Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang berlangsung dengan tema "Pembekalan Kabinet dan Pengawasan" untuk membantu meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja kabinet. Selama retret ini, Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pembukaan seminar yang diselenggarakan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Pembahasan selama retret ini dipimpin oleh Menteri ESDM Andi Amran Sulaiman, yang menyampaikan kinerja pencapaian target lifting minyak yang sesuai dengan target APBN. Selain itu, Menteri ESDM juga melaporkan perhatian khusus Presiden terkait masih adanya 5.700 desa yang belum teraliri listrik.
Menlu Sugiono juga memberikan paparan terkait kondisi dan situasi di Gaza, di mana pemerintah Indonesia terus mengikuti perkembangan rencana pengiriman pasukan perdamaian ke wilayah tersebut. Kapolri juga menyampaikan kondisi sosial dan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang 2025 yang relatif stabil.
Presiden Prabowo Subianto menutup rangkaian retret ini dengan penekanan evaluasi terhadap capaian selama satu tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran harus bekerja cepat, cerdas, tidak normatif, dan mampu berpikir "out of the box" untuk menemukan terobosan-terobosan demi percepatan pencapaian program nasional.
Pembahasan selama retret ini dipimpin oleh Menteri ESDM Andi Amran Sulaiman, yang menyampaikan kinerja pencapaian target lifting minyak yang sesuai dengan target APBN. Selain itu, Menteri ESDM juga melaporkan perhatian khusus Presiden terkait masih adanya 5.700 desa yang belum teraliri listrik.
Menlu Sugiono juga memberikan paparan terkait kondisi dan situasi di Gaza, di mana pemerintah Indonesia terus mengikuti perkembangan rencana pengiriman pasukan perdamaian ke wilayah tersebut. Kapolri juga menyampaikan kondisi sosial dan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang 2025 yang relatif stabil.
Presiden Prabowo Subianto menutup rangkaian retret ini dengan penekanan evaluasi terhadap capaian selama satu tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran harus bekerja cepat, cerdas, tidak normatif, dan mampu berpikir "out of the box" untuk menemukan terobosan-terobosan demi percepatan pencapaian program nasional.