Jalankan Pariwisata Berkelanjutan, InJourney Target Kurangi 4.000 Ton Emisi

InJourney, salah satu holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, memasuki tahun keempat sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Dalam empat tahun terakhir, InJourney telah menerapkan berbagai inisiatif strategis lintas portofolio untuk meningkatkan kinerja korporasi dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa upaya yang dilakukan oleh InJourney antara lain transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi budaya dan edukasi seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah, pembangunan International Medical Tourism di KEK Sanur, hingga pengembangan destinasi pariwisata unggulan The Mandalika dan The Golo Mori.

Dalam rangka meningkatkan keberlanjutan, InJourney telah menetapkan tujuan untuk mengurangi emisi sebesar 4.000 ton COโ‚‚e. Komitmen ini merupakan langkah awal transformasi menuju operasional yang lebih hijau dan bertanggung jawab.

Salah satu implementasi keberlanjutan InJourney adalah di kawasan wisata The Nusa Dua, Bali, yang dikelola melalui anak usaha InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Kawasan ini menerapkan ekosistem pariwisata berkelanjutan dengan prinsip tanggung jawab lingkungan sebagai fondasi operasional.

Pengakuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan bahwa ITDC adalah perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi untuk mengolah air laut menjadi air layak konsumsi, menunjukkan bahwa inisiatif hijau dapat berjalan sejalan dengan efisiensi dan standar layanan yang tinggi.
 
Aku pikir itu sangat keren banget InJourney ini! Mereka benar-benar ingin menjadikan pariwisata lebih hijau dan ramah lingkungan, padahal banyak tempat wisata lainnya masih belum jelas apa yang harus di lakukan untuk tidak merusak lingkungan. Saya senang melihat InJourney memilih destinasi budaya seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah sebagai salah satu pengembangan destinasi pariwisata unggulan mereka, karena itu akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai kebudayaan dan sejarah kita. ๐ŸŒฟ๐Ÿ’š
 
Aku penasaran gini, apa arti "berkelanjutan" dalam konteks pariwisata? Aku pikir itu masih jadi hal yang bisa diatur dengan baik, tapi aku tidak yakin kalau InJourney sudah sempurna banget dengan tujuan mengurangi emisi sebesar 4.000 ton COโ‚‚e. Aku rasa itu masih banyak hal lain yang harus dicari untuk membuat pariwisata benar-benar berkelanjutan, seperti pengelolaan sampah dan limbah yang lebih baik.
 
aku rasa InJourney kayaknya benar-benar gue suka sama pariwisata di Indonesia, tapi aku lihat di tahun ke-4 mereka udah punya tujuan untuk mengurangi emisi CO2e sebesar 4.000 ton, itu bikin aku merasa bangga sama Indonesia ๐Ÿ™Œ! lalu aku lihat ITDC dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), kawasan wisata The Nusa Dua Bali udah menerapkan ekosistem pariwisata berkelanjutan, itu kayaknya sangat positif dan bikin aku ingin liburan ke sana lagi ๐ŸŒด! menurut aku, tujuan ini seharusnya diikuti oleh semua perusahaan yang bergerak di pariwisata, biar Indonesia bisa jadi destinasi wisata unggulan di Asia Tenggara ๐Ÿ–๏ธ.
 
ini salah satu contoh bagaimana perusahaan bisa melakukan perubahan positif untuk lingkungan ๐ŸŒฟ. tapi apa yang membuat InJourney bisa melakukannya? itu karena mereka memiliki visi yang jelas tentang apa yang ingin dicapai dan kemampuan mereka untuk meneruskannya. tapi juga, apa yang mereka lakukan tidak hanya sekedar mengurangi emisi CO2 saja, tapi juga berdampak pada kehidupan masyarakat di sekitar wisata. seperti ITDC yang bisa mengolah air laut menjadi air layak konsumsi itu, bukan hanya berperilaku hijau saja, tapi juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. jadi, apa yang dapat kita pelajari dari InJourney? pertama, pentingnya memiliki visi yang jelas dan kemampuan untuk mengimplementasikannya. kedua, berdampak positif tidak hanya sekedar pada lingkungan saja, tapi juga pada kehidupan masyarakat.
 
Itu keren banget InJourney, mereka sudah serius-serius dalam mengembangkan pariwisata yang lebih ramah lingkungan ๐ŸŒฟ๐Ÿ’š. Saya senang melihat ada perusahaan Indonesia yang peduli dengan keberlanjutan dan ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Semoga contoh ini bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di Indonesia untuk bergerak juga dalam hal ini ๐Ÿคž.
 
Gue pikir semuanya itu gampang banget kan? Tapi gue curhat aja, InJourney benar-benar salah satu contoh bagus banget bagi perusahaan di Indonesia nih! Mereka terus berinovasi dan tidak menyerah pada tantangan lingkungan. Sayangnya masih banyak perusahaan lain yang belum ikut, tapi gue percaya bahwa semakin banyak yang ikut, semakin baik untuk Indonesia. Gue senang melihat bahwa ITDC juga bisa mengolah air laut menjadi air layak konsumsi, itu benar-benar inspiratif! ๐ŸŒŠ
 
Sekarang ini InJourney lagi-lagi ngeluh soal polusi udara di Bandung, kabarnya sudah mencapai 2 kali harian. Sama sama-sama, siapa saja yang mau tahu kalau sudah ada yang terkena dampak dari polusi itu ๐Ÿ˜ท.
 
Makasih INJourney kan, mereka kayaknya benar-benar peduli dengan lingkungan ya ๐Ÿ˜Š. Mereka bawa banyak proyek pariwisata yang baik seperti Borobudur dan Mandalika, tapi sekarang mereka juga fokus pada keberlanjutan ๐ŸŒฟ. 4.000 ton COโ‚‚e itu sebesar apa sih? kayaknya cukup besar banget ๐Ÿคฏ. Tapi jelas sekali bahwa InJourney sudah melakukan banyak upaya untuk mengurangi dampak lingkungannya, seperti ITDC yang mengolah air laut menjadi air layak konsumsi ๐Ÿ’ง. Jadi, saya rasa mereka benar-benar memiliki komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan ๐Ÿ™.
 
iya, kalau InJourney ini punya komitmen serius untuk jadi lebih baik, itu bikin semangat banget! Mereka tidak hanya fokus pada peningkatan konektivitas udara atau pengembangan destinasi budaya, tapi juga memikirkan keberlanjutan. Itu penting banget, karna di Indonesia kita sudah banyak yang rasanya masalah lingkungan... contohnya kayaknya perubahan iklim dan polusi. Tapi InJourney ini punya rencana untuk mengurangi emisi sebesar 4.000 ton COโ‚‚e, itu bisa jadi perbedaan besar!
 
Ggom... ini apa? InJourney ingin jadi perusahaan yang hijau banget? Nah, aku pikir itu tidak masalah, tapi harus ada proof ya! Aku ngga bisa percaya kalau mereka benar-benar mengurangi emisi 4.000 ton COโ‚‚e. Itu seperti menyinggung matahari! Bagaimana cara mereka bisa lakukan itu? Apakah mereka menggunakan teknologi yang belum ada di Indonesia? Dan apa yang dibayangkan mereka dengan ITDC, anak usaha InJourney? Apakah itu cuma sekedar birokrasi atau ada realita nyata di baliknya? Aku butuh konfirmasi dari sumber yang lebih dekat... ๐Ÿค”๐Ÿ“Š
 
Pewenangannya sih kalau InJourney bisa ngerapet pariwisata dengan jangan sampah ๐Ÿคฃ. Kalau mereka bisa bikin destinasi wisata di Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah jadi lebih aman, saya sudah senang banget ๐Ÿ˜Š. Saya rasa kalau mereka bisa mengurangi emisi COโ‚‚e sebesar 4.000 ton, itu seperti melawan polusi udara di Jakarta! ๐Ÿšฎ๐Ÿ’จ. Dan itu bikin saya penasaran, apa yang akan terjadi jika semua perusahaan BUMN Indonesia bisa ngerapet pariwisata dengan jangan sampah? ๐Ÿค”๐Ÿ‘€
 
Aku punya pendapat nih kalau ini semua terlalu fokus pada pariwisata, gue rasa ada ketergantungan terhadap liburan, apa kira2 ada konsekuensi jangka panjang jika wisatawan tidak bisa datang lagi? Misalnya, keseimbangan ekosistem wisata itu nggak bisa bertahan tanpa pengunjung.
 
ya aku senang lihat InJourney bisa meningkatkan kinerja pariwisata di Indonesia ๐Ÿ˜Š. tapi sepertinya masih banyak hal yang harus diperbaiki, misalnya peningkatan konektivitas udara di bandara-bandara lainnya juga harus diprioritaskan agar semua pengunjung dapat nyaman menikmati keindahan wisata kita ๐ŸŒ. dan tentang pengurangan emisi, aku harap bisa lihat InJourney terus meningkatkan kinerja ini dalam waktu dekat, karena ini sangat penting bagi generasi mendatang ๐Ÿคž.
 
Wow ๐Ÿ˜ฎ, aku pikir ITDC benar-benar inspiratif banget! Mereka punya visi yang jelas tentang pariwisata berkelanjutan dan sudah berhasil mengembangkannya di The Nusa Dua ๐ŸŒด. Aku juga suka banget dengan inisiatif mengolah air laut menjadi air layak konsumsi, itu benar-benar kreatif! ๐Ÿ’ก
 
Gampang banget ya kalau InJourney bisa mengurangi emisi CO2e sampai 4.000 ton! Ini bukti nyata bahwa Indonesia bisa berinovasi dan menciptakan pariwisata yang lebih ramah lingkungan. Saya senang melihat ITDC di Nusa Dua Bali yang sudah menerapkan ekosistem pariwisata berkelanjutan, itu sangat inspiratif! ๐ŸŒฟ๐Ÿ’š
 
Aku pikir itu gampang banget membuat pariwisata berkelanjutan nih ๐Ÿค”. Tapi aku masih penasaran, bagaimana mereka bisa mengurangi emisi CO2 sebesar 4.000 ton? Apakah itu cuma soal desain bangunan dan transportasi? Atau ada lagi yang harus diubah? Aku juga ingin tahu, apa itu itu ITDC? Apakah itu anak usaha InJourney ya? ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
"Pada saat kita berusaha untuk membuat dunia menjadi lebih baik, kita juga harus siap menghadapi tantangan di dalamnya ๐ŸŒŽ"

Aku pikir InJourney benar-benar luar biasa caranya mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Kalau mereka sudah bisa mengurangi emisi COโ‚‚e sebesar 4.000 ton, itu berarti mereka benar-benar serius dengan keberlanjutan dan ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kawasan wisata The Nusa Dua yang dikelola oleh ITDC juga menjadi contoh yang baik dari implementasi keberlanjutan di Indonesia.
 
Pikirannya apa kalau InJourney terus mengembangkan pariwisata berkelanjutan? Semoga lebih banyak wisatawan yang datang ke Indonesia dan memberikan kontribusi bagi perekonomian kita ๐Ÿค‘. Tapi, harus diingat bahwa pariwisata juga harus aman dan nyaman untuk wisatawan, ya? Karena kalau tidak, wisatawan pasti tidak akan kembali lagi ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ.
 
Saya suka banget sih InJourney. Mereka benar-benar komitmen untuk membuat pariwisata lebih hijau. Saya lihat mereka punya rencana yang cukup luas, dari bandara hingga destinasi wisata unggulan. Semoga saja rencana mereka bisa diimplementasikan dengan baik, jadi wisatawan bisa menikmati keindahan alam dan budaya Indonesia tanpa harus merusak lingkungan. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ’š
 
kembali
Top