Negara-negara G7 yang terdiri dari Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Uni Eropa, Inggris, Jerman, dan Italia ternyata tidak sabar menantang Iran agar menghentikan protes di negerinya. Menurut kemlu Iran ini adalah contoh "bukti nyata sikap palsu dan munafik" dari G7 yang dipimpin Amerika Serikat dalam isu hak asasi manusia.
Sebelumnya, G7 menyatakan siap memberlakukan pembatasan tambahan jika pemerintah Iran menentang aksi protes. Namun, kemlu Iran menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk campur tangan langsung dalam urusan dalam negeri Republik Islam Iran.
Aksi demonstrasi melanda Iran pada akhir Desember 2025 di tengah kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi akibat melemahnya nilai tukar mata uang rial. Sejak 8 Januari, menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979, aksi tersebut semakin intensif. Pada hari yang sama, akses internet di negara itu diblokir.
Di sejumlah kota, protes berubah menjadi bentrokan dengan polisi ketika demonstran meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah. Ada laporan soal korban di kalangan aparat keamanan dan demonstran.
Sebelumnya, G7 menyatakan siap memberlakukan pembatasan tambahan jika pemerintah Iran menentang aksi protes. Namun, kemlu Iran menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk campur tangan langsung dalam urusan dalam negeri Republik Islam Iran.
Aksi demonstrasi melanda Iran pada akhir Desember 2025 di tengah kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi akibat melemahnya nilai tukar mata uang rial. Sejak 8 Januari, menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979, aksi tersebut semakin intensif. Pada hari yang sama, akses internet di negara itu diblokir.
Di sejumlah kota, protes berubah menjadi bentrokan dengan polisi ketika demonstran meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah. Ada laporan soal korban di kalangan aparat keamanan dan demonstran.