Sidang Nadiem Makarim terombang byak TNI, apa lagi yang dibutuhkan?
Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Roy Riady, mengatakan kehadiran TNI di dalam persidangan eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim, semata-mata untuk kepentingan pengamanan. "Itu kan keamanan," kata Roy kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Namun, alasan lainnya masih belum terungkap. Di hadapan kami, Roy tidak bisa menjawab terkait apakah pengamanan hanya dari kepolisian tak cukup untuk kegiatan persidangan, hingga harus melibatkan TNI.
Kata Roy, "Saya tidak bisa menjawab. Apakah cuman, kami di dalam penanganan perkara sekarang ada juga melibatkan teman-teman dari TNI, seperti itu." Ia juga menjelaskan bahwa penggeledahan apa-apa itu dilakukan bersama-sama dengan kepolisian.
Sementara itu, anggota Tim Penasihat hukum Nadiem, Dodi S. Abdulkadir mengaku terkejut dengan kehadiran TNI di dalam ruang sidang. Ia mempertanyakan alasan pengamanan yang dinilainya tidak biasa tersebut.
"Ya, ini juga tadi, tadi kami juga kaget waktu hakim itu memerintahkan ada berapa orang tentara ada di dalam ruang sidang. Jadi saya juga apa namanya, terkejut ya. Kenapa ada tentara? Apakah mungkin ada ada apa," kata Dodi.
Kehadiran TNI masih terlihat hingga persidangan selesai. Tak lama setelah itu, Nadiem langsung dibawa keluar dari area persidangan.
Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Roy Riady, mengatakan kehadiran TNI di dalam persidangan eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim, semata-mata untuk kepentingan pengamanan. "Itu kan keamanan," kata Roy kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Namun, alasan lainnya masih belum terungkap. Di hadapan kami, Roy tidak bisa menjawab terkait apakah pengamanan hanya dari kepolisian tak cukup untuk kegiatan persidangan, hingga harus melibatkan TNI.
Kata Roy, "Saya tidak bisa menjawab. Apakah cuman, kami di dalam penanganan perkara sekarang ada juga melibatkan teman-teman dari TNI, seperti itu." Ia juga menjelaskan bahwa penggeledahan apa-apa itu dilakukan bersama-sama dengan kepolisian.
Sementara itu, anggota Tim Penasihat hukum Nadiem, Dodi S. Abdulkadir mengaku terkejut dengan kehadiran TNI di dalam ruang sidang. Ia mempertanyakan alasan pengamanan yang dinilainya tidak biasa tersebut.
"Ya, ini juga tadi, tadi kami juga kaget waktu hakim itu memerintahkan ada berapa orang tentara ada di dalam ruang sidang. Jadi saya juga apa namanya, terkejut ya. Kenapa ada tentara? Apakah mungkin ada ada apa," kata Dodi.
Kehadiran TNI masih terlihat hingga persidangan selesai. Tak lama setelah itu, Nadiem langsung dibawa keluar dari area persidangan.