NASA menyiapkan misi bersejarah Artemis II dengan empat astronot terpilih, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Mereka akan menempati kapsul canggih Orion yang dirancang untuk membawa awak melalui perjalanan jauh mengelilingi bulan dan kembali ke Bumi.
Kapsul Orion diluncurkan ke orbit oleh roket raksasa Space Launch System (SLS) sebelum memulai lintasannya menuju satelit alami Bumi tersebut. NASA memiliki jendela peluncuran yang menjadi target utama pada awal tahun 2026, yaitu tanggal 6-9 Maret atau 11 Maret.
Namun, penetapan tanggal ini menyusul penundaan sebelumnya akibat kendala teknis, seperti kebocoran bahan bakar hidrogen dan masalah dengan katup kapsul Orion. Jika target Maret meleset, NASA telah menyiapkan opsi cadangan pada awal April.
Misi ini dibayangi oleh perdebatan sengit mengenai keamanan perisai panas Orion. Pada misi Artemis I (tanpa awak) tahun 2022, perisai panas berbahan Avcoat tersebut mengalami kerusakan tidak terduga. Namun, NASA menegaskan bahwa mereka telah memodifikasi jalur masuk atmosfer untuk mengurangi tekanan pada perisai.
NASA optimis dan percaya bahwa keselamatan awak tetap menjadi prioritas utama meski ketidakpastian dalam penerbangan luar angkasa akan selalu ada. Mereka telah memantau keamanan perisai panas dengan sangat serius dan siap menghadapi apa pun yang terjadi.
Kapsul Orion diluncurkan ke orbit oleh roket raksasa Space Launch System (SLS) sebelum memulai lintasannya menuju satelit alami Bumi tersebut. NASA memiliki jendela peluncuran yang menjadi target utama pada awal tahun 2026, yaitu tanggal 6-9 Maret atau 11 Maret.
Namun, penetapan tanggal ini menyusul penundaan sebelumnya akibat kendala teknis, seperti kebocoran bahan bakar hidrogen dan masalah dengan katup kapsul Orion. Jika target Maret meleset, NASA telah menyiapkan opsi cadangan pada awal April.
Misi ini dibayangi oleh perdebatan sengit mengenai keamanan perisai panas Orion. Pada misi Artemis I (tanpa awak) tahun 2022, perisai panas berbahan Avcoat tersebut mengalami kerusakan tidak terduga. Namun, NASA menegaskan bahwa mereka telah memodifikasi jalur masuk atmosfer untuk mengurangi tekanan pada perisai.
NASA optimis dan percaya bahwa keselamatan awak tetap menjadi prioritas utama meski ketidakpastian dalam penerbangan luar angkasa akan selalu ada. Mereka telah memantau keamanan perisai panas dengan sangat serius dan siap menghadapi apa pun yang terjadi.