Iran Balas Dendam, Tentang Penetapan IRGC sebagai Kelompok Teroris: Konsekuensi bagi Uni Eropa
Tentu saja Iran tidak menyadari konsekuensi langkah penetapan Uni Eropa mengenai kehadiran IRGC sebagai kelompok teroris. Pertarungan ini akan memicu balasan dendam dari negara-negara tersebut yang menandatangani kerjasama dengan Iran.
Pada hari Minggu, beberapa anggota Parlemen Iran mendengarkan pidato Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, di mana ia menyampaikan perasaan tidak puas para anggotanya. Menurutnya, Uni Eropa telah membuat kesalahan besar dalam menandatangani penetapan IRGC sebagai kelompok teroris. Langkah ini sebenarnya bertujuan untuk memecahkan kepentingan Iran dengan Amerika.
Pada hari Kamis, Parlemen Uni Eropa telah menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris, termasuk beberapa negara seperti Inggris dan Belgia. Ini dilakukan setelah penindakan paling berdarah terhadap protes anti-pemerintah Iran baru-baru ini.
Tentu saja langkah ini akan memicu balasan dendam dari pihak Iran. Menurutnya, Uni Eropa telah membuat kesalahan besar dalam menandatangani penetapan IRGC sebagai kelompok teroris. Langkah ini sebenarnya bertujuan untuk memecahkan kepentingan Iran dengan Amerika.
Menurut Qalibaf, Komisi Keamanan Nasional Parlemen akan membahas pengusiran atase militer negara-negara Uni Eropa dan menindaklanjuti masalah ini dengan Kementerian Luar Negeri.
Tentu saja Iran tidak menyadari konsekuensi langkah penetapan Uni Eropa mengenai kehadiran IRGC sebagai kelompok teroris. Pertarungan ini akan memicu balasan dendam dari negara-negara tersebut yang menandatangani kerjasama dengan Iran.
Pada hari Minggu, beberapa anggota Parlemen Iran mendengarkan pidato Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, di mana ia menyampaikan perasaan tidak puas para anggotanya. Menurutnya, Uni Eropa telah membuat kesalahan besar dalam menandatangani penetapan IRGC sebagai kelompok teroris. Langkah ini sebenarnya bertujuan untuk memecahkan kepentingan Iran dengan Amerika.
Pada hari Kamis, Parlemen Uni Eropa telah menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris, termasuk beberapa negara seperti Inggris dan Belgia. Ini dilakukan setelah penindakan paling berdarah terhadap protes anti-pemerintah Iran baru-baru ini.
Tentu saja langkah ini akan memicu balasan dendam dari pihak Iran. Menurutnya, Uni Eropa telah membuat kesalahan besar dalam menandatangani penetapan IRGC sebagai kelompok teroris. Langkah ini sebenarnya bertujuan untuk memecahkan kepentingan Iran dengan Amerika.
Menurut Qalibaf, Komisi Keamanan Nasional Parlemen akan membahas pengusiran atase militer negara-negara Uni Eropa dan menindaklanjuti masalah ini dengan Kementerian Luar Negeri.