Tirto.id - Iran terancam Amerika Serikat dengan armada besar kapal perang yang sedang bergerak dengan cepat menuju negara tersebut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa waktunya hampir habis bagi Iran untuk menegosiasikan kesepakatan mengenai program nuklirnya dan jika tidak segera berunding, maka akan terjadi serangan yang lebih besar.
Trump menyebutkan bahwa armada ini lebih besar daripada armada AS saat menangkap Presiden Venezuela dan siap untuk bertindak dengan kekuatan dan tujuan yang jelas. Ia juga mengancam jika Iran tidak mau berunding, maka akan terjadi serangan yang lebih buruk.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran siap "dengan jari di pelatuk" untuk merespons agresi secara segera dan tegas, baik di darat maupun laut. Iran juga menolak tuduhan AS serta sekutunya yang menuduh negara tersebut berusaha membuat senjata nuklir.
Armada besar kapal perang ini muncul setelah Trump pernah sesumbar janji pada para demonstran sebelumnya untuk ikut campur membantu menangani aksi kekerasan di sana. Trump meminta para demonstran Iran tidak takut dan terus menyuarakan pendapat mereka terhadap kondisi ekonomi negara mereka yang semakin terpuruk.
Sedangkan laporan dari Lembaga HAM di AS, HRANA, menunjukkan bahwa lebih dari 6.300 orang tewas sejak protes dimulai pada akhir 2025 lalu, sedangkan organisasi Iran Human Rights memperkirakan korban bisa melebihi 25.000 orang.
Trump menyebutkan bahwa armada ini lebih besar daripada armada AS saat menangkap Presiden Venezuela dan siap untuk bertindak dengan kekuatan dan tujuan yang jelas. Ia juga mengancam jika Iran tidak mau berunding, maka akan terjadi serangan yang lebih buruk.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran siap "dengan jari di pelatuk" untuk merespons agresi secara segera dan tegas, baik di darat maupun laut. Iran juga menolak tuduhan AS serta sekutunya yang menuduh negara tersebut berusaha membuat senjata nuklir.
Armada besar kapal perang ini muncul setelah Trump pernah sesumbar janji pada para demonstran sebelumnya untuk ikut campur membantu menangani aksi kekerasan di sana. Trump meminta para demonstran Iran tidak takut dan terus menyuarakan pendapat mereka terhadap kondisi ekonomi negara mereka yang semakin terpuruk.
Sedangkan laporan dari Lembaga HAM di AS, HRANA, menunjukkan bahwa lebih dari 6.300 orang tewas sejak protes dimulai pada akhir 2025 lalu, sedangkan organisasi Iran Human Rights memperkirakan korban bisa melebihi 25.000 orang.