Pengacara Ariyanto Arnaldo yang dipilih untuk membela dirinya dari tuduhan suap dalam kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO) di Pengadilan Tipikor Jakarta. Pada Sidang Jumat, 23 Januari 2026, Jaksa Penuntut Umum menyoroti BAP dari penyelidikan yang dilakukan oleh Bayhaqi, yaitu adanya daftar mobil mewah yang disita dan dibayar pajak.
Di tengah persidangan, jaksa bertanya apakah ada di antara calon terdakwa, termasuk Ariyanto Arnaldo, yang mengenali jenis-jenis mobil tersebut. Bayhaqi menjawab bahwa ia tahu pengacaranya telah membeli beberapa mobil, yaitu Ferrari Spider, Nissan GTR, dan Mercedes-Benz.
Bayhaqi juga menjelaskan bahwa ia adalah yang bertugas membayarkan pajak kendaraan milik Ariyanto Arnaldo. Jaksa kemudian membacakan BAP tersebut, dimana terdapat daftar 22 mobil mewah, termasuk Ferrari, Land Rover Defender, dan Porsche.
Marcella Santoso, pasangan Ariyanto Arnaldo, meminta daftar tersebut dibacakan di persidangan. Ia juga meminta agar jumlahnya tidak mencapai 22 mobil untuk menghindari kesan bahwa mereka memiliki banyak kekayaan.
Setelah itu, jaksa kemudian bertanya tentang sumber uang pembayaran pajak mobil mewah tersebut, dimana Bayhaqi menjelaskan bahwa ia membelinya dari Titin, bagian keuangan Ariyanto Arnaldo.
Di tengah persidangan, jaksa bertanya apakah ada di antara calon terdakwa, termasuk Ariyanto Arnaldo, yang mengenali jenis-jenis mobil tersebut. Bayhaqi menjawab bahwa ia tahu pengacaranya telah membeli beberapa mobil, yaitu Ferrari Spider, Nissan GTR, dan Mercedes-Benz.
Bayhaqi juga menjelaskan bahwa ia adalah yang bertugas membayarkan pajak kendaraan milik Ariyanto Arnaldo. Jaksa kemudian membacakan BAP tersebut, dimana terdapat daftar 22 mobil mewah, termasuk Ferrari, Land Rover Defender, dan Porsche.
Marcella Santoso, pasangan Ariyanto Arnaldo, meminta daftar tersebut dibacakan di persidangan. Ia juga meminta agar jumlahnya tidak mencapai 22 mobil untuk menghindari kesan bahwa mereka memiliki banyak kekayaan.
Setelah itu, jaksa kemudian bertanya tentang sumber uang pembayaran pajak mobil mewah tersebut, dimana Bayhaqi menjelaskan bahwa ia membelinya dari Titin, bagian keuangan Ariyanto Arnaldo.