Yahya Cholil Staquf, ketua umum PBNU, mengungkapkan bahwa pencalonannya sebagai calon kepemimpinan NU pada Muktamar mendatang akan mengikuti hasil keputusan dari pengurus cabang. Ia menegaskan bahwa sejak ditetapkan sebagai ketum PBNU pada Muktamar ke-34 2021, dirinya sudah menyerahkan seluruh keputusan organisasi kepada PBNU dan jamiyah NU.
"Sebetulnya sudah tidak ada lagi Yahya Cholil Staquf. Yang ada tinggal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan jam'iyah Nahdlatul Ulama. Apa pun yang terjadi di dalam Muktamar, itulah hasil dari aspirasi seluruh cabang," katayahnya.
Menurutnya, sebelum menggelar Muktamar, ada sejumlah tahapan yang harus dilalui, seperti menyiapkan materi pembahasan dan menetapkan tempat dan waktu pelaksanaan Muktamar. Tahapan-tahapan itu disebutnya harus ditetapkan melalui forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU.
"Munas dan Konbes itu adalah musyawarah di antara para ulama-ulama di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dan Konferensi Besar itu adalah forum dari pengurus-pengurus wilayah Nahdlatul Ulama dari seluruh Indonesia," jelasnya.
Yahya juga menjelaskan bahwa persiapan-persiapan pelaksanaan dua forum itu sudah dimulai akhir-akhir ini. Menurutnya, Munas dan Konbes itu kemungkinan akan digelar setelah Ramadhan, sedangkan Muktamar direncanakan digelar pada Juli atau Agustus 2026.
"Saya kira ini adalah ancar-ancar untuk memberi panduan kepada kami, secepat apa yang kami harus kerjakan untuk mempersiapkan semua itu supaya bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya," tuturnya.
"Sebetulnya sudah tidak ada lagi Yahya Cholil Staquf. Yang ada tinggal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan jam'iyah Nahdlatul Ulama. Apa pun yang terjadi di dalam Muktamar, itulah hasil dari aspirasi seluruh cabang," katayahnya.
Menurutnya, sebelum menggelar Muktamar, ada sejumlah tahapan yang harus dilalui, seperti menyiapkan materi pembahasan dan menetapkan tempat dan waktu pelaksanaan Muktamar. Tahapan-tahapan itu disebutnya harus ditetapkan melalui forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU.
"Munas dan Konbes itu adalah musyawarah di antara para ulama-ulama di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dan Konferensi Besar itu adalah forum dari pengurus-pengurus wilayah Nahdlatul Ulama dari seluruh Indonesia," jelasnya.
Yahya juga menjelaskan bahwa persiapan-persiapan pelaksanaan dua forum itu sudah dimulai akhir-akhir ini. Menurutnya, Munas dan Konbes itu kemungkinan akan digelar setelah Ramadhan, sedangkan Muktamar direncanakan digelar pada Juli atau Agustus 2026.
"Saya kira ini adalah ancar-ancar untuk memberi panduan kepada kami, secepat apa yang kami harus kerjakan untuk mempersiapkan semua itu supaya bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya," tuturnya.