Pelabuhan Tanjung Buton, Pantai Selatan Riau, Mengalami Kerusakan Serius Setelah Bagian Tengahnya Terputus
Senin (5/1/2026) sore, bagian tengah Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, terputus secara bertahap. Kerusakan ini diperlihatkan dalam bentuk deformasi struktur pelabuhan yang sudah berlangsung sejak bulan Juli 2025.
Menurut Kepala KSOP Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton, Andi Putra, kondisi pelabuhan telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang semakin parah. Kerusakan ini mencapai kurang lebih 40 sentimeter pada sisi kiri pelabuhan dan kemiringan struktur pelabuhan terus bertambah seiring waktu.
Struktur pelabuhan terputus sepanjang ±50 (lima puluh) meter pada titik koordinat 0°55'57,47874 N dan 102°18'11,58816 E. Kerugian material yang timpa ke laut diperkirakan mencapai Rp160.000.000 (seratus enam puluh juta rupiah).
Selama ini, pelabuhan tersebut telah difungsikan sebagai sarana pemuatan cangkang dari area stockpile ke kapal. Berdasarkan keterangan Kasat Polairud Polres Siak, AKP Irva Donny, personel Sat Polairud bersama Polsek Sungai Apit melakukan pengamanan lokasi dan patroli perairan guna memastikan tidak adanya korban jiwa serta mencegah masyarakat mendekati area yang berpotensi membahayakan.
Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Namun, untuk mencegah kemungkinan kecelakaan di masa depan, petugas juga sempat memasang tanda larangan masuk di area tersebut.
"Polres Siak telah mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengawasan di lokasi," kata Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra. "Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, KSOP, serta instansi terkait guna penanganan lanjutan dan memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif."
Senin (5/1/2026) sore, bagian tengah Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, terputus secara bertahap. Kerusakan ini diperlihatkan dalam bentuk deformasi struktur pelabuhan yang sudah berlangsung sejak bulan Juli 2025.
Menurut Kepala KSOP Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton, Andi Putra, kondisi pelabuhan telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang semakin parah. Kerusakan ini mencapai kurang lebih 40 sentimeter pada sisi kiri pelabuhan dan kemiringan struktur pelabuhan terus bertambah seiring waktu.
Struktur pelabuhan terputus sepanjang ±50 (lima puluh) meter pada titik koordinat 0°55'57,47874 N dan 102°18'11,58816 E. Kerugian material yang timpa ke laut diperkirakan mencapai Rp160.000.000 (seratus enam puluh juta rupiah).
Selama ini, pelabuhan tersebut telah difungsikan sebagai sarana pemuatan cangkang dari area stockpile ke kapal. Berdasarkan keterangan Kasat Polairud Polres Siak, AKP Irva Donny, personel Sat Polairud bersama Polsek Sungai Apit melakukan pengamanan lokasi dan patroli perairan guna memastikan tidak adanya korban jiwa serta mencegah masyarakat mendekati area yang berpotensi membahayakan.
Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Namun, untuk mencegah kemungkinan kecelakaan di masa depan, petugas juga sempat memasang tanda larangan masuk di area tersebut.
"Polres Siak telah mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengawasan di lokasi," kata Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra. "Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, KSOP, serta instansi terkait guna penanganan lanjutan dan memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif."