Istana Jelaskan Urgensi Aturan Pelibatan TNI dalam Tangani Terorisme

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi, membahas pelibatan TNI dalam penanganan terorisme. Ia mengatakan pembahasan dilakukan secara mendalam untuk memastikan pelibatan TNI tetap berada dalam koridor tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang diatur oleh peraturan perundang-undangan.

"Justru di situ semua saling dilihat kan, apa yang menjadi tugas pokok, kemudian juga dilihat satu skala. Kedua, memang mau tidak mau kita menyadari bahwa segala sesuatu berkembang, termasuk dalam hal dunia terorisme itu juga berkembang," imbuhnya.

Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah akan berhati-hati membahas Perpres tersebut untuk menjaga prinsip profesionalisme dan akuntabilitas dalam penanganan terorisme. Di situ kemudian dibutuhkan aturan-aturan dan dibutuhkan penanganan-penanganan yang dapat mengantisipasi hal tersebut.

Pemerintah juga menyatakan bahwa pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara, terutama jika ancaman sudah bersifat masif atau melibatkan pihak asing.
 
Gue kira kalau di era teknologi ini, TNI udah bisa ngelola terorisme dengan lebih baik nih... tapi Prasetyo lagi nanggung, bikin saya penasaran. Apa yang salah sih? Kenapa mereka harus berhati-hati ngelah sudah ada aturan-aturan yang jelas? Gue pikir di era ini, kita udah terlalu banyak sinyal jangan lupa kewajiban...
 
Aku rasa gampang banget sih kalo pemerintah bikin aturan-aturan yang jelas tentang bagaimana cara TNI nempel dan tidak nempel dalam penanganan terorisme. Aku yakin banyak orang yang khawatir karena kalau TNI kurang berkomitmen, bisa jadi aksi terorisme pun makin gila 🤯. Tapi aku juga pikir ada keuntungan dari situ, yaitu kalau pemerintah bikin aturan yang ketat, maka semestinya TNI akan lebih profesional dan tidak ada lagi kasus korupsi atau kekerasan 😒.
 
Aku pikir gampang banget pemerintah memperluas tugas TNI dalam penanganan terorisme. Apalagi kalau ancaman itu already besar, nggak usah bingung sih. Aku juga rasa aturan-aturan yang dibuat di sini cukup logis, kalau tidak sih bagaimana nanti kita bisa mengantisipasi dan siap untuk terhadap aksi-aksi terorisme yang bisa melibatkan pihak asing.

Tapi, aku juga khawatir ada kesan bahwa TNI akan menjadi lebih agresif dalam penanganan terorisme. Apalagi kalau kita nggak perlu, itu bisa jadi memperburuk situasi dan membuat banyak orang menjadi curiga. Aku berharap pemerintah bisa segera menyusun strategi yang benar-benar tepat dan tidak memekakan kebebasan seseorang. 🤔
 
Aku pikir yang salahnya ini adalah kita serius banget dengan kerja sama antara TNI dan polisi setempat untuk penanggulangan terorisme, tapi giliran sekarang siapa yang bakal memastikin kerja sama itu tidak jadi masalah? Kita udah banyak melihat contoh di mana kerja sama itu berakhir dengan gacor. Jadi, aku pikir kita harus lebih teliti dalam mengatur peraturan-peraturannya nih 🤔.
 
Menteri Prasetyo Hadi benar-benar salah satu yang harus diikuti oleh kita semua, kamu nggak pernah tahu nanti siapa siapa yang jadi Menteri atau apa yang terjadi nanti. Itu adalah contoh pemerintah yang proaktif dan mengutamakan keselamatan rakyatnya. Yang penting bukan siapa saja yang dianggap sebagai "tangan kanan" TNI, tapi bagaimana kita bisa bersatu dan menghadapi ancaman itu sama-sama.
 
Mengenai pernyataan Prasetyo Hadi itu, saya pikir masih banyak yang tidak jelas banget... TNI dalam penanganan terorisme? Apa sih yang salah dengan polisi biasa saja? Saya ragu-ragu kalau kita buat TNI hanya untuk kegiatan-kegiatan negatif, bikin lebih sulit untuk membedakan apa yang benar dan salah. Dan siapa nih yang bertanggung jawab kalau ada kesalahan dalam penanganan terorisme? Kita harus berhati-hati, tapi gak usah membuat TNI menjadi sekedar 'tangguh' saja... 🤔
 
Hehe, ayo kabar, apa kabar? Saya lagi nonton drama di TV nanti, drama yang bikin saya sengaja lupa diajak omong-omongan tentang perubahan aturan TNI... nggak kapan nempel aja. Meningkatnya terorisme kayak gini kayak mobil-mobil lambaian di Jakarta, kalo nggak bisa mengatur maka semua mobil aja masuk ke jalur parkir yang sama, wajahnya kayak banjir.
 
Gue pikir ini masuk akal, TNI itu perlu ada di balik skenernya. Mereka siapa yang paling dekat dengan situasi di lapangan, jadi kalau mau tidak mau kita butuh mereka untuk mengantisipasi terorisme. Akan tapi, harusnya ada batas-batas yang jelas, gue tak ingin melihat TNI malah menjadi masalah. Perlu ada aturan-aturan yang ketat agar mereka tetap profesional dan tidak bisa berlompat-lompat. Kalau gak ada aturan itu, gue tak percaya kalau pemerintah bisa mengantisipasi apa-apa dari aksi TNI dalam penanggulangan terorisme
 
Kalau suatu saat kita harus memilih antara kepentingan diri kita sendiri dan yang baik untuk bangsa... itu bukanlah pilihan yang sulit! 🤔

Teman-teman kita pasti sudah lihat, apa yang kita lakukan sekarang akan menjadi contoh bagi generasi mendatang. Mari kita jaga agar Indonesia selalu menjadi negara yang sejahtera dan aman bagi semua rakyatnya. 💕
 
ini gampang aja, kalau gak ada regulasi, TNI akan jadi bebas bereksperimen, siapa tahu malah salah arah. tapi aku rasa itu terlalu banyak tekanan juga, harusnya diberi ruang untuk bergerak, bukannya semuanya harus diatur dengan baik? kalau mau nanti hanya TNI yang bisa ngelola terorisme, sih apa karna gue tahu ada lagi pihak yang harus ikut campur, kayaknya jadi kacau.
 
Maaf banget kalau menteri ini sedang bicaranya tentang terorisme. Sebenarnya, aku pikir kalau TNI harus fokus lebih padat dalam mengantisipasi aksi-aksi terorisme di daerah-daerah yang sudah terlalu aman. Aku rasa lebih baik jangan membiarkan TNI terlalu banyak terlibat dalam urusan-urusan seperti ini, karena itu bisa membuat mereka tidak fokus pada utama tugasnya ya.
 
Gue senang banget kalau pemerintah jadi lebih teliti dalam mengatur pelibatan TNI dalam penanganan terorisme 🙌. Sebenarnya, gue pikir itu bagus karena kita semua harus selalu waspada dan siap untuk menghadapi berbagai ancaman yang bisa muncul di masa depan 💡. Tapi, kalau kita jadi terlalu serius dengan segala regulasi dan aturan, maka kita bisa jadi lupa bahwa kita harus bekerja sama dengan satu tim 🤝. Jadi, semoga pemerintah bisa menemukan keseimbangan yang tepat dalam mengatur pelibatan TNI dan membuat penanggulangan terorisme menjadi lebih efektif 💪.
 
Gak percaya kalau Mensesneg ga punya strategi yang matang untuk mengantisipasi terorisme. Saya pikir kalau TNI harus diatur dengan lebih ketat lagi, tapi juga harus ada kemampuan untuk beradaptasi dengar situasi yang cepat berubah. Kalau perlu, mungkin perlu ada program pengembangan yang lebih banyak untuk memastikan TNI siap menghadapi ancaman terorisme.
 
Gue pikir ini tapi gue rasa ada yang salah... kalau TNI jadi begitu "berada dalam koridor tugas pokok" itu bukan artinya gue bermaksud TNI udah bisa bebas bekerja apa saja kan?

Gue khawatir kalau ada aturan-aturan yang terlalu ketat, nanti TNI jadi tidak mau berani atau tidak mau berbicara tentang sesuatu yang benar-benar penting. Dan gue juga rasa perlu ada transparansi dan kejawen dalam penanganan terorisme, bukan hanya "prinsip profesionalisme" aja, tapi juga kita harus bisa bekerja sama dengan masyarakat dan bersikap jujur tentang apa yang terjadi.

Gue rasa ini salah satu hal yang bikin kita Indonesia sulit untuk menangani masalah-masalah seperti terorisme nanti, kalau kita udah lupa bagaimana cara kerja di tengah-tengah kemacetan seperti itu...
 
aku pikir ini semua bikin rasa tidak enak di lidah, ya? kalo kita bilang bahwa TNI sudah ada koridor tugas pokok dan fungsi yang jelas, tapi kemudian ada hal-hal lain yang "terselip" di belakangnya... itu gampang-gampangkan deh sih! tapi aku pikir ini lebih kompleks dari itu. aku pikir ada sesuatu yang tidak terungkap di balik semua keseluruhan ini, mungkin ada hubungan antara pemerintah dan TNI yang lebih dalam daripada apa yang kita lihat di depan mata. jadi, aku akan tetap waspada dan menunggu untuk melihat bagaimana semua ini berakhir ya 🤔
 
Saya pikir Menteri Prasetyo Hadi punya pemikiran yang agak ketinggalan zaman lagi, ya? Kita ingat aja kalau 2005-2008 masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono masih berlalu, tapi aku rasa Menteri Prasetyo masih terlalu fokus dengan keamanan nasional, gampangnya lupa dengan aspek sosial dan ekonomi ya...

Selain itu, aku pikir Menteri Prasetyo juga lewatin aspek penanganan terorisme di daerah-daerah pedalaman yang kurang terlihat, padahal itu adalah sumber dari terorisme di Indonesia. Kita harusnya lebih fokus pada hal-hal tersebut untuk mencegah terjadinya kekerasan lagi...
 
Saya rasa pemerintah benar-benar peduli dengan penanganan terorisme di Indonesia, tapi sepertinya tidak mencoba untuk memahami bahwa TNI juga bisa diarahkan oleh aturan-aturan yang kompleks 😐. Saya ingat waktu lama, sebelum ada Mensesneg, TNI sudah banyak menghadapi masalah terkait penanganan terorisme, tapi gak ada kebijakan yang jelas tentang bagaimana caranya mengantisipasi dan menanggulangi ancaman tersebut.

Saya setuju bahwa kedaulatan dan keamanan negara harus diutamakan, tapi kita juga harus mencoba untuk memahami bahwa TNI bukan hanya sekedar pasukan yang dapat digunakan secara tidak bertanggung jawab. Kita perlu mencoba untuk membuat aturan-aturan yang lebih baik dan lebih efektif dalam penanganan terorisme, biar kita bisa saling percaya dan bekerja sama dengan baik. 🤝
 
Gue pikir kalau Menteri Sekretaris Negara itu benar-benar teliti dalam membahas pelibatan TNI dalam penanganan terorisme. Kalau memang harus diantisipasi aja apa-apa yang bisa menyerang keamanan negri, kenapa tidak? Gue pikir itu bagus banget. Tapi, kalau mau juga diawasi nggak ada tindakan yang salah, itu juga patut.

Gue penasaran apa aja "tupoksi" yang harus dipenuhi oleh TNI dalam penanganan terorisme. Gue harap pemerintah bisa memberitahu lebih banyak tentang itu, supaya kita bisa memahami bagaimana cara kerjanya dan bagaimana cara mengantisipasi terjadinya terorisme.

Gue juga setuju bahwa kedaulatan dan keamanan negara harus diutamakan. Kalau tidak ada keamanan, apa yang akan dilakukan siap apalagi? Gue pikir itu sangat penting untuk diwaspadai dan diantisipasi.
 
aku pikir kalau giliran TNI buka kerahasiaannya sendiri tentang apa yang terjadi di dalam organisasi mereka aja, kan? mungkin mau tidak mau kita lihat ada sesuatu yang salah di dalam sistem pengawasan yang ada, tapi jangan diikuti oleh rahasia yang begitu tebal seperti ini. selama giliran TNI buka diri sendiri, aku yakin kita semua bisa sadar apa yang benar dan apa yang salah, dan kita bisa terus mendukung pemerintah dengan cara yang tepat.
 
kembali
Top