Jalur Legal Menggembosi Independensi Mahkamah Konstitusi

DPR dan Presiden telah menandatangani sebuah kesepakatan untuk mengajukan nama calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Adies Kadir, ex-Wakil Ketua DPR RI. Pemilihan ini dikejutkan oleh banyak pihak karena Adies dipilih secara tidak transparan dan terbuka. Dosen ilmu hukum Universitas Indonesia, Titi Anggraini menyatakan bahwa proses pencalonan hakim konstitusi harus dilakukan secara transparent dan partisipatif untuk memastikan kepastian hukum, akuntabilitas, dan integritas proses.

Titi juga menekankan pentingnya proses penunjukan yang dapat diuji publik dan tidak hanya merupakan urusan administratif. Ia mengatakan bahwa MK harus menjaga independensi dan integritas dalam menerima penugasan hakim konstitusi. Pada Rapat Paripurna DPR, Adies dipilih dengan suara besar dan kemudian ditetapkan sebagai calon hakim MK usulan DPR.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa independensi Adies tidak perlu menjadi masalah. Ia mengklaim bahwa Adies sudah meninggalkan Golkar sebelum diajukan sebagai calon hakim MK.
 
Aku pikir ini salah pilihan lagi... kalau kita ingin memilih hakim yang benar-benar independen, jangan harus dipilih oleh DPR aja. Kita juga harus ingat bahwa ada banyak orang lain yang bisa menjadi hakim yang baik, tapi tidak dipilih karena alasan tertentu... 😔
 
🤔 Kalau mau nyebutkan tentang kesepakatan itu, kemudian kalau tahu siapa yang dipilih, kita bisa lihat bagaimana prosesnya. Lihat aja data dari Universitas Indonesia, ada 300 orang dosen yang dipilih sebagai calon hakim konstitusi, tapi hanya 40 orang yang berhasil lolos seleksi. Adies Kadir itu salah satunya 📊

Lalu apa yang bikin Adies dipilih dengan suara besar? Ada alasan sih, Adies punya hubungan dengan Golkar dulu, tapi dia bilang sudah purna dan tidak masuk ke dalam partai lagi 😐. Tapi masih banyak yang curiga, karena kalau diuji publik, mungkin Adies tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaannya dengan jujur 🤷‍♂️

Lihat aja grafik ini tentang proses pencalonan hakim konstitusi, sekarang sudah ada 10 orang yang dipilih, tapi masih banyak lagi yang harus diuji dan dilewati 📈
 
Gue pikir calon Adies itu belum sempurna lah... jadi bagus kalau kita buat transparansi lebih, nggak usah rahasia-rahasia aja sih. Mereka harus buktikan bahwa dia tidak terlalu terlibat dengan Golkar dulu sebelum dipilih jadi calon hakim MK. Saya juga curiga kalau ada pihak yang tertipu, karena proses ini terdengar kurang jujur...
 
[Image of a confused face with a question mark]

Btw, siapa yang bilang gokar harus dikecualikan dari proses pemerintahan?

[A GIF of a politician trying to hide something behind their back]

Bahlil Lahadalia, kan udah jatuh bangun beberapa kali...

[Image of a person with a " transparent" background]

Transparansi itu apa?
 
Kalau gini, maka bakal serius nggak? Adies dipilih secara tidak jelas dan kalau ini benar, maka bagus banget kalau MK bisa berfungsi dengan lebih baik. Tapi, apa yang dibicarakan dari penolakannya? Kalau ga ada transparansi, maka siapa tahu apakah ada penindasan atau hal-hal yang tidak jelas? Mari kita lihat hasilnya nanti... 💡
 
Saya pikir ini semacam kemenangan besar untuk partai politik yang diwakili oleh Adies, tapi bukan berarti itu bisa diterima jika dijadikan contoh bagi proses pencalonan hakim konstitusi. Saya rasa harus ada cara yang lebih jujur dan transparan dalam proses pemilihan ini. Mungkin harus ada penelitian yang lebih mendalam tentang bagaimana Adies dipilih secara tidak transparan dan terbuka, sehingga kita bisa mengetahui apa-apa yang perlu diperbaiki di masa depan. 🤔
 
Luar biasa kalau bisa jadi Adies Kadir siapa aja di belakang itu... siapa yang memilihnya? sepertinya ada sesuatu yang tidak benar lagi... harus dipantau lebih dekat sih...
 
Makasih bro, kalau gini punya kejutan besar di DPR. Saya pikir penting banget kalau ada transparansi dalam proses pencalonan hakim konstitusi. Jangan sabar-sabar aja, harus ada urutan dan jaminan bahwa hasilnya tidak dipengaruhi oleh factor-faktor luar.

Saya juga curiga bro, apa sebenarnya yang di maksud dengan "meninggalkan Golkar" itu? Apa sih kalau mantan partai besar itu masih ada hubungan? Kita harus waspada, kalau tidak jadi transparansi, maka kepercayaan masyarakat akan merusak.
 
aku rasa si Adies Kadir kayaknya cocok banget untuk jadi hakim MK, tapi aku ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana proses pilihannya ini. apa benar-benar dia dipilih secara tidak transparan? dan apa yang itu 'dipilih dengan suara besar' di paripurna DPR? aku harap si Adies bisa menjaga integritas MK, nanti kita lihat aja hasilnya 🤞
 
Kalau memang benarnya Adies sudah keluar dari Partai Golkar, tapi apa yang terjadi kalau ada dugaan kekhawatiran tentang keterlibatannya dengan pihak partainya? Nanti gini aja, ada lagi ulekan di masa depan. Dan sih, proses pencalonan hakim konstitusi harus jujur dan terbuka, biar tidak terjadi masalah seperti ini lagi.
 
Gue rasa kalau pilihan calon hakim MK ini ternyata bikin konflik lebih banyak lagi. Kalau suara besar dipilih bukan berarti kebenaran, tapi gue rasa penting kalau proses pencalonan yang dilakukan harus bisa diuji oleh masyarakat. Kalau tidak, maka gak ada jaminan bahwa calon hakim MK itu benar-benar pilihan dari kalangan ahli hukum.

Gue juga rasa Menteri Bahlil Lahadalia ngerasa sedang mencoba untuk menutup mata. Jika Adies sudah meninggalkan Golkar, itu berarti gue rasa ada kebenaran yang bisa digunakan sebagai alasan. Tapi kalau tidak, maka kita harus fokus pada kepentingan masyarakat dan bukan hanya urusan pribadi dari Adies sendiri.

Kalau ingin benar-benar transparan, maka gue rasa perlu dilakukan survei publik sebelum dipilih sebagai calon hakim MK. Jadi kalau masyarakat setuju dengan pilihan itu, maka kita bisa yakin bahwa adanya integritas dalam proses pencalonan.
 
Kalau ini sih kalimat di DPR dan Presiden mau jadikan Adies itu sebagai hakim MK, tapi ada yang bilang prosesnya kurang transparan banget... Saya rasa ya, tapi apa salahnya kalau kita nggak paham tentang hal ini? Tapi apa yang penting adalah kalau orang-orang yang terlibat di dalam proses itu jujur dan jelas. Kalau tidak, maka semua masalah akan lebih serius banget...
 
Banyak yang bilang kalau proses pencalonan Adies itu transparan, tapi saya rasa jangan cuma menilai dari sudut pandang yang sekadar, tapi apa lagi jadi dampaknya pada kepastian hukum dan integritas MK. Saya pikir perlu dilakukan analisis lebih lanjut.
 
Hmm, gini sih. Pilih Adies kira-kira nih? Saya rasa prosesnya nggak jelas banget. Titi Anggraini kayaknya punya alasan yang tepat, ya. Proses pencalonan hakim konstitusi harus transparan dan partisipatif, jadi semua orang bisa tahu siapa yang dipilih dan bagaimana cara pilihan itu dilakukan. Saya khawatir kalau ini hanya urusan administrasi saja, bukan urusan yang penting banget kayak ini.
 
kembali
Top