Presiden Prabowo Subianto telah memamerkan konsep "Prabowonomics" dalam pidatonya di World Economic Forum Annual Meeting 2026, di Davos, Swiss. Konsep ini merupakan pendekatan pembangunan ekonomi yang menekankan kemandirian dan ketahanan nasional sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang.
Menurut Prabowo, Prabowonomics berfokus pada penguatan kedaulatan pangan dan energi, serta peningkatan daya saing industri nasional agar Indonesia tidak bergantung pada impor dan lebih mampu menghadapi guncangan global. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, yang dipandang perlu untuk menciptakan lapangan kerja dalam skala besar dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyebut pentingnya perdamaian dunia di tengah kondisi global yang tidak pasti. Ia menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas adalah hal paling berharga dalam situasi seperti ini.
Selain itu, Prabowo juga pamerkan program-program yang telah dilakukan oleh pemerintahnya, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berkembang pesat dan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja. Ia juga menyebut Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dan menargetkan swasembada pangan lainnya sebagai bagian dari kedaulatan nasional.
Prabowo juga menjelaskan bahwa pemerintah telah membentuk "sovereign wealth fund" bernama Danantara Indonesia yang bertujuan mengelola kekayaan negara secara profesional untuk membiayai pembangunan masa depan dan menjadikan Indonesia mitra setara bagi investor global. Melalui Danantara, pemerintah tidak lagi hanya menawarkan stabilitas, tetapi juga peluang.
Di akhir pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka bagi investasi asing dan domestik, dengan menjamin stabilitas dan kepastian hukum berbasis kebijakan yang terbukti efektif.
Menurut Prabowo, Prabowonomics berfokus pada penguatan kedaulatan pangan dan energi, serta peningkatan daya saing industri nasional agar Indonesia tidak bergantung pada impor dan lebih mampu menghadapi guncangan global. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, yang dipandang perlu untuk menciptakan lapangan kerja dalam skala besar dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyebut pentingnya perdamaian dunia di tengah kondisi global yang tidak pasti. Ia menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas adalah hal paling berharga dalam situasi seperti ini.
Selain itu, Prabowo juga pamerkan program-program yang telah dilakukan oleh pemerintahnya, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berkembang pesat dan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja. Ia juga menyebut Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dan menargetkan swasembada pangan lainnya sebagai bagian dari kedaulatan nasional.
Prabowo juga menjelaskan bahwa pemerintah telah membentuk "sovereign wealth fund" bernama Danantara Indonesia yang bertujuan mengelola kekayaan negara secara profesional untuk membiayai pembangunan masa depan dan menjadikan Indonesia mitra setara bagi investor global. Melalui Danantara, pemerintah tidak lagi hanya menawarkan stabilitas, tetapi juga peluang.
Di akhir pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka bagi investasi asing dan domestik, dengan menjamin stabilitas dan kepastian hukum berbasis kebijakan yang terbukti efektif.