Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp 270 triliun. Pertumbuhan ini tumbuh 11,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan demikian, investasi tersebut mencapai kontribusi 14 persen terhadap total investasi nasional.
Investasi yang dirilis berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 tersebut adalah Rp 175,3 triliun untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sedangkan Rp 95,6 triliun untuk Penanaman Modal Asing (PMA).
Sementara itu, Pramono menyatakan bahwa tingginya realisasi investasi ini berdampak pada lapangan pekerjaan. Sepanjang 2025, investasi di Jakarta mampu menyerap sekitar 487 ribu tenaga kerja di berbagai sektor usaha.
"Kami juga telah menetapkan besar Upah Minimum Provinsi (UMP) yakni Rp 5.729.876 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat permintaan domestik sebagai mesin perekonomian," kata Pramono.
Selain itu, Pramono juga menyatakan bahwa kebijakan UMP tetap didukung dengan bantuan fasilitas peningkatan kesejahteraan bagi pemegang Kartu Pekerja Jakarta (KPJ).
Investasi yang dirilis berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 tersebut adalah Rp 175,3 triliun untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sedangkan Rp 95,6 triliun untuk Penanaman Modal Asing (PMA).
Sementara itu, Pramono menyatakan bahwa tingginya realisasi investasi ini berdampak pada lapangan pekerjaan. Sepanjang 2025, investasi di Jakarta mampu menyerap sekitar 487 ribu tenaga kerja di berbagai sektor usaha.
"Kami juga telah menetapkan besar Upah Minimum Provinsi (UMP) yakni Rp 5.729.876 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat permintaan domestik sebagai mesin perekonomian," kata Pramono.
Selain itu, Pramono juga menyatakan bahwa kebijakan UMP tetap didukung dengan bantuan fasilitas peningkatan kesejahteraan bagi pemegang Kartu Pekerja Jakarta (KPJ).