Pelabuhan Tanjung Buton di Kabupaten Siak, Riau, mengalami kejadian yang sangat berat pada Senin lalu. Menurut informasi yang didapat dari Kapal Polisi IV-2401-37 Sat Polairud Polres Siak, bagian tengah pelabuhan terputus dengan panjang sekitar 50 meter.
Pelabuhan ini dibangun sejak tahun 2004 dan telah difungsikan sebagai sarana untuk memuat cangkang dari area stockpile ke kapal. Namun, menurut Kepala KSOP Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), kondisi pelabuhan sudah menunjukkan tanda-tanda deformasi sejak bulan Juli lalu.
Kemiringan struktur pelabuhan terus bertambah hingga bulan Desember lalu dengan penurunan mencapai kurang lebih 40 sentimeter pada sisi kiri pelabuhan. Sebelum kejadian, KSOP telah menyampaikan laporan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta mengajukan perbaikan kepada Kementerian Perhubungan.
Berdasarkan keterangan Kasat Polairud Polres Siak, AKP Irva Donny, dalam keterangan tertulis, personil Sat Polairud bersama Polsek Sungai Apit segera melakukan pengamanan lokasi dan patroli perairan guna memastikan tidak adanya korban jiwa serta mencegah masyarakat mendekati area yang berpotensi membahayakan.
Sementara itu, pelabuhan masih ditutup sementara dan berada dalam pengawasan aparat kepolisian serta instansi terkait. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 160 juta.
Pihak Polres Siak telah mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengawasan di lokasi serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna penanganan lanjutan dan memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Pelabuhan ini dibangun sejak tahun 2004 dan telah difungsikan sebagai sarana untuk memuat cangkang dari area stockpile ke kapal. Namun, menurut Kepala KSOP Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), kondisi pelabuhan sudah menunjukkan tanda-tanda deformasi sejak bulan Juli lalu.
Kemiringan struktur pelabuhan terus bertambah hingga bulan Desember lalu dengan penurunan mencapai kurang lebih 40 sentimeter pada sisi kiri pelabuhan. Sebelum kejadian, KSOP telah menyampaikan laporan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta mengajukan perbaikan kepada Kementerian Perhubungan.
Berdasarkan keterangan Kasat Polairud Polres Siak, AKP Irva Donny, dalam keterangan tertulis, personil Sat Polairud bersama Polsek Sungai Apit segera melakukan pengamanan lokasi dan patroli perairan guna memastikan tidak adanya korban jiwa serta mencegah masyarakat mendekati area yang berpotensi membahayakan.
Sementara itu, pelabuhan masih ditutup sementara dan berada dalam pengawasan aparat kepolisian serta instansi terkait. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 160 juta.
Pihak Polres Siak telah mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengawasan di lokasi serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna penanganan lanjutan dan memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.