Jaksa Sentil Nadiem: Jangan Bersusah Cari Simpati dengan Giring Opini

Jaksa sentil Nadiem, "Jangan Bersusah Cari Simpati dengan Giring Opini"

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung, Jaksa Roy Riady, menyentil mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019-2024 Nadiem Anwar Makarim bahwa penasihat hukumnya harus fokus dengan norma-norma yang sudah diatur dalam perundang-undangan, bukan mencari simpati dengan menggiring opini.

Nadiem didakwa merugikan negara sebesar Rp2,1 triliun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Jaksa Roy Riady menegaskan bahwa keberatan yang disampaikan kubu Nadiem sudah masuk ke materi pokok perkara yang harus dibuktikan di persidangan.

"Ketika penasihat hukum berusaha mencari simpati dengan menggiring opini, itu tidak akan memberikan keadilan bagi terdakwa dan merusak martabat pihak jaksa," katanya. Jaksa juga menyentil bahwa penasihat hukum Nadiem melupakan keadilan untuk anak-anak sekolah yang tidak merasakan dampak maksimal dari uang negara yang dipergunakan untuk membeli laptop Chromebook.

Jaksa Roy Riady juga menegaskan bahwa proses penegakan hukum kasus dugaan korupsi pengadaan laptop dilakukan berdasarkan bukti-bukti, bukan persepsi. Penasihat hukum Nadiem menganggap penegakan hukum bekerja berdasarkan asumsi, persepsi, atau penilaian sepihak.

"Saya tidak melupakan keadilan untuk anak-anak sekolah yang tidak merasakan dampak maksimal dari uang negara yang dipergunakan untuk membeli laptop Chromebook," kata Jaksa.
 
Maksudnya gak usah nggiring opini ya? Makin penting banget kalau jaksa fokus dengan fakta dan bukti, bukan hanya opini yang dipikirannya. Makin aduh, kalau penasihat hukum Nadiem itu terus nggiring opini, kasusnya bakalan jadi ribet banget.
 
Pesan Jaksa Roy Riady itu pas banget, tapi aku juga penasaran mengapa dia nggak bilang kalau Nadiem udah buktikan bahwa itu korupsi atau apa? Aku pikir bantuannya harus mencari bukti-bukti yang solid sebelum menilai dirinya tidak bersalah. Kalau dia hanya menilai berdasarkan opini, itu justru membuat proses hukum kurang adil lagi ๐Ÿค”. Aku setuju kalau kita harus fokus dengan norma-norma yang sudah diatur, tapi aku juga ingin tahu apakah ada bukti-bukti yang cukup untuk menghubungkan Nadiem ke kasus korupsi itu ๐Ÿ˜Š.
 
Gue pikir kalau jaksa nggak usah terlalu keren-kenyan dengan Nadiem, tapiJaksa Roy Riady kayaknya benar-benar mengingatkan kita tentang pentingnya keadilan di pengadilan. Gue rasa Jaksa nggak perlu mencari simpati dari Nadiem, tapi harus fokus pada bukti dan kebenaran. Kalau jaksa mau nyangkut Nadiem, toh gue yakin jaksa udah berikan bukti-bukti yang cukup untuk merugikan Nadiem.
 
Gampang banget, si Nadiem hanya mau nggak percaya diri dulu, biar bisa mendapat simpati dari publik ๐Ÿ™„. Tapi, jaksa nggak mau tergiur, dia fokus pada bukti-bukti yang ada dan jangan terlalu banyak menggiring opini. Kita lihat, korupsi juga bagus banget untuk kasus ini, sih! Kita harus percaya diri dengan proses penegakan hukum, tapi tidak boleh melupakan keadilan untuk rakyat Indonesia ๐Ÿ‘ฅ.
 
๐Ÿ˜ aku pikir kalau giliran Nadiem harus fokus dengan bukti-bukti, tapi sekarang dia kayaknya sedang mencari simpati ๐Ÿค aku juga senang sekali dengan penegakan hukum ini, aku harap ada keadilan bagi anak-anak sekolah yang tidak merasakan dampak maksimal dari uang negara yang dipergunakan untuk membeli laptop Chromebook ๐Ÿ“š๐Ÿ’ป aku rasa Jaksa Roy Riady berhaknya mengatakan demikian, tapi aku juga khawatir kalau penegakan hukum ini bisa jadi tidak adil ๐Ÿค”
 
Lah, gini aja, kalau Nadiem ingin terhindar dari dugaan korupsi, dia harus jujur, nggak bisa mencari simpati aja dengan menggiring opini... tapi siapa tahu dia benar-benar bersalah, toh dia harus menerima hukumannya...
 
Oooh, kasus Nadiem lagi, kamu nonton siapa nih? ๐Ÿค” Nah, aku rasa jaksa punya benar, kalau mau cari simpati dengan giring opini itu bukannya tidak adil sama sekali. Aku pikir penasihat hukumnya harus fokus pada bukti-bukti yang ada dan tidak terlalu banyak berbicara. Kalo mau buktikan siapa dia yang tidak adil, jangan malah cari simpati dengan orang lain. Dan aku rasa anak-anak sekolah itu kayak gini juga, kalau dihormati sama jaksa, tapi Nadiem kalau bisa nggak buktai apa-apa, aku pikir itu tidak adil juga... ๐Ÿ˜
 
Gue pikir si Nadiem aneh banget, dia sendiri yang terlibat kasus korupsi, tapi dia masih mau berbicara tentang apa aja? ๐Ÿค” Gue rasa dia lebih fokus pada mencari simpati daripada memikirkan kebenaran. Tapi gue senang lihat Jaksa Roy Riady yang jujur dan tidak mau menggiring opini, dia fokus pada bukti-bukti dan keadilan. Gue harap penegakan hukum di Indonesia bisa lebih seragam dan tidak dipengaruhi oleh simpati-simpati pribadi. ๐Ÿ™
 
Aku pikir nadiem ini benar-benar lupa ke adilan ya ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Jaksa riady benar-benar tepat, kalau kita hanya mencari simpati dengan menggiring opini bukanlah cara yang baik untuk menyelesaikan kasus. Aku rasa nadiem harus fokus pada bukti-bukti yang ada dan tidak bingung-bingung saja ๐Ÿ˜‚. Jaksa riady juga benar, penegakan hukum harus berdasarkan bukti-bukti yang jelas dan tidak asumsi atau persepsi. Aku harap nadiem bisa fokus dan tidak terlalu banyak bicara ya ๐Ÿ™
 
Gue pikir jaksa berbicara apa yang harus diucapkan oleh kita semua, yaitu fokus pada bukti dan keadilan! Jangan biarkan opini kita mengganggu proses penegakan hukum, kita harus mempercayai system dan bukti-bukti yang ada. Gue juga paham dengan pendapat jaksa tentang anak-anak sekolah, tapi gue rasa kalau jaksa malah mempermasalahkannya, kita harus fokus pada hal-hal nyata yang bisa kita ubah! Kita harus jaga agar proses penegakan hukum tidak menjadi sekedar permainan opini, tapi sebenarnya untuk mencari keadilan dan kebenaran. ๐Ÿ’ก๐Ÿ‘ฎโ€โ™‚๏ธ
 
"Orang yang mengutamakan kesenangan dirinya di atas kebenaran akan selalu menjadi orang yang menyesal." ๐Ÿ™

Aku pikir kalau Nadiem seharusnya fokus pada bukti, bukan hanya mengejar simpati. Ia harus ingat bahwa keadilan adalah tentang apa yang benar dan tidak tentang bagaimana ia merasa.
 
Pernah dengar kalau korupsi di Indonesia bisa diatasi dengan cepat kalau kita fokus pada bukti-bukti? Saya pikir Nadiem salah arah caranya, dia terlalu banyak fokus pada simpati daripada memastikan ada bukti yang cukup. Saya rasa Jaksa Roy Riady berhak mengatakan demikian, tapi saya setuju kalau kita harus fokus pada keadilan.
 
Kamu tahu sih kalau korupsi gampang terjadi di Indonesia, tapi sepertinya masih banyak orang yang salah paham tentang apa yang sebenarnya membuat korupsi itu berkepanjangan ๐Ÿค”. Kalau penasihat hukum Nadiem malah mencari simpati dengan menggiring opini aja, gak jadi masalah sih? ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ Maksudnya apa kalau dia malah bisa membuat korupsi itu lebih cepat selesai? ataukah malah membuat korupsi itu lebih panjang? ๐Ÿคฏ Gue rasa penasihat hukum harus fokus dengan norma-norma yang sudah diatur dalam perundang-undangan, tapi gak tahu sih apakah dia mau menyalahkan dirinya sendiri atau apa? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ
 
Gue pikir kasus ini sering-sering terjadi di Indonesia, yaitu ketika korupsi didakwa tapi penasihat hukumnya masih mencari cara untuk menggiring opini dan membuat korupsi terdengar masuk akal ๐Ÿค”. Gue rasa itu tidak adil sama sekali, karena penegakan hukum harus berdasarkan bukti-bukti yang jelas, bukan asumsi atau persepsi. Jadi, gue harap Jaksa Roy Riady bisa membuat kasus ini selesai dengan adanya bukti yang cukup ๐Ÿคž.
 
Wah, kasus Nadiem ini kayaknya sangat serius banget ๐Ÿคฏ. Aku rasa penasihat hukumnya nanti harus bertanggung jawab karena malu-malu berbicara tentang kasus tersebut. Aku pikir Jaksa yang menentil dia itu benar-benar tidak mau kalah dengan opini Nadiem, tapi bukan cara yang baik untuk menyelidiki kasus korupsi ๐Ÿšซ. Kalau mau membuktikan bahwa Nadiem nggak bersalah, jalan terbaiknya adalah fokus pada bukti-bukti dan proses penegakan hukum yang benar. Aku rasa ini juga mengajarkan kita semua untuk tidak memilih sisi, tapi fokus pada kebenaran ๐Ÿค.
 
wahhhhh, kasus Nadiem ini kayaknya gak jelas banget! siapa tau kalau dia benar-benar bersalah, tapi penasihat hukumnya harus bisa mencari simpati dengan pengacara yang dia punya ya, tapi justru dia melawan sih ๐Ÿค”. aku pikir ada kesalahpahaman di sini, gak cuma soal korupsi aja, tapi juga soal cara penegakan hukum yang tepat. tolong kita fokus pada bukti-bukti dan tidak soal simpati atau persepsi ya ๐Ÿ™.
 
Siapa tahu, giri opini itu nggak selalu benar. Kadang kalinya penasihat hukum yang terlalu fokus dengan mencari simpati bisa jadi keadilan sama sekali dilupakan. Dalam kasus Nadiem, sih aku pikir Jaksa Roy Riady punya alasan yang masuk akal. Tapi kayaknya kita harus jaga agar penasihat hukum tidak terlalu bersemangat dengan mendapatkan simpati dari masyarakat, tapi lebih fokus pada memastikan keadilan dalam proses penegakan hukum. Kita nggak tahu apa yang benar dan apa yang salah, kan? ๐Ÿค”
 
Ada kalanya aku pikir jaksa penuntut umum jadi lebih keras, tapi ini bikin aku merasa sih netral ๐Ÿค”. Aku tidak nyaman sama sekali dengan giring opiniJaksa Roy Riady, tapi aku juga pikir perlu ada norma yang jelas dan dikodifikasikan sebelum penegakan hukum. Jadi, jika jaksa berbicara tentang norma-norma di dalam perundang-undangan, itu sudah bagus. Tapi, aku masih khawatir kalau ini berakibat pada kehilangan perspektif dari anak-anak sekolah yang memang tidak merasakan dampak maksimal dari uang negara yang dipergunakan untuk membeli laptop Chromebook ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ.
 
Lagi-lagi ada kalanya kita harus mengingat pentingnya fokus pada kebenaran. Gak perlu banyak berusaha agar orang lain menyukaimu, tapi apa kamu benar-benar ingin melihat kebenaran di depan mata? Nadiem Anwar Makarim pasti sudah tahu betapa pentingnya menjaga integritas dan kejujuran saat menghadapi kasus dugaan korupsi. Yang terpenting adalah fokus pada bukti-bukti yang ada, bukan pada simpati dari orang lain. Kita harus belajar untuk tidak melupakan keadilan dan memprioritaskan apa yang benar-benar penting, seperti anak-anak sekolah yang dipengaruhi oleh kasus ini ๐Ÿ˜Š
 
kembali
Top