"Presiden Prabowo Subianto Meneruskan Reshuffle Kabinet, Tidak Dipengaruhi Gossip"
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, secara berkelanjutan melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya dalam pelaksanaan program dan tugas di kementerian serta lembaga. Namun, perombakan jajaran menteri atau reshuffle kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden yang tidak dipengaruhi oleh gosip.
Menurut Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, "Bilamana kemudian Bapak Presiden misalnya merasa perlu melakukan perbaikan atau perlu melakukan pergantian, ya itu sepenuhnya beliau yang tahu". Ia menjelaskan bahwa evaluasi tersebut tidak dilakukan melalui forum khusus, tetapi lebih seperti penilaian secara terus-menerus yang hanya dimiliki oleh Presiden.
Isu reshuffle kembali mencuat ke publik setelah kosongnya kursi Wakil Menteri Keuangan yang ditinggalkan Thomas Djiwandono usai terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Namun, Prasetyo menegaskan bahwa Presiden hanya akan melakukan reshuffle jika memang terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki dalam jalannya pemerintahan.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya memberi sinyal bahwa pengganti Thomas akan dilantik pada Februari. Ia juga menyatakan bahwa hanya satu nama yang beredar dalam bursa calon Wakil Menteri Keuangan, yaitu Juda Agung.
Namun, Prasetyo menegaskan bahwa tidak ada asesmen terhadap calon Wamenkeu yang dilakukan oleh pihak istana. Ia hanya mengatakan bahwa "tanya dalam aja [Istana] yang mau tahu bocorannya".
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, secara berkelanjutan melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya dalam pelaksanaan program dan tugas di kementerian serta lembaga. Namun, perombakan jajaran menteri atau reshuffle kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden yang tidak dipengaruhi oleh gosip.
Menurut Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, "Bilamana kemudian Bapak Presiden misalnya merasa perlu melakukan perbaikan atau perlu melakukan pergantian, ya itu sepenuhnya beliau yang tahu". Ia menjelaskan bahwa evaluasi tersebut tidak dilakukan melalui forum khusus, tetapi lebih seperti penilaian secara terus-menerus yang hanya dimiliki oleh Presiden.
Isu reshuffle kembali mencuat ke publik setelah kosongnya kursi Wakil Menteri Keuangan yang ditinggalkan Thomas Djiwandono usai terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Namun, Prasetyo menegaskan bahwa Presiden hanya akan melakukan reshuffle jika memang terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki dalam jalannya pemerintahan.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya memberi sinyal bahwa pengganti Thomas akan dilantik pada Februari. Ia juga menyatakan bahwa hanya satu nama yang beredar dalam bursa calon Wakil Menteri Keuangan, yaitu Juda Agung.
Namun, Prasetyo menegaskan bahwa tidak ada asesmen terhadap calon Wamenkeu yang dilakukan oleh pihak istana. Ia hanya mengatakan bahwa "tanya dalam aja [Istana] yang mau tahu bocorannya".