Jaksa Minta Hakim Tolak Niat Nadiem Lakukan Pembuktian Terbalik

"Di pengadilan ini, Jaksa penuntut umum meminta hakim untuk menolak niat Nadiem untuk melakukan pembuktian terbalik dalam kasus dugaan pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management. Menurut jaksa, pembuktian terbalik bukanlah tugas bagi terdakwa atau majelis hakim melainkan penuntut umum yang harus membuktikan ada atau tidaknya tindak pidana dalam kasus tersebut.

Namun, Nadiem meminta hak konstitusional untuk melakukan pembuktian terbalik, yaitu membuktikan bahwa dirinya tidak melakukan tindak pidana korupsi dan tidak memiliki harta kekayaan yang tidak seimbang dengan penghasilan sah. Jaksa berpendapat bahwa hak ini hanya sebagai proses mencari keadilan dan bukan beban bagi jaksa penuntut umum.

Dalam kasus dugaan pengadaan Chromebook, Nadiem didakwa telah menerima uang sebesar Rp809.596.125.000 dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) melalui PT Gojek Indonesia, yang merupakan hasil akumulasi perhitungan kerugian negara terhadap pengadaan teknologi informasi dan komunikasi laptop Chromebook.

Jaksa menilai bahwa Nadiem telah memperkaya dirinya sebesar Rp809.596.125.000 melalui penerimaan uang tersebut, yang merupakan hasil dari markup harga perangkat Chromebook dan pengadaan laptop Chromebook yang tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah di Indonesia.

Sistem ini menunjukkan bahwa keberatan Nadiem harus ditolak oleh hakim. Dengan demikian, kasus dugaan pengadaan Chromebook akan melanjutkan proses pembacaan dakwaan di pengadilan.
 
aku pikir kalau biar nadiem bisa membuktikan tidak ada korupsi apa pun dia harus punya hak untuk nggak ada tindakan pidana kayak gitu, tapi aku juga paham kalau Jaksa penuntut umum yang harus membuktikan ada tindak pidana di kasus ini, tapi aku rasa ada suatu keseimbangan di sini ya, kalau dia bisa membuktikan tidak ada korupsi, maka Jaksa penuntut umum juga harus membuktikan bahwa dia benar-benar melakukan tindakan pidana yang salah, dan itu juga akan membuat prosesnya lebih transparan.
 
Pembuktian terbalik itu kayak gampangnya, tapi nggak mudah dilakukan juga 🤔. Nadiem ingin membuktikan bahwa dia tidak melakukan korupsi dan tidak memiliki harta kekayaan yang tidak seimbang dengan penghasilannya. Tapi Jaksa penuntut umum bilang apa aja, dia harus membuktikan ada atau tidaknya tindak pidana dalam kasus tersebut?

Bayangin dulu, kalau Nadiem dia benar-benar tidak melakukan korupsi dan tidak memiliki harta kekayaan yang tidak seimbang. Dia bisa membuktikannya dengan bukti-bukti nyata yang dia punya, seperti transaksi akuntansi, dokumen-dokumen yang tercatat di pameran, apa aja? Tapi Jaksa penuntut umum bilang kasusnya, dia harus membuktikan tindak pidana dalam kasus tersebut.

Sudah nggak jelas sih bagaimana cara Nadiem bisa membuktikan itu dengan Jaksa penuntut umum. Bayangin dulu, kalau Nadiem punya bukti-bukti nyata yang dia punya, mesti dia tujunya dengan apa? Mungkin dia harus membuktikan ada kesalahan dalam kasus tersebut atau ada kekurangan informasi dalam kasus tersebut? Tapi apa aja, Jaksa penuntut umum bilang pembuktian terbalik itu hanya proses mencari keadilan, bukan beban bagi Jaksa penuntut umum.

Saya pikir kalau ini, kasusnya Nadiem masih belum selesai 😬. Mungkin Nadiem harus meminta waktu lebih lama untuk membuktikan dirinya tidak melakukan korupsi dan tidak memiliki harta kekayaan yang tidak seimbang dengan penghasilannya.
 
Aku penasaran apa yang ada didalam pikiran jaksa ini. Aku pikir itu sama sekali tidak adil. Nadiem hanya ingin menjelaskan dirinya sendiri, tapi jaksa malah ingin memaksa dia untuk membuktikan sisi negatifnya saja. Seperti apa lagi yang perlu dibuktikan? Tidak ada bukti yang kuat bahwa Nadiem melakukan sesuatu yang salah. Aku rasa itu hanya perebutan kekuasaan dan ingin mengalahkan siapa saja yang dianggap "lebih baik" dari mereka.
 
Gue rasa sijak tidak adil ya... Nadiem dijadikan sebagai pelaku kasus kejahatan korupsi dan harus membuktikan bahwa gue tidak melakukan tindakan yang salah, tapi gue pikir sijak penuntut umum yang harus membuktikan ada atau tidaknya tindak pidana. Tapi apa lagi, Nadiem ingin membuktikan bahwa gue tidak memiliki harta kekayaan yang tidak seimbang dengan penghasilan sah... itu juga seperti sijak berputar balik ya 😒
 
gak percaya aja, pihak jaksa itu memanggil Nadiem untuk membuktikan apa lagi? sih, kalau tidak mau membuktikan, maka jaksa harus membuktikan apa-sapa. ini seperti main game "penipu dan dipercaya" ya... di sini hak konstitusional yang dibahas cuma sekedar proses buat kasus terus berjalan, tapi siapakah yang akan membayar harga tersebut? 😐
 
Gue pikir kalau Nadiem ini udah cukup bukti dia tidak melakukan tindak pidana korupsi, tapi jaksa penuntut umum gue rasa udah capek dengan membuktikan hal yang sama berulang kali. Gue rasa pembuktian terbalik jadi proses mencari keadilan, kan?

Gue pikir kalau Nadiem ini sebenarnya tidak perlu harus membayar hukuman karena dia hanya melakukan apa yang biasa dilakukan orang bisnis di Indonesia, yaitu mengumpulkan uang. Gue rasa jaksa penuntut umum udah capek dengan memberikan hukuman, tapi gue rasa itu bukan masalah yang utama.

Gue juga pikir kalau kasus ini udah terlalu panjang, dan gue rasa pembacaan dakwaan harus segera diakhiri. Gue tidak ingin melihat Nadiem ini berada di pengadilan lagi dan lagi.
 
Aku pikir kalau Nadiem memang benar-benar tidak melakukan tindak pidana korupsi, maka dia seharusnya bisa membuktikan itu di pengadilan. Aku juga pikir yang jadi beban jaksa penuntut umum bukan cuma menunjukkan bahwa ada kejahatan yang terjadi, tapi juga harus membuktikan bahwa Nadiem benar-benar tidak melakukan tindak pidana tersebut.

Aku curious dengan bagaimana jaksa penuntut umum akan bisa membuktikan itu saja, karena sekarang sudah banyak bukti yang dikembalikan ke Nadiem, seperti dokumen-dokumen yang relevan dan semua informasi tentang pengadaan Chromebook yang ada di pihaknya.

Aku rasa ini bisa jadi kasus yang berat untuk jaksa penuntut umum, karena harus membuktikan bahwa tidak ada tindak pidana yang terjadi, padahal banyak bukti yang ada melawan Nadiem.

Saya rasa hakim harus sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan ini, karena kalau dia memilih untuk menolak niat Nadiem, maka akan berarti bahwa Nadiem benar-benar tidak melakukan tindak pidana korupsi, tapi kalau dia memilih untuk menerima niat Nadiem, maka akan berarti bahwa ada kejahatan yang terjadi padanya.
 
Oooh, aku rasa gak benar banget! Jaksa penuntut umum ini seriusnya harus banyak uang deh... Nadiem punya hak konstitusional untuk melindungi dirinya juga, kan? Aku pikir kaga ada yang salah dengan itu. Tapi apa sih dengan markup harga Chromebook? Gak jelas sih... Aku rasa Nadiem ini benar-benar korup, tapi aku juga curiga apakah ada yang lain yang ikut bermain di balik kasus ini...
 
Gue penasaran sih mengapa Jaksa penuntut umum punya pendapat seperti itu. Gue rasa Jaksa yang terlalu fokus pada tugasnya sendiri aja, tapi Nadiem juga memiliki hak konstitusional yang harus dipenuhi. Gue pikir proses pembuktian terbalik ini penting agar Nadiem bisa membela dirinya dengan benar. Kalau tidak ada proses ini, gue rasa Jaksa akan punya kesempatan untuk menangkap Nadiem tanpa adanya ketegangan yang wajar. 🤔👀
 
heyyyyyy, aku pikir ini masalah yang serius banget, broooo! Nadiem dianggap korup, tapi dia bilang dia tidak salah, ayo cari bukti yah! Aku pikir ini kasus yang perlu dijabarkan dengan lebih rinci, apa benar-benar ada bukti yang kuat bahwa Nadiem menerima uang itu? aku juga curious, apa sebenarnya markup harga Chromebook itu? siapa-siap ada kejahatan tapi aku ingin tahu apa yang terjadi secara spesifik di sini! 🤔💡
 
wahhh, bikin bingung sih, nadiem kayak ini meminta bukti terbalik tapi jaksanya gak ingin membuktikan apa-apa, itu sama-sama logis, tapi aku pikir ada sesuatu yang salah di sini... nadiem nggak boleh berlindung diri sendiri kan? kenapa harus dijanjikan hak konstitusional? aku rasa kasus ini lebih parah dari yang dikatakan...
 
Pagi kawan 💕, sepertinya jaksa memang benar-benar memperjuangkan haknya sebagai penuntut umum 😅. Tapi kan Nadiem juga memiliki hak konstitusional untuk membela diri dan menunjukkan bahwa dirinya tidak melakukan tindak pidana korupsi 🤔. Sepertinya hakim harus teliti dalam mengambil keputusan ini 👀, karena kasus ini sangat berat dan bisa mempengaruhi reputasi Nadiem di mata masyarakat 😬. Moga-moga hakim bisa membuat keputusan yang adil dan transparan 🙏.
 
Mungkin kalau pak Nadiem bisa bukti yang pasti dia tidak melakukan tindakan korupsi nanti aja sih, tapi kayaknya dia udah memperkuat argumennya dengan melakukan pembuktian terbalik. Saya pikir itu penting agar diadili dengan adil dan transparan ya 🤔💡. Yang penting adalah ada bukti atau tidak ada bukti, tapi kalau pak Nadiem udah meminta hak konstitusionalnya nanti bisa dipertimbangkan juga sih...
 
Gue pikir jaksa penuntut umum sengaja keliru sih... Nadiem memang dibebani dengan banyak uang, tapi itu semua sudah terdaftar di AKB dan Gojek, jadi gue rasa bukti korupsi tidak ada lagi. Kalau jaksa penuntut umum ingin membuktikan hal ini, maka harusnya juga membawa bukti bahwa Nadiem tidak melaporkan uang tersebut pada pemerintah. Gue ragu-ragu sih kalau hakim akan memilih sisi yang benar...
 
ini kasusnya, siapa yang tahu apa benarnya? kalau si Nadiem benar-benar tidak melakukan kejahatan korupsi dan semua itu bukti palsu, maka dia harus dibebaskan dari dugaan tersebut. tapi kalau jaksa benar-benar memiliki bukti yang kuat bahwa Nadiem memperkaya dirinya melalui uang those daya, maka dia tidak boleh melakukan pembuktian terbalik dan harus menerima hukuman yang sesuai dengan kejahatan korupsi. tapi apa jadinya kalau hakim memilih untuk menggabungkan keduanya? aku masih ragu-ragu tentang hal ini, karena masih banyak pertanyaan yang belum terjawab 🤔
 
Pengadilan gini kayaknya sama aja dengan pengadilan di Jakarta atau Bandung, hasilnya sama-sama salah siapa yang kalah. Nadiem kan jujur dia tidak melakukan korupsi, tapi jaksa penuntut umum yang mau memaksakan pembuktian terbalik itu siapa yang salah. Pembuktian terbalik bukan cuma untuk Jaksa, tapi juga untuk pembela, dan di sini pembela sudah benar-benar bebas, kayak nanti dia bisa menggugat jaksa penuntut umum sendiri kalau dia merasa tidak adil 😂
 
Gue pikir gue salah dalam menilai niat Nadiem, tapi kemudian gue rasa gue benar, gak? Kalau bukan, toh nanti siapa yang salah? Gue pikir jaksa sebenarnya tidak membuktikan apa-apa, tapi Nadiem hanya ingin membantu masyarakat dengan teknologi yang bagus. Tapi gue juga rasa Nadiem bisa jadi hanya mencoba manipulasi proses hukum. Dan kalau hakim memutuskan untuk mendukung jaksa, maka itu adalah keputusan yang baik, tapi jika tidak... Gue rasa masih banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum membuat keputusan akhir! 😐💡
 
aku rasa nadiem tidak salah ya! dia kan punya hak untuk memberi tahu kalau dia tidak pernah menerima uang dari pihak yang salah! tapi apa sih dengan sistem ini, rasanya seperti ada sesuatu yang tidak beres... kita harus yakin bahwa dia tidak bersalah dan hanya ingin memberi tahu kebenaran! 🙅‍♂️💼
 
ini salah satu contoh bagaimana sistem hukum Indonesia masih banyak kelemahan... pengadilan punya fungsi apa lagi kalau hanya membiarkan jaksa menuntut dan korban tidak bisa merespon? Nadiem dijadikan korban kasus ini, tapi dia juga ada hak konstitusional untuk memerjuangkan dirinya sendiri. saya berharap agar pengadilan bisa lebih transparan dan adil, jangan hanya membiarkan jaksa menuntut saja...
 
kembali
Top