Pemerintah Indonesia dituduh melanggar amanat konstitusi ketika bergabung dengan inisiatif "Board of Peace" yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid, menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam inisiatif sepihak ini bertentangan dengan amanat UUD 1945 untuk melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Alissa Wahid mengatakan bahwa "Board of Peace" ini lebih kental sebagai upaya penyelesaian pendudukan Israel atas Palestina dan pembangunan kembali Gaza. Namun, pengaruh kepentingan Amerika Serikat dalam inisiatif ini dapat terlihat dari rancangan awal pembangunan kembali Gaza yang dibuat secara sepihak tanpa proses konsultasi dengan otoritas Palestina.
Jaringan Gusdurian Indonesia menyerukan pemerintah Indonesia untuk menarik diri dari Board of Peace karena bertentangan dengan amanat konstitusi. Mereka juga menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam inisiatif sepihak ini telah melanggar amanah konstitusi dan dapat menyebabkan akibat luas bagi kehidupan rakyat.
Alissa Wahid juga menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak boleh dirumuskan dan ditentukan secara sepihak dengan mengabaikan sejarah, luka, dan suara rakyat Palestina. Dia menyatakan bahwa "Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi" seperti ungkapan yang sering dinyatakan oleh Gus Dur.
Jaringan Gusdurian Indonesia menyerukan kepada seluruh warga Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada perjuangan bangsa Palestina dan melawan genosida yang dilakukan Israel.
Alissa Wahid mengatakan bahwa "Board of Peace" ini lebih kental sebagai upaya penyelesaian pendudukan Israel atas Palestina dan pembangunan kembali Gaza. Namun, pengaruh kepentingan Amerika Serikat dalam inisiatif ini dapat terlihat dari rancangan awal pembangunan kembali Gaza yang dibuat secara sepihak tanpa proses konsultasi dengan otoritas Palestina.
Jaringan Gusdurian Indonesia menyerukan pemerintah Indonesia untuk menarik diri dari Board of Peace karena bertentangan dengan amanat konstitusi. Mereka juga menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam inisiatif sepihak ini telah melanggar amanah konstitusi dan dapat menyebabkan akibat luas bagi kehidupan rakyat.
Alissa Wahid juga menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak boleh dirumuskan dan ditentukan secara sepihak dengan mengabaikan sejarah, luka, dan suara rakyat Palestina. Dia menyatakan bahwa "Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi" seperti ungkapan yang sering dinyatakan oleh Gus Dur.
Jaringan Gusdurian Indonesia menyerukan kepada seluruh warga Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada perjuangan bangsa Palestina dan melawan genosida yang dilakukan Israel.