Dalam persidangan Nadiem Anwar Makarim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026), kehadiran TNI menjadi perhatian. Menurut ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riady, TNI hadir untuk tujuan keamanan dan mengawal penanganan perkara yang ada.
"Kita hanya membutuhkan keamanan," kata Roy kepada wartawan. Ia juga menjelaskan bahwa kejaksaan telah melibatkan TNI dalam mengawal penanganan perkara, termasuk penggeledahan. Namun, ia tidak bisa menjawab apakah pengamanan hanya dari kepolisian tak cukup untuk kegiatan persidangan hingga harus melibatkan TNI.
Roy juga menyebut bahwa dalam penanganan perkara penggeledahan ada melibatkan TNI. Pihak Jaksa Penuntut Umum juga menjelaskan, Nadiem Makarim didakwa telah menerima uang dari kasus korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook sebesar Rp809.596.125.000 (Rp809 miliar).
Anggota Tim Penasihat hukum Nadiem, Dodi S. Abdulkadir, sempat terkejut dengan kehadiran TNI di dalam ruang sidang. Ia mempertanyakan alasan pengamanan yang dinilainya tidak biasa tersebut. "Ya, ini juga tadi, tadi kami juga kaget waktu hakim itu memerintahkan ada berapa orang tentara ada di dalam ruang sidang," kata Dodi.
"Kita hanya membutuhkan keamanan," kata Roy kepada wartawan. Ia juga menjelaskan bahwa kejaksaan telah melibatkan TNI dalam mengawal penanganan perkara, termasuk penggeledahan. Namun, ia tidak bisa menjawab apakah pengamanan hanya dari kepolisian tak cukup untuk kegiatan persidangan hingga harus melibatkan TNI.
Roy juga menyebut bahwa dalam penanganan perkara penggeledahan ada melibatkan TNI. Pihak Jaksa Penuntut Umum juga menjelaskan, Nadiem Makarim didakwa telah menerima uang dari kasus korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook sebesar Rp809.596.125.000 (Rp809 miliar).
Anggota Tim Penasihat hukum Nadiem, Dodi S. Abdulkadir, sempat terkejut dengan kehadiran TNI di dalam ruang sidang. Ia mempertanyakan alasan pengamanan yang dinilainya tidak biasa tersebut. "Ya, ini juga tadi, tadi kami juga kaget waktu hakim itu memerintahkan ada berapa orang tentara ada di dalam ruang sidang," kata Dodi.