PDIP Usulkan E-Voting, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Pernah Lagi Mendiskusikan Hal Ini Sebelumnya
Bahkan sudah lama diperdebatkan, istilah e-voting dalam konteks pemilihan umum di Indonesia masih banyak yang meragukan. Karena teknologi ini sebenarnya bukanlah hal baru dan telah sering dibahas selama ini dalam setiap evaluasi sistem kepemiluan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan bahwa pemerintah menganggap kajian e-voting sebagai keharusan yang harus dilakukan secara komprehensif. Namun, perlu diingat bahwa kajian tersebut harus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak dan mempertimbangkan kepentingan nasional.
Menurut Prasetyo, sistem yang akan diterapkan harus sesuai dengan karakter dan budaya bangsa Indonesia. Artinya, teknologi ini tidak boleh meniru praktik di negara lain, melainkan harus sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masyarakat Indonesia sendiri.
Menurut dia, e-voting sebenarnya telah menjadi salah satu pokok bahasan selama ini dalam setiap evaluasi sistem kepemiluan. Bahkan proses rekapitulasi suara yang dilakukan secara manual masih dianggap memakan waktu panjang dan perlu digitalisasi.
Prasetyo juga menekankan pentingnya berbagai pihak, termasuk DPR, partai politik, dan akademisi, untuk bersama-sama merumuskan sistem pemilu yang paling tepat bagi Indonesia.
Bahkan sudah lama diperdebatkan, istilah e-voting dalam konteks pemilihan umum di Indonesia masih banyak yang meragukan. Karena teknologi ini sebenarnya bukanlah hal baru dan telah sering dibahas selama ini dalam setiap evaluasi sistem kepemiluan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan bahwa pemerintah menganggap kajian e-voting sebagai keharusan yang harus dilakukan secara komprehensif. Namun, perlu diingat bahwa kajian tersebut harus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak dan mempertimbangkan kepentingan nasional.
Menurut Prasetyo, sistem yang akan diterapkan harus sesuai dengan karakter dan budaya bangsa Indonesia. Artinya, teknologi ini tidak boleh meniru praktik di negara lain, melainkan harus sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masyarakat Indonesia sendiri.
Menurut dia, e-voting sebenarnya telah menjadi salah satu pokok bahasan selama ini dalam setiap evaluasi sistem kepemiluan. Bahkan proses rekapitulasi suara yang dilakukan secara manual masih dianggap memakan waktu panjang dan perlu digitalisasi.
Prasetyo juga menekankan pentingnya berbagai pihak, termasuk DPR, partai politik, dan akademisi, untuk bersama-sama merumuskan sistem pemilu yang paling tepat bagi Indonesia.