Presiden Prabowo memanggil Donald Trump, tapi bukan sekedar memanggil. Sebenarnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang diawasi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ini adalah pemimpin Dewan Perdamaian. Dan Indonesia, bersama dengan tujuh negara lainnya, memutuskan bergabung dalam pergerakan tersebut.
Pemanggilan Presiden Trump dan kehadirannya di Jakarta dipertahankan bahwa tujuan utama dari kehadiran itu adalah mendukung perdamaian di Gaza. Prasetyo Hadi, yang merupakan Menteri Sekretaris Negara saat itu, berbicara mengenai hal ini.
Menurut Prasetyo Hadi, Indonesia sebenarnya memiliki keinginan untuk bergabung dalam pergerakan tersebut, tetapi ada beberapa aspek formil yang harus dikonsultasikan dengan lembaga-lembaga terkait. "Ya, kita akan bergabung kalau memang itu kita diminta untuk bergabung," kata Prasetyo Hadi saat di Kompleks Istana Negara. "Tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza."
Selain Indonesia, tujuh negara lain juga menyetujui kehadiran Presiden Trump dan berdecak dengan memutuskan bergabung dalam pergerakan tersebut. Yaitu Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Para menteri dari delapan negara menandatangani dokumen keanggotaan Dewan Perdamaian yang diawasi oleh Presiden Trump. Dalam pernyataan bersama mereka menyebutkan bahwa dukungan terhadap upaya perdamaian tersebut dan komitmen mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi.
"Sebagaimana diuraikan dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza dan didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2803," tulis pernyataan bersama tersebut.
Pemanggilan Presiden Trump dan kehadirannya di Jakarta dipertahankan bahwa tujuan utama dari kehadiran itu adalah mendukung perdamaian di Gaza. Prasetyo Hadi, yang merupakan Menteri Sekretaris Negara saat itu, berbicara mengenai hal ini.
Menurut Prasetyo Hadi, Indonesia sebenarnya memiliki keinginan untuk bergabung dalam pergerakan tersebut, tetapi ada beberapa aspek formil yang harus dikonsultasikan dengan lembaga-lembaga terkait. "Ya, kita akan bergabung kalau memang itu kita diminta untuk bergabung," kata Prasetyo Hadi saat di Kompleks Istana Negara. "Tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza."
Selain Indonesia, tujuh negara lain juga menyetujui kehadiran Presiden Trump dan berdecak dengan memutuskan bergabung dalam pergerakan tersebut. Yaitu Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Para menteri dari delapan negara menandatangani dokumen keanggotaan Dewan Perdamaian yang diawasi oleh Presiden Trump. Dalam pernyataan bersama mereka menyebutkan bahwa dukungan terhadap upaya perdamaian tersebut dan komitmen mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi.
"Sebagaimana diuraikan dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza dan didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2803," tulis pernyataan bersama tersebut.