Teror di kalangan aktivis kritik pemerintah
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta semua dilakukan investigasi terkait kasus dugaan teror yang dialami oleh aktivis dan influencer yang melakukan kritik ke pemerintah. Ia menyatakan bahwa dugaan teror tersebut perlu ditindaklanjuti melalui proses investigasi, namun juga menekankan pentingnya penyampaian kritik, masukan, dan koreksi terhadap kebijakan pemerintah melalui jalur-jalur komunikasi yang telah dibangun.
Menurut Prasetyo, pemerintah tidak menghendaki adanya praktik teror dalam bentuk apa pun. Ia memandang persoalan tersebut sebagai bagian dari proses pendewasaan berdemokrasi, di mana perbedaan pandangan dan kritik seharusnya disampaikan secara baik tanpa tekanan atau intimidasi.
Presiden Prabowo juga turut menaruh keprihatinan atas adanya dugaan praktik teror tersebut. Ia menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin melihat adanya praktik teror dalam bentuk apa pun, dan bahwa penyampaian kritik harus dilakukan secara baik tanpa intimidasi.
Kasus-kasus teror yang dialami oleh aktivis dan influencer tersebut termasuk pengiriman bangkai ayam ke rumah mereka dengan pesan ancaman, lemparan telur mentah di depan rumah, coretan cat semprot di kendaraan, serta gulungan kertas berisi pesan intimidasi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta semua dilakukan investigasi terkait kasus dugaan teror yang dialami oleh aktivis dan influencer yang melakukan kritik ke pemerintah. Ia menyatakan bahwa dugaan teror tersebut perlu ditindaklanjuti melalui proses investigasi, namun juga menekankan pentingnya penyampaian kritik, masukan, dan koreksi terhadap kebijakan pemerintah melalui jalur-jalur komunikasi yang telah dibangun.
Menurut Prasetyo, pemerintah tidak menghendaki adanya praktik teror dalam bentuk apa pun. Ia memandang persoalan tersebut sebagai bagian dari proses pendewasaan berdemokrasi, di mana perbedaan pandangan dan kritik seharusnya disampaikan secara baik tanpa tekanan atau intimidasi.
Presiden Prabowo juga turut menaruh keprihatinan atas adanya dugaan praktik teror tersebut. Ia menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin melihat adanya praktik teror dalam bentuk apa pun, dan bahwa penyampaian kritik harus dilakukan secara baik tanpa intimidasi.
Kasus-kasus teror yang dialami oleh aktivis dan influencer tersebut termasuk pengiriman bangkai ayam ke rumah mereka dengan pesan ancaman, lemparan telur mentah di depan rumah, coretan cat semprot di kendaraan, serta gulungan kertas berisi pesan intimidasi.