Jaksa Agung Janji Setop Kasus Guru Cukur Rambut Siswa di Jambi

Jaksa Agung Janji Setop Kasus Guru Cukur Rambut Siswa di Jambi

Jaksa Agung ST Burhanuddin memastikan pihaknya akan menghentikan kasus guru honorer SD Tri Wulansari yang ditetapkan sebagai tersangka kekerasan anak karena mencukur rambut siswanya. Ia berjanji akan menyetop perkara tersebut apabila berkas perkaranya dilimpangkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Kami akan menghentikan perkara itu jika berkasnya sudah masuk di Kejaksaan," kata Burhanuddin dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI. Ia mengatakan, ada bukti kriminalisasi yang tidak sesuai dengan Undang-Undang KUHP baru.

Desakan dari Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan, meminta Kejaksaan Agung menghentikan kasus tersebut. Dia mengatakan bahwa dalam penanganan kasus ini terdapat bukti yang tidak sesuai dengan Undang-Undang KUHP baru.

Insiden dugaan kekerasan anak yang dilakukan Tri Wulansari berawal pada 8 Januari 2025 di lapangan sekolah saat seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 dikumpulkan. Saat beraudiensi dengan Komisi III DPR, Wulansari mengaku mendapati empat siswa kelas 6 dengan rambut diwarnai. Padahal, sebelumnya para murid telah diingatkan agar menghitamkan rambut sebelum masuk semester baru.

Wulansari, mengatakan tiga anak kooperatif saat rambut mereka dipotong. Namun, ada satu siswa yang memberontak hingga akhirnya dia minta untuk sedikit saja memotong rambut murid tersebut. Wulansari menegaskan bahwa tidak ada kejadian pemukulan hingga menyebabkan siswa tersebut terluka.

Setelah sepulang sekolah, kata Wulansari, orang tua siswa mendatangi rumahnya dengan emosi. Dia mengaku sempat mendapat ancaman dari orang tua siswa tersebut. Keesokan harinya, pihak sekolah berupaya memediasi, meski orang tua siswa menolak dan memilih menempuh jalur hukum.

Laporan kemudian dilayangkan ke Polsek Kumpeh dan berlanjut ke Polres Muaro Jambi hingga dirinya resmi menjadi tersangka.
 
Saya masih belum paham mengapa mereka punya masalah dengan Tri Wulansari, dia cuma mau potong rambut anak-anak agar lebih rapi aja, tapi jadi tersangka apa sih? Kasus ini ternyata sama-sama menyesatkan kan, ada bukti yang tidak sesuai apa lagi. Yang penting adalah trik dari Tri Wulansari itu bagaimana dia bisa menyadari anak-anaknya masih punya rambut diwarnai dan kira-kira berapa banyak juga. Saya berharap kasus ini segera dihentikan danTri Wulansari bisa bersih dari tuduhan yang tidak adil 😊
 
ini kasusnya terlalu panjang, tapi aku rasa harus dihentikan 🤔. aku bayangkan si guru itu apa yang rasanya kalau harus menghadapi hukuman karena kasus ini? tapi juga aku tidak bisa memilih side ni, kalau kamu guru dan kamu buat murid kamu terluka sekena itu apa lagi yang bisa kamu lakukan? tapi aku rasa di sini ada kesalahan pada pihak sekolah atau orang tua kalau mereka tidak mencari solusi yang lebih baik dulu sebelum memilih hukuman. kayaknya harus ada pengecekan lebih lanjut tentang bukti-buktinya 🕵️‍♀️.
 
😩 Kasus guru honorer SD Tri Wulansari yang ditetapkan sebagai tersangka kekerasan anak ternyata masih belum selesai 😕. Jaksa Agung ST Burhanuddin berjanji akan menyetop perkara tersebut apabila berkas perkaranya dilimpangkan ke Kejaksaan Agung, tapi apa benar dia bisa menghentikan kasus ini? 🤔

Saya rasa pihak sekolah dan orang tua siswa kelas 6 itu yang harus bertanggung jawab atas hal ini 😠. Mereka yang menolak untuk berkomunikasi dengan guru Wulansari dan memilih menempuh jalur hukum membuat kasus ini semakin rumit 🤯.

Dan apa yang paling menyayangkan adalah ada bukti kriminalisasi yang tidak sesuai dengan Undang-Undang KUHP baru 🙄. Saya berharap Jaksa Agung bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan adil 💪.
 
Aku pikir kasus ini kayak gitu banget, guru tidak punya kesabaran untuk mengatur rambut anak-anaknya 🤦‍♂️. Tapi, aku juga pikir ada bukti-bukti yang salah dalam kasus ini, mungkin karena tidak pernah melihat sendiri apa yang terjadi di sekolah itu 🤔. Aku harap Jaksa Agung Burhanuddin bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan adil 💼.
 
🤔 kalau kaya aja tidak ada kasus nyata deh 🙄, di sini nggak ada bukti yang cukup untuk menilai siapa yang salah. apa aja sih yang dibutuhkan lagi? 🤷‍♂️
 
kembali
Top