Amerika Serikat (AS) dan negara anggota Dewan Perdamaian Gaza akan melakukan perlucutan senjata Hamas dengan skema "buyback" alias pembelian kembali. Skema ini didanai secara internasional, termasuk dari iuran anggota Dewan Perdamaian Gaza.
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyatakan bahwa AS dan negara anggota Dewan Perdamaian lainnya akan mendesak Hamas untuk melaksanakan demiliterisasi Gaza. Demiliterisasi itu termasuk penghancuran semua fasilitas militer Hamas.
Mike Waltz juga menuturkan bahwa demiliterisasi ini akan diawasi secara "internasional dan independen". Perlucutan senjata juga akan melibatkan skema pembelian kembali dan reintegrasi untuk setiap penyerahan senjata.
Skema buyback yang dimaksud oleh Mike Waltz adalah pemberian kompensasi kepada setiap anggota Hamas yang menyerahkan senjatanya. Kompensasi ini dapat berupa amnesti, uang, atau pekerjaan.
Hamas telah disebut telah setuju untuk melakukan pembahasan perlucutan senjatanya, tetapi masih belum membahasnya dengan faksi-faksi Palestina lain dan dengan mediator.
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyatakan bahwa AS dan negara anggota Dewan Perdamaian lainnya akan mendesak Hamas untuk melaksanakan demiliterisasi Gaza. Demiliterisasi itu termasuk penghancuran semua fasilitas militer Hamas.
Mike Waltz juga menuturkan bahwa demiliterisasi ini akan diawasi secara "internasional dan independen". Perlucutan senjata juga akan melibatkan skema pembelian kembali dan reintegrasi untuk setiap penyerahan senjata.
Skema buyback yang dimaksud oleh Mike Waltz adalah pemberian kompensasi kepada setiap anggota Hamas yang menyerahkan senjatanya. Kompensasi ini dapat berupa amnesti, uang, atau pekerjaan.
Hamas telah disebut telah setuju untuk melakukan pembahasan perlucutan senjatanya, tetapi masih belum membahasnya dengan faksi-faksi Palestina lain dan dengan mediator.