Pasar saham Asia-Pasifik menunggu laporan inflasi China, saham-saham Asia galau. Pada perdagangan Jumat (9/1/2026), indeks Nikkei 225 dan Topix di Jepang meningkat karena investor berharap pengetahuan yang lebih baik tentang kondisi ekonomi China dapat mempengaruhi kebijakan moneter Bank Sentral Jepang.
Sementara itu, pasar saham Korea Selatan melemah karena Kospi turun 0,41% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 0,21%. Kontrak berjangka saham Amerika Serikat juga relatif datar pada awal perdagangan Asia menjelang rilis data ketenagakerjaan AS bulan Desember.
Pasar saham Australia bergerak mendatar karena indeks S&P/ASX 200 sedikit berada di bawah garis flat. Namun, saham raksasa tambang Rio Tinto anjlok hampir 5% setelah perusahaan mengumumkan telah memasuki pembicaraan tahap awal terkait rencana akuisisi dengan Glencore.
Pasar saham Hong Kong diharapkan akan bergerak mendatar karena indeks Hang Seng diperkirakan dibuka menguat. Investor juga mencermati pergerakan saham Hang Seng Bank setelah para pemegang saham menyetujui rencana pemegang saham mayoritas HSBC untuk melakukan privatisasi bank tersebut.
Pergerakan saham di pasar internasional dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk rilis data inflasi China yang dijadwalkan keluar hari ini. Investor juga menunggu putusan Mahkamah Agung terkait tarif dan kebijakan fiskal Amerika Serikat.
Sementara itu, pasar saham Korea Selatan melemah karena Kospi turun 0,41% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 0,21%. Kontrak berjangka saham Amerika Serikat juga relatif datar pada awal perdagangan Asia menjelang rilis data ketenagakerjaan AS bulan Desember.
Pasar saham Australia bergerak mendatar karena indeks S&P/ASX 200 sedikit berada di bawah garis flat. Namun, saham raksasa tambang Rio Tinto anjlok hampir 5% setelah perusahaan mengumumkan telah memasuki pembicaraan tahap awal terkait rencana akuisisi dengan Glencore.
Pasar saham Hong Kong diharapkan akan bergerak mendatar karena indeks Hang Seng diperkirakan dibuka menguat. Investor juga mencermati pergerakan saham Hang Seng Bank setelah para pemegang saham menyetujui rencana pemegang saham mayoritas HSBC untuk melakukan privatisasi bank tersebut.
Pergerakan saham di pasar internasional dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk rilis data inflasi China yang dijadwalkan keluar hari ini. Investor juga menunggu putusan Mahkamah Agung terkait tarif dan kebijakan fiskal Amerika Serikat.