Gereja Israel Mengadakan Perayaan Penutupan Jasad Pahlawan Gazanya, Ran Gvili
Meitar (TMPO), 2 April 2025 - Gereja Israel mengadakan perayaan penutupan jasad pahlawan Gazanya, Ran Gvili, di Meitar, selatan Israel. Perayaan tersebut dihadiri oleh ribuan orang, termasuk polisi dan tentara Israel.
Ran Gvili, seorang pramugara polisi berusia 24 tahun, meninggal dalam serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023, yang menyebabkan mati 1.200 orang di Gaza, menurut jumlah Israel. Pahlawan Gazanya tersebut dibawa ke Gaza bersama 250 orang tahanan lainnya.
Kematiannya dibawa kembali ke Israel pada hari Rabu oleh pasukan Israel dan disambut dengan perayaan. Ia kemudian dimakamkan di sebuah makam di Meitar, setelah dikibarkan di atas sebuah banner yang menampilkan foto Gvili.
Presiden Isaac Herzog berkata bahwa negara Israel sangat menghormati Gvili dan minta maaf karena tidak hadir di tempat lahirnya. Ia juga menyatakan bahwa perayaan tersebut adalah untuk mengenang jasa-jasanya sebagai pahlawan Gazanya.
Pemimpin oposisi, Benjamin Netanyahu, berkata bahwa perayaan tersebut adalah untuk mengingatkan keberanian dan semangat Gvili dalam menentang Hamas. Ia juga menyatakan bahwa Israel akan melanjutkan upaya untuk menghancurkan Hamas dan demilitarisasi Gaza.
Namun, masih banyak orang Gazanya yang belum mendapatkan akses ke raaf border, yang dibuka kembali setelah jasad Gvili dibawa kembali ke Israel. Ali Abu Al-Eish, seorang warga Rafah, berkata bahwa ia masih menunggu akses ke raaf border untuk mengakses rumah sakit karena terlalu lama.
Gereja Israel juga membicarakan tentang persyaratan kediaman Gaza yang harus dipecahkan sebelum proses pemulihan dapat dilanjutkan.
Meitar (TMPO), 2 April 2025 - Gereja Israel mengadakan perayaan penutupan jasad pahlawan Gazanya, Ran Gvili, di Meitar, selatan Israel. Perayaan tersebut dihadiri oleh ribuan orang, termasuk polisi dan tentara Israel.
Ran Gvili, seorang pramugara polisi berusia 24 tahun, meninggal dalam serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023, yang menyebabkan mati 1.200 orang di Gaza, menurut jumlah Israel. Pahlawan Gazanya tersebut dibawa ke Gaza bersama 250 orang tahanan lainnya.
Kematiannya dibawa kembali ke Israel pada hari Rabu oleh pasukan Israel dan disambut dengan perayaan. Ia kemudian dimakamkan di sebuah makam di Meitar, setelah dikibarkan di atas sebuah banner yang menampilkan foto Gvili.
Presiden Isaac Herzog berkata bahwa negara Israel sangat menghormati Gvili dan minta maaf karena tidak hadir di tempat lahirnya. Ia juga menyatakan bahwa perayaan tersebut adalah untuk mengenang jasa-jasanya sebagai pahlawan Gazanya.
Pemimpin oposisi, Benjamin Netanyahu, berkata bahwa perayaan tersebut adalah untuk mengingatkan keberanian dan semangat Gvili dalam menentang Hamas. Ia juga menyatakan bahwa Israel akan melanjutkan upaya untuk menghancurkan Hamas dan demilitarisasi Gaza.
Namun, masih banyak orang Gazanya yang belum mendapatkan akses ke raaf border, yang dibuka kembali setelah jasad Gvili dibawa kembali ke Israel. Ali Abu Al-Eish, seorang warga Rafah, berkata bahwa ia masih menunggu akses ke raaf border untuk mengakses rumah sakit karena terlalu lama.
Gereja Israel juga membicarakan tentang persyaratan kediaman Gaza yang harus dipecahkan sebelum proses pemulihan dapat dilanjutkan.