Jaksa Ungkap Grup WA 'Jajanan Pasar' di Kasus Chromebook Nadiem

Jaksa mengungkapkan ada grup WhatsApp khusus bernama 'Jajanan Pasar' yang berisikan percakapan mengenai proses pengadaan laptop Google Chromebook di internal Kemendikbudristek. Grup tersebut diikuti oleh sejumlah pejabat di internal Kemendikbudristek dan mitra sales dari PT Bhinneka Mentaridimensi, perusahaan pemegang tender pengadaan laptop Chromebook.

Jaksa menanyakan adanya grup WhatsApp tersebut kepada Saksi Indra Nugraha selaku Sales Manager PT Bhinneka Mentaridimensi. "Di handphone saudara ditemukan grup WhatsApp 'Jajanan Pasar'. Bisa dijelaskan?" tanya jaksa penuntut umum.

Indra menjelaskan bahwa grup tersebut lebih ke arah kita berkoordinasi di internal, Pak. Di internal Bhinneka terkait dengan pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan. Itu siapa saja, saya agak lupa, tapi di situ ada banyak rekan-rekan teman Bhinneka. Salah satunya pasti saya, kemudian ada Noviyanti (Product Manager PT Bhinneka Mentaridimensi), ada siapa lagi ya? Ya pokoknya ada beberapa orang tim Bhinneka.

Jaksa kemudian menanyakan mengenai salah satu topik percakapan yang membahas mengenai istilah 'User Merah' dan 'User Biru'. Indra menjelaskan bahwa User Merah adalah istilah untuk Direktorat SD dan User Biru untuk Direktorat SMP. Di dalam grup ada narahubung untuk masing-masing direktorat SD dan SMP.

Indra juga menjelaskan bahwa terdapat narahubung untuk masing-masing direktorat SD dan SMP, yaitu untuk SD ada dengan Wahyu Haryadi selaku Analis Prasarana Pendidikan, Sub Direktorat Sarana dan Prasarana Pendidikan, dan untuk urusan SD ada dengan Cepy Lukman Rusdiana selaku Plt. Kasubdit Fasilitasi Sarana dan Prasarana dan Tata Kelola Direktorat Sekolah Menengah Pertama.

Kerugian yang dirugikan adalah Rp2,1 triliun dari pengadaan laptop Chromebook yang tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah di Indonesia.
 
Gue pikir ada sesuatu yang tidak beres di sini... Grup WhatsApp 'Jajanan Pasar' itu nggak seperti buka-buka, deh. Mereka tahu ngga kalau ada narahubung dengan pejabat di Kemendikbudristek? Gue pikir mungkin ada sesuatu yang tidak jelas tentang pengadaan laptop Chromebook itu... Tapi apa sih yang salah dengar kalau mereka punya narahubung dengan Sub Direktorat Sarana dan Prasarana Pendidikan? Kalau memang itu bukan kejahatan, tapi gue masih merasa curiga...
 
🤔 itu kayaknya kerugian yang sangat besar, kan? tapi yang paling menganginkan adalah ada grup WhatsApp itu bukan punya orang biasa, tapi ada dari internal Kemendikbudristek dan Bhinneka Mentaridimensi 🤑 mereka ada narahubung dengan direktur SD dan SMP, kayaknya gak transparansi sama sekali 📝

dan yang paling mengkhawatirkan adalah ada istilah 'User Merah' dan 'User Biru', itu kayaknya kontrak yang tidak jelas, siapa yang akan membeli laptop Chromebook untuk mana? tapi apa lagi yang diinginkan dari pengadaan ini? 🤷‍♂️

dan Rp2,1 triliun itu, itu seharusnya digunakan untuk hal-hal yang lebih penting seperti pembangunan sekolah atau akses internet di daerah pedesaan, bukan untuk kontrak bisnis yang tidak transparan 🌪️
 
Maksudnya apa sih keberadaan grup WhatsApp 'Jajanan Pasar' itu? Mereka berbicara tentang pengadaan laptop Google Chromebook di Kemendikbudristek, tapi hasilnya tidak ada manfaat bagi pendidikan kita di Indonesia. Pulangannya Rp2,1 triliun! Saya pikir ini adalah kekecewaan besar ya... Semua pejabat dan orang yang ikut dalam grup tersebut pasti salah ya... Bagaimana bisa mereka seperti ini?
 
Aku pikir ada sesuatu yang salah di Kemendikbudristek... Aku dengerin tentang grup WhatsApp 'Jajanan Pasar' itu, tapi aku rasa mereka malah buat kontrak pengadaan laptop Chromebook sendiri, ya? Mereka berbagi ide dan instruksi di grup itu, aku kira itu bukan bagian dari kebijakan pemerintah. Aku tidak tahu siapa yang terlibat dalam itu semua, tapi jelas-jelas ada sesuatu yang tidak beres di sana... 🤔
 
🤔 Aku pikir kalau ada grup WhatsApp itu bukanlah kejadian yang tidak biasa banget di internal perusahaan. Kadang kala pejabat2nya mau ngobrol dengan rekan-rekannya lewat media sosial untuk kesempatan yang lebih baik. Tapi, apa yang penting adalah di dalam grup itu ada narahubung ke direkturat SD dan SMP, itu jadi masalah karena kerugian yang dirugikan dari pengadaan laptop Chromebook itu sangat besar. Kita harus ngawasi agar dana tersebut digunakan dengan benar-benar untuk kepentingan siswa dan sekolah di Indonesia. 📊
 
Gue pikir sih kalau ini masalah besar banget! Grup WhatsApp 'Jajanan Pasar' di internal Kemendikbudristek, itu bukan kegiatan biasa aja, tapi ada yang serius-nya mempengaruhi pengadaan laptop Chromebook. Rp2,1 triliun ya, itu sangat berpengaruh bagi siswa dan sekolah di Indonesia! Gue rasa ini perlu diteliti lebih dalam, apakah ada yang salah atau tidak bijak dalam proses pengadaan tersebut.
 
Gue pikir nih kalau ada grup WhatsApp seperti itu, mungkin nanti kerugian itu bisa diinvestigasi lebih jauh dan lihat siapa siapa yang terlibat dalam hal ini. Gue rasa ini bukan hal biasa kalau ada pejabat-pejabat di dalam kementerian atau lembaga-lembaga besar seperti Kemendikbudristek membuat grup WhatsApp untuk berdiskusi, tapi gue juga rasa ini bisa jadi tidak ada apa-apa jika mereka sudah memiliki proses yang baik dan transparan dalam pengadaan laptop tersebut. Tapi gue masih ingin tahu lebih banyak tentang proses pengadaan itu dan siapa saja yang terlibat, karena kalau kerugian itu sebesar Rp2,1 triliun, itu bukan main-main lah! Gue rasa ini perlu diinvestigasi lebih lanjut agar bisa menemukan jawabannya.
 
Wah, bikin penasaran banget sih proses pengadaan laptop chromebook itu 🤔. Tapi, apa sih tujuan dari pembuatan grup WhatsApp 'Jajanan Pasar'? Nah, kalau aku lihat, ada istrinya juga dipilih melalui tender, tapi apakah ada kejepatan dalam proses tersebut? 🤑 Aku pikir harus diinvestigasi lebih lanjut sih.
 
Oo, serius aja kan? Ada grup WhatsApp internal di Kemendikbudristek yang berdiskusi tentang pengadaan laptop Chromebook yang bikin kerugian Rp2,1 triliun! 🤯 Gak bisa dipernah dengar gini. Mereka itu berbagi informasi dan diskusi tentang proses pengadaan dengan teman-teman di internal Bhinneka, tapi gak ada transparansi yang jelas tentang hasilnya. Ini bikin aku curiga bagaimana lalu lintas informasi ini terjadi dan siapa yang menguntungkan dari hal ini 🤔.
 
aku pikir kalo di dalam grup WhatsApp itu ada temen-temen di Kemendikbudristek dan Bhinneka Mentaridimensi kok terus ngobrol siapa sih? maksudnya apa? kalau punya uang Rp2,1 triliun untuk laptop Chromebook tapi nggak bermanfaat bagi siswa... aku pikir itu seperti membeli baju keren tapi tidak bisa dipakai karena ada celah di dulu 😂. dan apa sih istilah 'User Merah' dan 'User Biru'? sepertinya hanya cara cari orang yang nggak penting kayaknya...
 
Haha, saya pikir nggak apa-apa kalau Kemendikbudristek banget-banget ngebawa laptop Chromebook ke sekolah... tapi kayaknya kayak aja, ada kewajiban untuk melaporkan semua hal yang penting di internal. Tapi, apalagi kalau ada grup WhatsApp yang terlihat sibuk ngobrol tentang kawan-kawannya di dalam perusahaan... kayaknya udah seru banget! Saya lihat lebih seru dari kalau laptop Chromebook itu digunakan oleh semua orang di sekolah, apa lagi kalau mereka bisa main game bersama-sama...
 
Saya rasa ini benar-benar bikin kekecewa! 🤯 #KekeruanPengadaanLaptop Chromebook Aku bayangkan kalau dana Rp2,1 triliun itu bisa digunakan untuk hal yang lebih penting seperti pembangunan infrastruktur atau pendidikan. Tapi ternyata hanya digunakan untuk hal-hal kecil yang tidak bermanfaat. 🤦‍♂️ #PengadaanLaptopBuruk #DanaPublik

Saya pikir ada masalah dalam sistem pengadaan di Kemendikbudristek, tapi bukan karena ada kesalahpahaman atau kesalahan pihak yang berkepentingan. Tapi saya rasa ada kekurangan dalam implementasi pengelolaan dana publik. 📊 #PengelolaDanaPublik

Aku berharap Jajasan Pasar dapat membantu mengungkapkan masalah ini dan membuat perubahan yang lebih baik di masa depan. 🙏 #JajasanPasar #Perubahan
 
kembali
Top