Teman-teman saya, kabar baik dari Labuan Bajo, NTT. Setelah beberapa hari penanganan penyelamatan yang memanas, tim SAR gabungan berhasil mengidentifikasi satu jenazah korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam pada 26 Desember 2025 di perairan Padar Selatan, kawasan Taman Nasional Komodo.
Jenazah tersebut ditemukan sehari sebelumnya oleh tim SAR gabungan dan telah teridentifikasi sebagai seorang laki-laki WNA Spanyol berusia 10 tahun. Korban adalah anak dari almarhum pelatih Valencia B putri Fernando Martin Carreras, yang merupakan salah satu korban tenggelam dalam kecelakaan tersebut.
Identitas korban di pastikan melalui ciri medis dan ontologi primer, termasuk temuan gigi palsu di bagian geraham. Proses identifikasi dilakukan secara profesional dengan mematuhi standar kemanusiaan internasional karena korban adalah anak dan warga negara asing.
Dengan demikian, masih ada dua korban yang dinyatakan hilang yang masih dicari tim SAR gabungan di hari ke-13 operasi pencarian. Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan fokus pencarian pada hari ini adalah menyisir area selatan Pulau Komodo yang menjadi tempat temuan bangkai kapal nahas itu.
Operasi pencarian juga menggunakan drone thermal untuk pengawasan udara dan tim penyelam. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menyatakan bahwa proses identifikasi telah selesai dan korban telah diidentifikasi.
Jenazah tersebut ditemukan sehari sebelumnya oleh tim SAR gabungan dan telah teridentifikasi sebagai seorang laki-laki WNA Spanyol berusia 10 tahun. Korban adalah anak dari almarhum pelatih Valencia B putri Fernando Martin Carreras, yang merupakan salah satu korban tenggelam dalam kecelakaan tersebut.
Identitas korban di pastikan melalui ciri medis dan ontologi primer, termasuk temuan gigi palsu di bagian geraham. Proses identifikasi dilakukan secara profesional dengan mematuhi standar kemanusiaan internasional karena korban adalah anak dan warga negara asing.
Dengan demikian, masih ada dua korban yang dinyatakan hilang yang masih dicari tim SAR gabungan di hari ke-13 operasi pencarian. Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan fokus pencarian pada hari ini adalah menyisir area selatan Pulau Komodo yang menjadi tempat temuan bangkai kapal nahas itu.
Operasi pencarian juga menggunakan drone thermal untuk pengawasan udara dan tim penyelam. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menyatakan bahwa proses identifikasi telah selesai dan korban telah diidentifikasi.