Jadi Guru Besar UGM, Zainal Arifin Mochtar Tunaikan Janji

TANGIS haru menyela upacara pengukuhan Zainal Arifin Mochtar sebagai Guru Besar Hukum Kelembagaan Negara di Balai Senat Universitas Gadjah Mada. Saat itu, ruangan yang sebelumnya dipadati undangan mendadak hening ketika Zainal, akrab disapa Uceng, berhenti sejenak di ujung pidatonya.

Uceng mengenang 2017 sebagai masa paling berat dalam hidupnya, saat sang ayah berpulang. Dua janji terpatri kala itu yaitu merawat ribuan buku peninggalan ayahnya dan menuntaskan perjalanan akademik hingga mencapai jabatan profesor. "Dua-duanya saya tunaikan," ujarnya menahan haru.

Perjalanan panjang seorang akademikus yang dikenal luas karena sikap kritisnya terhadap kekuasaan itu dipenuhi dengan proses panjang dan jatuh bangun. Menurut Uceng, capaian ini bukanlah "batu yang jatuh dari langit," melainkan hasil dari proses tersebut.

Ia mendorong para profesor mengambil peran sebagai intelektual organikโ€”tak selalu hadir di panggung politik, tetapi mampu memperkuat nalar kritis masyarakat. "Tanggung jawab itu kelak akan ditagih," ujarnya.

Sejumlah tokoh hadir dan menyampaikan ucapan selamat untuk Uceng. Mantan Gubernur Jawa Tengah dan calon Presiden di Pemilu 2024 Ganjar Pranowo menilai Uceng konsisten menyuarakan kebenaran berbasis data dan keilmuan.
 
Rasa terharu itu nyata banget, ayo, sekarang Uceng udah jadi guru besar, gimana lagi kalau kita nyesel masa lalu? Aku punya paksaan besar, aku masih ingat waktunya Uceng masih berada di Universitas Gadjah Mada, beliau udah terkenal karena kritiknya. Aku rasa sekarang penghargaannya makin gede banget. Kenapa tidak kita coba ikut menyesali masa lalu, aku yakin kalau kita nyesel itu kan akan menjadi pembelajaran yang berharga.
 
Uceng benar, gurunya ini benar-benar lulus di atas api ๐Ÿ™. Tapi kalau aku pikirnya, ada satu hal yang bikin aku merasa sedih, kenapa dia harus jadi guru besarnya di usia 70? Aku pikir dia sudah bisa nyaman di rumah ๐Ÿ 
 
Ulek-ulek dengerin kata-kata Uceng yang memanggut hati di tengah sidang. Ngerasa sedih tapi juga nggak bisa tidak terharu dengar kisah nyawanya yang panjang. Kalo saya liat, justru bermanfaat banget kan? Ia bukan sekedar mengatakan sesuatu, tapi juga memperkuat nalar kita dengan kebenaran dan ilmu. Nanti kita jadi lebih sadar dan tidak tergoda oleh segala hal yang tidak benar. Jadi, perlu konsisten dalam mengekspresikan diri kita, seperti apa pun cara itu. Kita tidak selalu harus di depan umum, tapi juga bisa di balik layar. Yang penting, kita jaga integritas kita sendiri.
 
Pak, aku pikir ini sangat inspiratif banget! Uceng memang berasal dari keluarga yang kurang mewah, tapi dia bisa jadi seorang profesor dan Guru Besar itu. Aku senang melihat dia tidak pernah menyerah dan selalu fokus pada tujuannya. Ia juga benar-benar peduli dengan kebenaran dan ingin membantu masyarakat.

Aku rasa ini adalah contoh yang baik bagi anak-anak kita saat ini, terutama yang ingin menjadi ilmuwan atau profesional di masa depan. Jangan pernah takut untuk mengambil risiko dan jatuh bangun, karena itu adalah bagian dari proses belajar sendiri.

Aku juga senang melihat Ganjar Pranowo memberikan penghargaan yang positif kepada Uceng. Ini menunjukkan bahwa keilmuan dan kritisitas masih dihargai di masyarakat. Aku harap bisa menginspirasi anak-anak kita untuk menjadi seperti Uceng, yaitu orang yang peduli dengan kebenaran dan ingin membuat perbedaan dalam masyarakat ๐Ÿ˜Š
 
heya, kabar gembira ya kan? Zainal Arifin Mochtar (Uceng) duduk di atas bangku sebagai Guru Besar Hukum Kelembagaan Negara! ๐Ÿ˜Š Saya senang melihat dia tanggung jawabnya dan tidak pernah menyerah, meskipun ada masa-masa yang sulit seperti 2017 yang dialaminya. Menurut saya, jalan-jalannya ke profesor bukanlah mudah, tapi hasilnya sangat berharga! ๐Ÿ™Œ Uceng benar-benar inspiratif untuk kita semua, terutama para profesor dan intelektual muda yang ingin membuat perbedaan. Mereka harus terus menjadi "intelektual organik" yang tidak takut menanggung kritik dan berani menyuarakan kebenaran, seperti yang dilakukan Uceng. Saya yakin dia akan terus menjadi sumber inspirasi bagi kita semua! ๐Ÿ™
 
Saya punya opini tentang ini ๐Ÿค”. Aku pikir kalau kita selalu fokus pada pencapaian akademis, kita lupa pentingnya bagaimana caranya kita bisa membuat pengetahuan itu bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Uceng sendiri kayaknya jujur tentang perjuangannya, tapi aku ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana dia membagi waktu antara penelitiannya dengan kegiatan sosial lainnya ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. Saya rasa sebagai seorang akademisi, kita harus lebih berani untuk mengambil risiko dan mencoba hal-hal baru agar kita bisa membuat perubahan yang signifikan ๐Ÿ’ก.
 
Gak bisa disangkal, si Uceng ini kayaknya benar-benar hebat! ๐Ÿ˜Š Masa-masanya yang sulit itu memang tidak semua orang bisa menangani, tapi dia bisa. Dan apa yang paling penting, dia tidak pernah mengkhianati komitmennya. Masa-masanya yang berat itu malah membuat dia lebih kuat dan cerdas. ๐Ÿ˜Š

Dan yang paling penting, Uceng ini bukan hanya benar-benar memiliki ilmu, tapi juga benar-benar peduli dengan kebenaran. Dia tidak pernah tertekan untuk menyuarakan pendapatnya, bahkan jika itu berarti menantang kekuasaan. ๐Ÿ˜Š

Para profesor yang lain harus terinspirasi dari Uceng ini! Mereka juga harus ingat bahwa tanggung jawab mereka bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tapi juga tentang memperkuat nalar kritis masyarakat. ๐Ÿ™
 
Aku pikir Uceng benar-benar contoh bagaimana caranya bisa menjadi akademis yang sukses tanpa kehilangan semangatnya. Ia nggak pernah menyerah meskipun ada kesulitan, tapi ia terus maju dan berusaha. Saya juga setuju dengan pandangannya tentang pentingnya intelektual organik yang bisa memperkuat nalar kritis masyarakat. Jadi, aku harap Uceng bisa jadi contoh bagi para akademis lainnya untuk tetap fokus dan terus belajar. Saya rasa ini adalah hal positif yang bisa kita ambil dari pengalamannya. ๐Ÿค
 
๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ Uceng itu kayaknya mantap banget! ๐Ÿ™Œ Kalau ayahnya tidak ada lagi, Uceng bisa ngeluhin kekuasaan apa pun! ๐Ÿ˜‚ Tapi serius, perjuangannya sebenarnya kayaknya sederhana banget. Ia hanya ingin memperkuat nalar kritis masyarakat. Kamu tahu kan, kalau kita semua bisa berpikir logis, Indonesia bisa lebih baik! ๐Ÿค“๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
 
ini cerita nyata banget... Zainal Arifin Mochtar kayaknya udah bisa merasakan kesuksesannya ๐Ÿ™Œ. tapi aki Uceng juga terus berjuang, jadi bukan cuma sekedar menerima penghargaan aja ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. aku rasa aku juga punya opini yang sama, sebagai netizen aku pikir kita harus selalu berpartisipasi dalam pembicaraan politik, tapi dengan cara yang lebih santai dan tidak selalu berada di depan umum ๐Ÿ˜…. kita bisa menjadi intelektual organik seperti aki Uceng, tapi juga bisa membuat perbedaan di sektor lain ๐Ÿค. [https://www.kompas.com/read/dunia/2...023/03/15/142e9b45f2d5a4ba/berbagi-kebenaran)
 
Aku rasa apa yang dibicarakan oleh Uceng itu kayaknya benar-benar jarang terjadi dalam hidup banyak orang. Kalau Uceng bisa mengejar impian selama hampir 8 tahun, mungkin gak semua orang punya kesempatan seperti itu. Aku rasa peran para profesor dan intelektual itu penting sekali untuk memperkuat latar belakang keilmuan di Indonesia, tapi aku juga rasa kita harus lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar membahayakan masyarakat, bukan hanya tentang pendidikan dan keilmuan.
 
Wah, kayaknya Uceng gak pernah lupa kenangan masa ayahnya ya ๐Ÿค•. Nanti kalau dikejutin, dia akan jatuh bangun lagi seperti biasa gitu ๐Ÿ˜…. Kalau aku bisa, aku juga ingin menjadi intelektual organik seperti dia, tapi aku rasa aku masih jauh dari tujuan itu ๐Ÿค”. Aku pikir banyak profesor yang dikejutin oleh keberhasilan Uceng, tapi aku rasa mereka juga harusnya punya inspirasi dari diri sendiri, bukan hanya mengikuti jejak orang lain ๐Ÿ’ก.
 
ini kalau Uceng banget aja, dia punya latar belakang panjang untuk menjadi Gb Hukum Kelembagaan Negara, tapi dia jangan sampai kalah dengan tekanan waktu yang seringkali menghampir. aku rasa dia benar-benar inspiratif buat para generasi muda di Indonesia yang ingin masuk ke dunia akademis ๐Ÿ’ช. kita semua harus belajar dari Uceng, yaitu bagaimana jangan membiarkan kesulitan menghentikan impian kita ๐Ÿค”. selamat kepada Uceng, semoga masa depannya panjang dan sukses ๐ŸŽ‰.
 
Wah, aku rasa pilihan Zainal Arifin Mochtar sebagai Guru Besar itu benar-benar layak ๐Ÿ™Œ. Aku punya pengalaman sendiri ketika aku masih study di university, aku sempat merasa frustrasi dengan sistem yang tidak adil ๐Ÿ˜ค. Tapi setelah banyak mencoba dan berjuang, aku akhirnya bisa capai apa yang aku inginkan ๐Ÿ’ช.

Aku rasa Zainal juga jujur tentang pengalamannya ๐Ÿค. Ia mengatakan bahwa perjalanan ke jabatan profesor itu panjang dan sulit, tapi ia tidak menyerah ๐Ÿ˜Œ. Aku pun setuju, karena jika kita ingin membawa perubahan, kita harus siap untuk menghadapi tantangan ๐Ÿ”„.

Aku juga senang mendengar cerita tentang bagaimana Zainal berusaha menjadi intelektual organik ๐Ÿ’ก. Itu artinya bukan hanya sekedar berbicara di depan umum, tapi juga berjuang untuk memperkuat kritisi dan pengetahuan masyarakat ๐Ÿ“š.

Aku harap para profesor di masa depan bisa mengambil contoh dari Zainal dan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat ๐Ÿ’–.
 
Aku suka banget bikin resep nasi goreng, tapi kali ini aku jadi pikir, kenapa nasi goreng gak pernah ada di menu kafe-kafe di Yogyakarta? Sepertinya itu karena semua pilihan menu udah jauh lebih variatif, seperti nasi gurih, sate, atau bahkan es teler. Tapi aku rasa nasi goreng tetap keren, mending ditambahin ke daftar menu, kan?
 
Maksudnya apa yang diharapkan nanti kalau para profesor itu menjadi intelektual organik? ๐Ÿค” Aku bayak senang banget dengerin cerita Uceng, tapi aku juga rasa masih ada hal-hal yang perlu dipikirin. Apa jadi kalau mereka malah hanya mengambil posisi yang nyaman dan tidak mau terlibat dalam kontroversi? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ Aku harap para profesor itu bisa tetap menjadi pemimpin yang murni dan tidak terjebak oleh tekanan dari luar. Jika mereka bisa, pasti Indonesia akan semakin kuat dan maju ๐Ÿ’ช๐Ÿฝ.
 
๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘ Kepada Zainal Arifin Mochtar, saya selalu mengakui dengan bangga ๐Ÿ˜Š, dia adalah contoh yang sangat baik bagi para generasi muda di Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐ŸŒŸ Dengan sikap kritis dan jujur, dia tidak pernah menyerah dalam mencari kebenaran ๐Ÿค”๐Ÿ’ก. Saya yakin, dia akan terus menjadi intelektual yang kuat dalam menghadapi tantangan ๐ŸŒช๏ธ. Semoga dia selalu dapat memperkuat nalar kritis masyarakat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang ๐Ÿ‘๐Ÿผ๐Ÿ’ซ
 
Gue rasa pilihan Uceng itu benar-benar tepat, tapi gue penasaran apa yang membuatnya bisa mencapai hal ini tanpa pernah melewati jalur yang mudah seperti jalan karir di sekolah atau universitas. Gue yakin bahwa capaian seperti ini memang hasil dari proses lama dan kesabaran yang tak terhingga. Dan gue setuju juga dengan Uceng, tapi gue rasa kita perlu berdiskusi lebih lanjut tentang bagaimana kita bisa mendorong para profesor untuk lebih aktif dalam memperkuat nalar kritis masyarakat, karena aku rasa itu adalah salah satu aspek penting yang harus kita hadapi di masa depan ๐Ÿค”
 
Gue rasa ga bisa percaya kalau Uceng benar-benar berhasil jadi Guru Besar itu! Gue tahu dia sih, penggila buku sama penelitian yang nggak pernah menyerah. Ga heran banget dia bisa capai tujuan itu setelah kembali dari masa sulit yang udah bocorkan di media beberapa tahun yang lalu. Kalau gue harus berpendapat, Uceng jadi inspirasi bagi para penuntut ilmu yang ingin membuat perbedaan sama cara mereka nggak perlu takut akan keberhasilan atau kesalahan.
 
kembali
Top