Kondisi yang Paling Umum Dialami Pria dalam Ranjang: 5 Faktor yang Perlu Diketahui
Pada usia dewasa, banyak pria mengalami masalah fungsi intim yang dapat mengganggu kehidupan ranjang mereka. Disfungsi ereksi (disebut juga ED atau impotensi) adalah kondisi yang paling umum dialami pria, terutama seiring bertambahnya usia.
Menurut Ahli Bedah Urologi dari Mass General Brigham, Michael OβLeary, MD, MPH, kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyakit kronis seperti diabetes, penyakit ginjal kronis, obesitas atau kelebihan berat badan, serta penyakit jantung dan pembuluh darah. Gangguan hormon seperti testosteron rendah dan masalah tiroid juga dapat menyebabkan masalah ini.
Penelitian dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menunjukkan bahwa pada usia 40 tahun, sekitar 4 dari 10 pria mengalami disfungsi ereksi, sedangkan pada usia 70 tahun, angkanya meningkat menjadi 7 dari 10 pria.
Selain itu, beberapa masalah lain yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi antara lain kelengkungan organ intim (penyakit Peyronie) dan kondisi lainnya. Menurut Dr. OβLeary, banyak pengobatan awal untuk mengatasi masalah ini berupa obat-obatan yang efektif pada sekitar 50 hingga 70 persen pria.
Jika pasien tidak merespons obat, tersedia beberapa pilihan non-bedah untuk membantu terjadinya ereksi dengan meningkatkan aliran darah. Dalam beberapa kasus, pasien memerlukan terapi yang lebih invasif, seperti pemasangan implan atau prostesis penis (organ intim buatan).
Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah faktor kesehatan mental yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Ini karena masalah mental seperti stres, depresi, dan kecemasan dapat mempengaruhi kemampuan pria untuk mencapai ereksi.
Oleh karena itu, sangat penting bagi pria untuk menjaga kesehatan seksual mereka dan mendapatkan penanganan yang tepat jika mereka mengalami masalah fungsi intim.
Pada usia dewasa, banyak pria mengalami masalah fungsi intim yang dapat mengganggu kehidupan ranjang mereka. Disfungsi ereksi (disebut juga ED atau impotensi) adalah kondisi yang paling umum dialami pria, terutama seiring bertambahnya usia.
Menurut Ahli Bedah Urologi dari Mass General Brigham, Michael OβLeary, MD, MPH, kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyakit kronis seperti diabetes, penyakit ginjal kronis, obesitas atau kelebihan berat badan, serta penyakit jantung dan pembuluh darah. Gangguan hormon seperti testosteron rendah dan masalah tiroid juga dapat menyebabkan masalah ini.
Penelitian dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menunjukkan bahwa pada usia 40 tahun, sekitar 4 dari 10 pria mengalami disfungsi ereksi, sedangkan pada usia 70 tahun, angkanya meningkat menjadi 7 dari 10 pria.
Selain itu, beberapa masalah lain yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi antara lain kelengkungan organ intim (penyakit Peyronie) dan kondisi lainnya. Menurut Dr. OβLeary, banyak pengobatan awal untuk mengatasi masalah ini berupa obat-obatan yang efektif pada sekitar 50 hingga 70 persen pria.
Jika pasien tidak merespons obat, tersedia beberapa pilihan non-bedah untuk membantu terjadinya ereksi dengan meningkatkan aliran darah. Dalam beberapa kasus, pasien memerlukan terapi yang lebih invasif, seperti pemasangan implan atau prostesis penis (organ intim buatan).
Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah faktor kesehatan mental yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Ini karena masalah mental seperti stres, depresi, dan kecemasan dapat mempengaruhi kemampuan pria untuk mencapai ereksi.
Oleh karena itu, sangat penting bagi pria untuk menjaga kesehatan seksual mereka dan mendapatkan penanganan yang tepat jika mereka mengalami masalah fungsi intim.