Dalam sidang World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, di Dafoh, Swiss, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, alias Prabowo Subianto, menekankan konsep Prabowonomics sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi pemerintahannya. Prabowonomics ini mencakup penguatan kedaulatan pangan dan energi serta peningkatan daya saing industri nasional.
"Kita tidak bergantung pada impor, tapi kita bisa menghadapi guncangan global dengan lebih baik," kata Prabowo. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia targetkan 8 persen untuk menciptakan lapangan kerja dalam skala besar dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sidang WEF Annual Meeting ini, Presiden Prabowo juga menyampaikan beberapa poin penting. Pertama, ia menekankan pentingnya perdamaian dunia yang dihadapi pada saat ini. "Perdamaian dan stabilitas adalah hal paling berharga," kata Prabowo.
Kedua, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia tetap tumbuh stabil di atas 5 persen, inflasi rendah, dan defisit anggaran terkendali. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia dianggap sebagai titik terang ekonomi global.
Ketiga, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia tidak pernah gagal membayar utang dan selalu menghormati kewajiban dari pemerintahan sebelumnya. Pesan ini penting untuk meyakinkan dunia internasional bahwa Indonesia adalah negara yang dapat dipercaya.
Keempat, Prabowo juga memamerkan Danantara, sovereign wealth fund yang bertujuan mengelola kekayaan negara secara profesional untuk membiayai pembangunan masa depan dan menjadikan Indonesia mitra setara bagi investor global. "Indonesia siap berinvestasi bersama, bukan sekadar menerima modal," kata Prabowo.
Kelima, Prabowo juga menyebutkan bahwa efisiensi anggaran telah dilakukan di awal pemerintahannya sehingga dalam dua bulan pertama, pemerintah memangkas program yang tidak efektif dan menghemat 18 miliar dolar AS. Dana tersebut dialihkan ke program yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Keenam, Prabowo juga menyinggung tentang sektor pendidikan Indonesia yang semakin maju dengan dibangunnya sekolah asrama untuk siswa kurang mampu, digitalisasi pembelajaran, dan renovasi sekolah. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai Januari 2025 juga dianggap sebagai salah satu kebijakan pemerintah yang efektif.
"Program MBG bukan hanya soal gizi, tapi juga ekonomi," kata Prabowo. Puluhan ribu UMKM dan koperasi terlibat dalam rantai pasok, menciptakan ratusan ribu lapangan kerja.
Di akhir sidang WEF Annual Meeting ini, Prabowo menegaskan Indonesia tetap terbuka bagi investasi asing dan domestik, dengan menjamin stabilitas dan kepastian hukum berbasis kebijakan yang terbukti efektif.
"Kita tidak bergantung pada impor, tapi kita bisa menghadapi guncangan global dengan lebih baik," kata Prabowo. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia targetkan 8 persen untuk menciptakan lapangan kerja dalam skala besar dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sidang WEF Annual Meeting ini, Presiden Prabowo juga menyampaikan beberapa poin penting. Pertama, ia menekankan pentingnya perdamaian dunia yang dihadapi pada saat ini. "Perdamaian dan stabilitas adalah hal paling berharga," kata Prabowo.
Kedua, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia tetap tumbuh stabil di atas 5 persen, inflasi rendah, dan defisit anggaran terkendali. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia dianggap sebagai titik terang ekonomi global.
Ketiga, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia tidak pernah gagal membayar utang dan selalu menghormati kewajiban dari pemerintahan sebelumnya. Pesan ini penting untuk meyakinkan dunia internasional bahwa Indonesia adalah negara yang dapat dipercaya.
Keempat, Prabowo juga memamerkan Danantara, sovereign wealth fund yang bertujuan mengelola kekayaan negara secara profesional untuk membiayai pembangunan masa depan dan menjadikan Indonesia mitra setara bagi investor global. "Indonesia siap berinvestasi bersama, bukan sekadar menerima modal," kata Prabowo.
Kelima, Prabowo juga menyebutkan bahwa efisiensi anggaran telah dilakukan di awal pemerintahannya sehingga dalam dua bulan pertama, pemerintah memangkas program yang tidak efektif dan menghemat 18 miliar dolar AS. Dana tersebut dialihkan ke program yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Keenam, Prabowo juga menyinggung tentang sektor pendidikan Indonesia yang semakin maju dengan dibangunnya sekolah asrama untuk siswa kurang mampu, digitalisasi pembelajaran, dan renovasi sekolah. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai Januari 2025 juga dianggap sebagai salah satu kebijakan pemerintah yang efektif.
"Program MBG bukan hanya soal gizi, tapi juga ekonomi," kata Prabowo. Puluhan ribu UMKM dan koperasi terlibat dalam rantai pasok, menciptakan ratusan ribu lapangan kerja.
Di akhir sidang WEF Annual Meeting ini, Prabowo menegaskan Indonesia tetap terbuka bagi investasi asing dan domestik, dengan menjamin stabilitas dan kepastian hukum berbasis kebijakan yang terbukti efektif.