Ingin Jakarta Rapi, Pramono Larang PKL Gunakan Trotoar

Pemerintah Jakarta mengutamakan kebersihan dan rapian kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan peringatan kepada pemilik trotoar yang berada di Jakarta untuk tidak lagi menggunakan trotoarnya sebagai tempat berjualan. Dikatakan, hal ini dilakukan agar Jakarta menjadi lebih rapi dan bersih.

Pramono juga mengatur agar semua sampah segera dibersihkan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta. Ia menegaskan bahwa meskipun Jakarta sudah dibersihkan beberapa waktu yang lalu ketika menghadapi banjir, namun masih ada masalah sampah yang perlu diatasi.

Selain itu, Pramono juga memberikan peringatan agar bendera-bendera partai tidak lagi dipasang di trotoar atau jalan layang. Ia menegaskan bahwa adanya bendera-bendera tersebut mengganggu lalu lintas dan membuat Jakarta menjadi kurang rapi.

Pramono juga mengakui bahwa keputusannya untuk membersihkan spanduk dan bendera partai di Jakarta tidak mempedulikan reaksi dari orang-orang. Ia menegaskan bahwa sebagai pemerintah, ia harus adil dalam mengatur kebersihan kota.
 
aku pikir ini rame banget, gue penasaran siapa yang mau membayar biaya pembuangan sampah di jakarta nih? dan siapa yang mengurus spanduk partai itu? aku rasa ini semua ada tujuan tertentu, tapi apa itu? apakah pemerintah hanya ingin jaga kebersihan kota saja atau ada sesuatu yang lebih di baliknya... ๐Ÿค”
 
Aku pikir gak boleh dipandang bahwa semua sampah harus dibersihkan oleh pemerintah provinsi Jakarta, tapi aku juga tahu kalau itu untuk membuat kota lebih rapi dan jernih ya... Aku senang melihat bahwa Gubernur DKI Jakarta memprioritaskan kebersihan kota ini. Aku harap semua pemilik trotoar bisa mengikuti peringatan tersebut dan tidak lagi menggunakan trotoarnya sebagai tempat berjualan nanti. Saya rasa itu akan membuat Jakarta menjadi lebih rapi dan nyaman untuk dikunjungi oleh wisatawan.
 
Gue pikir gabenor DKI Jakarta yang banyak berbicara tentang kebersihan Jakarta kayaknya juga harus ngecak banget dulu sendiri ๐Ÿ˜‚๐Ÿšฎ. Jika dia sendiri tidak bijak, bagaimana kalau kita orang biasa? Gue rasa dia hanya ingin menutup matanya dari masalah-masalah Jakarta yang nyata. Tapi, sepertinya gabenor DKI Jakarta benar-benar peduli dengan kebersihan kota ini ๐Ÿ™๐ŸŒฟ. Yang penting, dia harus terus berusaha dan tidak mudah putus asa ketika ada reaksi negatif dari masyarakat ๐Ÿ˜Š.
 
aku penasaran nggak sih bagaimana efeknya nanti dari keputusan gubernur DKI Jakarta tentang trotoar yang digunakan buat berjualan. kalau dipikir dulu, itu bisa bikin keterbanyaknya sampah dan jalan makin padat, lho! tapi mungkin gubernur DKI Jakarta benar-benar ingin membuat jakarta makin rapi dan nyaman, sih ๐Ÿค”. aku setuju juga dengan ideannya mengenai bendera partai di trotoar, kayaknya itu bisa bikin lalu lintas lebih aman dan tidak terganggu oleh kerumunan orang yang berkeinginan menonton bendera-bendera tersebut ๐Ÿš—๐Ÿ’จ. tapi apa aja kalau ada reaksi negatif dari masyarakat? mungkin kita harus bersikap lebih santai dan menerima keputusan yang diberikan oleh pemerintah, deh ๐Ÿ˜Š.
 
Saya pikir, apa yang dibuat Pramono bukan hanya tentang mengutamakan kebersihan Jakarta, tapi juga tentang menjaga keseimbangan antara kebebasan rakyat dan kepentingan masyarakat. Dengan membatasi berjualan di trotoar dan membersihkan sampah, dia memang ingin membuat Jakarta lebih rapi, tapi juga tidak ingin merusak bisnis seseorang.

Saya percaya, sebagai pemerintah, kita harus bisa menemukan keseimbangan antara kepentingan masing-masing kelompok dengan tujuan yang sama. Jika kita hanya memikirkan tentang diri sendiri, maka tidak akan pernah ada kemajuan bagi negara.

Jadi, saya doakan bahwa Pramono dan pemerintah Jakarta bisa mendapatkan dukungan dari rakyat, bukan hanya karena dia melakukan sesuatu yang positif, tapi juga karena dia menunjukkan bahwa dia peduli dengan kehidupan masyarakat.
 
Aku pikir kayaknya sudah waktunya gubln itu buat ngeransang masyarakat Jakarta banget kalo mau menjaga kebersihan kota. Aku lihat banyak orang yang memasang spanduk atau bendera di trotoar yang seharusnya digunakan untuk berjualan atau transportasi. Makanya, aku setuju dengar gubln itu ngatur hal itu agar Jakarta bisa menjadi kota yang lebih rapi. Tapi, aku juga harap gubln itu ngajarin masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan di jalan ๐Ÿ˜Š.
 
๐Ÿ™„ Pokoknya gak ada yang salah kalau kita rapiin kota Jakarta kok! Tapi aja jangan sampai mereka bikin kuyup semua yang berjualan di trotoar ๐Ÿ˜‚. Saya setuju dengan Gubernur Pramono, kita harus bersih dan rapi sebelum tahun baru nanti. Sampahnya itu bikin kota tidak nyaman untuk diselidiki. Jangan lupa, bendera partai juga harus jauh dari trotoar ๐Ÿšซ, kita harus fokus pada kebersihan, bukan hanya sekedar mempromosikan partai yang suka menggunakannya ๐Ÿ˜.
 
Gue pikir kalau hal ini sebenarnya bukan masalah besar. Banyak tempat di Jakarta yang sudah jadi trotoar tapi kaya banget dengan penjual makanan dan minuman. Gue rasa pemerintah Jakarta udah mulai ngatur di mana-mana, kayaknya harus kita mendukung.

Gue senang juga kalau gublon (gubernur) DKI Jakarta udah buat program membersihkan sampah di kota. Ini penting banget, karena aku sendiri suka liburan ke sisi-sisi lain dari Jakarta tapi sekarang banyak sampah yang ada di sana.
 
Pemutusan penggunaan trotoar sebagai tempat berjualan itu gampang-gugah. Tapi nggak pasti apakah ini benar-benar efektif membuat Jakarta lebih rapi. Aku pikir pemerintah harus fokus lebih banyak pada hal-hal yang sebenarnya mempengaruhi kesehatan dan keselamatan masyarakat, bukan hanya kebersihan aja. Apalagi trotoar itu sudah terlalu sibuk dan padat, aku malah khawatirin apakah ini akan membuat pebisnis lebih sulit untuk mendapatkan tempat bagi bisnanya.
 
Aku pikir ya kalau gubunan ini punya prinsip yang jelas tentang apa yang harus dijalani Jakarta, misalnya jangan ada trotoar yang digunakan untuk berjualan, itu kayaknya masuk akal. Tapi kayaknya perlu juga diingat bahwa banyak wirausaha kecil yang bergantung pada trotoar itu untuk menjual barangannya, bukan hanya sekedar untuk kebersihan.

Aku rasa pramono harus lebih berhati-hati dalam mengatur hal ini, tidak bisa memaksa segala orang agar jadi seperti itu. Yang penting adalah Jakarta tetap bersih dan rapi, tapi juga ada cara yang lebih baik untuk melakukannya. Contohnya, mereka bisa membuat tempat-tempat layaknya untuk wirausaha kecil agar berjualan, bukan di trotoar. Itu kayaknya masuk akal banget.
 
"Rakyatnya mendirikan negara, suka-sukanya menjaga negara". Mereka juga perlu menjaga kebersihan kota mereka! ๐Ÿ™Œ๐Ÿผ๐Ÿ’š Jadi, aku setuju dengan keputusan Pramono untuk membersihkan trotoar dan jalan layang dari berjualan dan bendera-bendera partai. Aku harap ini dapat membantu membuat Jakarta menjadi lebih rapi dan bersih ๐Ÿ˜Š.
 
Maksudnya apa sih dengan banjir Jakarta yang sudah terjadi beberapa kali? Ada yang bilang itu karena sampah banyak, tapi ada juga yang bilang itu karena proyek-proyek pembangunan yang salah! ๐Ÿค” Selain itu, mengapa pemerintah tidak melihat adanya bendera-bendera partai di trotoar jalan layang? Mungkin karena mereka ingin memperkuat kompetisi politik di Jakarta, kan? ๐Ÿค‘ Saya rasa ada sesuatu yang tidak terbalikkan dengan semudah itu...
 
Gue penasaran nggak sih kenapa gublo DKI Jakarta harus terus berbicara tentang kebersihan kota. Gue rasa sudah cukup banget aja kalau kota dijaga rapat-rapat, tapi gublo itu tetap harus mengingatkan masing-masing orang yang menggunakan trotoar untuk tidak jualan di sana. Gue bayangkan apa nyaman kalau aku sedang ngejalan dan ada penjual di trotoar... ๐Ÿ˜’

Gue setuju banget dengan keputusan gublo itu tentang sampah, tapi gue rasa harusnya ada sistem yang lebih baik untuk mengumpulkan sampah. Jangan sekali-kali membuang sampah sembarangan di tempat umum. ๐Ÿšฎ

Dan yang penting, kita harus bersatu untuk menjaga kebersihan Jakarta. Gue yakin kalau dengan kerja sama semua orang, Jakarta akan tetap rapi dan bersih... ๐Ÿ’š
 
Kalau gini dia ngerasa cocok banget! Jakarta udah terlalu padat dan bingung, makin perlu diserapiin kebersihannya. Saya suka dia yang bersikap tegas, tapi kalau perlu juga bisa sambut reaksi dari masyarakat. Itu kunci agar Jakarta tetap rapi dan nyaman untuk kita semua ๐Ÿ™Œ.
 
aku rasa kalau mereka mau Jakarta jadi lebih rapi pasti harus ada konsensus sama semua orang yang berdomisili di sana, tapi aja sepertinya mereka nggak peduli sama pendapat orang tua-tua yang udah lama tinggal di jkta. kayaknya harus ada cara untuk mengkomunikasikan nasehat dari pemerintah ke masyarakat dengan lebih baik, jadi tidak terlihat seperti mereka mengabaikan pendapat orang tua-tua yang udah lama tinggal di jkta. ๐Ÿ™๐Ÿšฎ
 
Kalau gini, pasti Jakarta nanti jadi kota yang paling rapi di Indonesia ๐Ÿคฏ. Tapi, aku pikir itu juga bisa menjadi masalah kalau terlalu ketat. Aku bayangkan siapa yang mau berjualan di trotoar? Mereka punya kebutuhan dasar, kan? Aku rasa ada solusi lain agar Jakarta tetap bersih dan rapi, seperti memberikan ruang untuk berjualan di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah. Dan tentang bendera-bendera partai, aku setuju kalau itu mengganggu lalu lintas, tapi aku harap ada cara untuk memperkenalkan ide tersebut secara lembut. Pemerintah harus bisa mendengarkan pendapat masyarakat dan tidak terlalu ketat.
 
Kalo lihat ngebutin banget ya gublo Jakarta! Pokoknya harusnya jadi tempat yang rapi dan nyaman bagi kita semua ๐Ÿ™. Aku pikir trotoar bisa digunakan buat tempat penjualan, tapi kalo diatur sih kalau tidak. Saya pengen melihat Jakarta jadi kota yang lebih sehat, tidak hanya kota yang berarti berisi bangunan-bangunan tinggi ๐ŸŒ†. Sampah kayaknya harus dibersihin dengan cepat, tapi aku rasa masih ada yang harus diubah agar tidak semakin berantakan lagi ๐Ÿ’ช. Aku seneng dengan keputusan gublo tentang spanduk dan bendera partai, karena kalau jangan diatur sih kita akan terus kaget ๐Ÿ˜‚. Semoga Jakarta bisa menjadi kota yang nyaman dan sehat bagi semua orang! ๐ŸŒด
 
Aku pikir itu gampang kata, tapi nanti bagaimana kalau mereka bingung caranya membuat Jakarta menjadi rapi? Mereka butuh waktu dan biaya banyak untuk membersihkan semua sampah dan benda-benda yang tidak diinginkan. Aku harap Pemerintah Provinsi Jakarta bisa bekerja sama dengan masyarakat agar Jakarta jadi lebih rapi dan sehat, tapi aku juga takut kalau mereka hanya memaksa orang-orang tanpa ada solusi yang baik. Aku ingin melihat rencana yang matang dari Pemkot DKI untuk membuat Jakarta menjadi kota yang rapi, bukan hanya perintah-perintah yang berisiko tidak diikuti. ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
kembali
Top