Iran memangganggu akses internet nasional pada Kamis (8/1/2026) saat demonstrasi makin meluas di seluruh negeri. Lembaga pemantau kebebasan internet, NetBlock, menjadi pihak yang pertama kali melaporkan adanya gangguan. Penyebabnya masih belum jelas. Namun, sejak akhir Desember lalu, demonstrasi di Iran semakin berlangsung dan memeriahkan diri.
Gelombang demonstrasi di Iran memperlihatkan penurunan konektivitas internet secara signifikan, menurut data pelacakan yang dikumpulkan oleh NetBlocks. Mereka menulis bahwa "Iran saat ini sedang mengalami pemadaman internet secara nasional". Penyebabnya masih belum terungkap.
Penemuan ini dilakukan beberapa hari setelah demonstrasi meluas ke seluruh negeri, dan diperkirakan meredam aksi demonstrasi yang semakin berlarutan. Namun, cara tersebut dinilai merampas hak publik.
Dalam pernyataannya, NetBlock menyebut bahwa serangkaian tindakan penyensoran digital yang semakin ketat menargetkan aksi protes di seluruh negeri, dan hal tersebut menghambat hak masyarakat untuk berkomunikasi pada saat yang sangat penting.
Iran juga membatasi pergerakan awak media dan sebagian besar organisasi berita internasional dilarang meliput berita langsung di Iran. Mereka juga mengandalkan informasi dari media sosial untuk memverifikasi berbagai peristiwa yang terjadi di lapangan.
Gangguan internet ini bukan hal baru bagi Iran, karena sebelumnya sudah dilakukan pada tahun 2022 saat terjadi gelombang demonstrasi dalam skala besar setelah kematian Mahsa Amini.
Gelombang demonstrasi di Iran memperlihatkan penurunan konektivitas internet secara signifikan, menurut data pelacakan yang dikumpulkan oleh NetBlocks. Mereka menulis bahwa "Iran saat ini sedang mengalami pemadaman internet secara nasional". Penyebabnya masih belum terungkap.
Penemuan ini dilakukan beberapa hari setelah demonstrasi meluas ke seluruh negeri, dan diperkirakan meredam aksi demonstrasi yang semakin berlarutan. Namun, cara tersebut dinilai merampas hak publik.
Dalam pernyataannya, NetBlock menyebut bahwa serangkaian tindakan penyensoran digital yang semakin ketat menargetkan aksi protes di seluruh negeri, dan hal tersebut menghambat hak masyarakat untuk berkomunikasi pada saat yang sangat penting.
Iran juga membatasi pergerakan awak media dan sebagian besar organisasi berita internasional dilarang meliput berita langsung di Iran. Mereka juga mengandalkan informasi dari media sosial untuk memverifikasi berbagai peristiwa yang terjadi di lapangan.
Gangguan internet ini bukan hal baru bagi Iran, karena sebelumnya sudah dilakukan pada tahun 2022 saat terjadi gelombang demonstrasi dalam skala besar setelah kematian Mahsa Amini.