Pemerintah Iran menuduh demonstran sebagai musuh Tuhan, yang akan menghadapi hukuman mati. Jaksa Agung Mohammad Movahedi Azad secara keras menyerukan agar siapa pun yang berpartisipasi dalam demonstrasi dianggap sebagai "musuh Tuhan" dan akan dihukum mati sesuai dengan hukum Iran.
Menurut Azad, bahkan mereka yang membantu para demonstran juga akan menghadapi tuduhan serupa. Pasal 186 hukum Iran menyatakan bahwa jika suatu kelompok atau organisasi terlibat dalam perlawanan bersenjata terhadap Republik Islam, semua anggota atau pendukung yang secara sadar membantu tujuan kelompok atau organisasi tersebut dapat dianggap sebagai "mohareb" atau "musuh Tuhan".
Hukuman untuk "mohareb" sangat berat dan termasuk hukuman mati, hukuman gantung, amputasi tangan kanan dan kaki kiri, atau pengasingan internal permanen. Azad menyerukan agar proses hukum harus dilakukan tanpa kelonggaran, belas kasihan, atau toleransi.
Pada dua minggu terakhir, demonstrasi massal di Iran telah menyebabkan setidaknya 65 orang tewas dan lebih dari 2.300 orang ditahan, menurut Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat. Versi laporan TIME menyebut 217 orang telah tewas. Internet dan saluran telepon di Teheran dilaporkan telah diputus sejak Kamis.
Menurut Azad, bahkan mereka yang membantu para demonstran juga akan menghadapi tuduhan serupa. Pasal 186 hukum Iran menyatakan bahwa jika suatu kelompok atau organisasi terlibat dalam perlawanan bersenjata terhadap Republik Islam, semua anggota atau pendukung yang secara sadar membantu tujuan kelompok atau organisasi tersebut dapat dianggap sebagai "mohareb" atau "musuh Tuhan".
Hukuman untuk "mohareb" sangat berat dan termasuk hukuman mati, hukuman gantung, amputasi tangan kanan dan kaki kiri, atau pengasingan internal permanen. Azad menyerukan agar proses hukum harus dilakukan tanpa kelonggaran, belas kasihan, atau toleransi.
Pada dua minggu terakhir, demonstrasi massal di Iran telah menyebabkan setidaknya 65 orang tewas dan lebih dari 2.300 orang ditahan, menurut Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat. Versi laporan TIME menyebut 217 orang telah tewas. Internet dan saluran telepon di Teheran dilaporkan telah diputus sejak Kamis.