga agar situs ini tidak rusak oleh perubahan iklim global... toh kita harus bisa melindungi warisan budaya kita! ๐Ÿค
 
Cap tangan purba itu benar-benar keren deh! 71.600 tahun lalu, manusia sudah bisa membuat seni seperti itu. Saya pikir kalau kita harus terima bahwa kreativitas manusia tidak hanya berasal dari Eropa, tapi mungkin sudah ada di berbagai bagian dunia, termasuk Sulawesi. Menarik banget kalau pembuat lukisan Muna bisa menjadi leluhur orang Aborigin dan Papua modern. Tapi kita harus waspada juga karena perubahan iklim global bisa merusak situs ini. Kita harus segera melakukan upaya untuk melindungi situs-situs budaya seperti itu agar tidak hilang. Saya rasa ini bukti bahwa manusia sudah memiliki kemampuan kreatif yang sangat baik, bahkan sebelum kita tahu bahwa itu penting! ๐Ÿ™Œ๐Ÿผ๐Ÿ’ก
 
Kalau nggak salah cap tangan itu punya usia 71 ribu tahun, bukan 67 ribu. Makanya kita harus teliti ketika membaca artikel seperti ini. Mungkin ada yang ingin menghalang-halangi progres ilmu pengetahuan nih. Dan kalau nggak percaya dulu, sekarang sudah terbukti juga. Yang penting, kita harus waspada terhadap ancaman kelestarian situs seni cadas itu. Jangan sampai semua yang kita kasihi dihancurkan hanya karena kita sibuk dengan hal lain. Perlu kita konsultasikan dulu dengan para ahli dan pihak berwenang untuk melindungi situs ini.
 
ini fenomena yang seru banget! cap tangan 67.800 tahun itu pasti hasil kreativitas manusia yang luar biasa ๐Ÿ’ฅ. tapi, benar-benar mengejutkan banget kalau kita tahu ada pergerakan populasinya menuju Sahul dan Australia sebelumnya ๐ŸŒด. ini menunjukkan bahwa kreativitas manusia tidak hanya terbatas di Eropa pada zaman Es, tetapi mungkin sudah ada di berbagai bagian dunia ๐ŸŒŽ. tapi, kita juga harus khawatir tentang ancaman kelestarian itu, kalau kita tidak melindungi situs seni cadas ini, maka cap tangan itu pasti akan hilang ๐Ÿค•.
 
ini keren banget!!! seninya cadas purba itu sangat tua kok!!! kalau seperti itu, bukan tidak mungkin ada lagi artefak-artefak lain yang mirip dengan itu di indonesia, tapi kita harus lebih rajin dan teliti dalam menggali situs-situs peninggalan purba kita sendiri ya! perlu dilakukan upaya untuk melindungi situs seni cadas di sulawesi, kalau tidak kemungkinan besar ini akan hilang secepatnya!!! ๐Ÿคฏ๐Ÿ”ฅ
 
Makanya penemuan ini begitu penting bro ๐Ÿค”, kalau tidak ada penelitian seperti ini kita akan kehilangan banyak hal tentang asal usul manusia di Indonesia, apalagi kalau sudah 71.600 tahun sih ๐Ÿ™Œ. Tapi sebenarnya saya rasa perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk tahu benar-benar apa yang terjadi di Pulau Muna ini, misalnya bagaimana cara perlindungannya dari perubahan iklim global ya? ๐Ÿ’ฆ. Saya berharap pemerintah dan lembaga-lembaga penelitian bisa bekerja sama untuk melindungi situs-situs budayanya seperti ini ๐Ÿ˜Š.
 
Mengenai penemuan seni cadas purba di Sulawesi Tenggara itu, aku pikir ini bukan hanya tentang penelitian atau penemuan baru, tapi juga tentang bagaimana cara kita mengelola warisan budaya kita sendiri. Kalau kita lihat, kalau tidak ada upaya untuk melindungi situs seni cadas di Sulawasi, artinya kita sedang membuka jalan bagi industri yang bisa merusak nilai sejarah kita sendiri. Dan ini juga tentang bagaimana cara kita menilai nilai dari kreativitas manusia, apakah hanya dari perspektif barat saja atau juga harus melibatkan perspektif timur? Kalau kita tidak mau melihat kejadian seperti ini, itu berarti kita tidak mau mengakui bahwa ada keberadaan manusia yang lebih tua di sini.
 
Maksudnya kalau penemuan itu benar-benar lama banget! 67.800 tahun? itu sudah sebelum zaman Mesolithic, kamu tahu kayakakek kita masih bisa melihat jejak-jejak mereka di sini. Makanya aku pikir ini bukti bahwa kreativitas manusia tidak hanya ada di Eropa tapi juga ada di Indonesia yang lebih tua. Aku penasaran sih bagaimana cara-cara pembuat lukisan itu bisa berada di Sulawesi dan kemudian bergerak ke Sahul. Dan aku rasa penting banget untuk dilindungi dari perubahan iklim, kalau tidak nanti lukisannya bisa longgar juga.
 
ini penemuan yang seru banget ๐Ÿคฉ! 67.800 tahun lamanya cap tangan manusia purba di Sulawesi Tenggara, itu sebenarnya sangat lama ya ๐Ÿ™„. kalau kita hitung kecepatan usiamana itu, manusia harus sudah tinggal di pulau ini sejak zaman prasejarah, itu juga bikin kita terpikir tentang asal-usul budaya sunda kita ๐Ÿ˜ฎ.

tapi apa yang bikin saya penasaran adalah bagaimana perjalanan Manusia di Sahul dan Australia bisa terjadi. kalau para pembuat lukisan di Muna ini sudah bagian dari gelombang populasi yang sama, itu artinya kita harus berpikir tentang hubungan budaya di antara pulau-pulau di Indonesia dan luar negeri ๐ŸŒ.

saya harap penelitian ini bisa melanjutkan untuk melindungi situs-situs seni cadas seperti ini agar tidak merusak. kalau kita biarkan industri dan perubahan lingkungan menyebar, itu akan sangat berdampak pada warisan budaya kita ๐ŸŒช๏ธ.
 
ini kabar gembira banget! penemuan cap tangan purba 67.800 tahun itu sebenarnya membuatku bangga sekali dengan budaya asal kita ya! kita bisa melihat bahwa kreativitas manusia bukan hanya terjadi di Eropa tapi juga ada di Indonesia ya!

dan apa yang aku suka banget adalah penelitian ini menggunakan teknik pengetatan uranium-series untuk menentukan usia cap tangan itu. itu seperti teknologi canggih banget! dan hasilnya benar-benar membuatku kagum, 71.600 tahun?! itu sebenarnya sangat lama banget!

kita harus berusaha untuk melindungi situs seni cadas di Sulawesi ini dari perubahan iklim global ya. kita tidak ingin cap tangan purba ini dihancurkan karena perubahan lingkungan yang tidak beraturan.

aku yakin penelitian ini akan membawa banyak manfaat bagi kita sebagai bangsa Indonesia dan juga bagi dunia barat yang belum mengetahui tentang budaya asal kita. semoga penemuan ini dapat menjadi awal dari kesadaran global tentang kekayaan budaya Indonesia! ๐Ÿคฉ๐ŸŽจ
 
OMG GUESS WHAT?? ๐Ÿคฏ ADA PENELITI YANG MENEMUKAN CAP TANGAN MANUSIA PURBA DI SULAWESI TENGGARA!!! ๐Ÿ˜ฒ 67.800 THN ALMENYA!!! ITU MAKANYA BAHWA BAIK KREATIVITAS Manusia sudah ada sejak zaman purba!! ๐Ÿค“ dan gue pikir kalau cap tangan ini harus ada sebelum Eropa juga! ๐Ÿ˜† apalagi yang menariknya, mereka menemukan bahwa manusia di Sulawesi bisa bergerak ke Sahul dan Australia! ๐ŸŒด๐Ÿ‘ฃ itu bahagia banget!! tapi jangan lupa, kita harus melindungi situs-situs ini dari perubahan iklim global, nanti tidak ada lagi cap tangan manis ini! ๐Ÿ˜”
 
Maksudnya kalau penemuan ini benar-benar mengejutkan, tapi sebenarnya sudah terbayangkan di kepala saya kalau ada teknologi yang lebih canggih seperti itu bisa ditemukan lagi di Indonesia, lho! 67.800 tahun itu makin lama dari sejarah Sunda, bisa berarti bahwa manusia di Nusantara sudah punya kemampuan kreatif seperti itu sejak jangka waktu yang lama, kayak ajaran di sekolah tentang perkembangan masyarakat di Indonesia

Tapi kalau benar-benar terjadi ini maka harus kita simpan dengan baik dan cermati apapun yang akan terjadi dengan situs ini nanti, karena kalau tidak dikelola dengan baik itu bisa jadi menjadi benda bersejarah yang hilang lagi, kayak saat ini museum yang rusak di Jawa Barat
 
Gue pikir kalau penemuan ini bukan mainan sih, tapi nanti kira-kira siapa yang bakal jadi giliran untuk mengelola situs gua Liang Metanduno nih? Gue suka ketika orang Indonesia belakangan ini bisa menunjukkan apa yang mereka punya. Tapi, nanti kalau luar negeri mau datang berburu koleksi kita, siapa yang bakal jadi kaya gini?

Gue rasa itu penemuan yang cukup bagus, tapi juga sedikit membuat gue penasaran. Jika manusia sudah bisa buat seni cadas sebesar 71 ribu tahun, maksudnya apa? Apakah mereka bisa juga buat teknologi yang seru kayak itu?
 
ini penemuan yang kayaknya sangat penting! 71 ribu tahun yang lalu orang sulawesi sudah bisa membuat lukisan seperti itu? itu bukti bahwa manusia di Indonesia sudah pintar banget sebelumnya, kayaknya kita harus lebih bangga dengan warisannya! tapi sih juga perlu kita waspada dengan perubahan iklim global karena kalau tidak, situs ini bisa jadi hilang. kayaknya kita harus melindungi warisan budaya kita seperti itu ๐Ÿคž
 
kembali
Top