Info Passing Grade PPPK Kemenham 2026 & Ketentuan Kelulusan

Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) akan membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2026 untuk tahun anggaran 2025. Pendaftaran rekrutmen ini sudah dimulai dari 7-23 Januari 2026 dan melibatkan tiga tahapan seleksi: administrasi, kompetensi, dan kompetensi tambahan.

Namun, perlu diingat bahwa ada kesan penipuan diantara para peserta karena tidak ada grade minimal yang diberikan sebagai standar kelulusan. Sebaliknya, pihak Kemenham berfokus pada pelamar dengan nilai terbaik dan usaha maksimal dari setiap peserta.

Ketentuan untuk lulus PPPK Kemenham 2026 sangat ketat. Hasil nilai akhir dipengaruhi oleh penjumlahan 50% dari nilai seleksi kompetensi dan CAT BKN, serta 50% nilai seleksi kompetensi tambahan. Apabila diperoleh hasil nilai yang sama dengan peserta lain pada peringkat terakhir, maka pihak Kemenham akan mempertimbangkan beberapa faktor seperti nilai teknis tertinggi, manajerial dan sosio-kultural tertinggi, seleksi wawancara, serta usia pelamar yang tertua.

Namun, ada informasi penting yang perlu diingat. Apabila peserta memutuskan untuk mengundurkan diri atau batalkan lulusannya, maka mereka akan digantikan oleh orang di peringkat bawahnya.
 
Kalau mau jadi pegawai pemerintah pasti harus siap diterobos oleh seleksi yang ketat itu 🤯. Tapi, kalau kamu punya keterampilan dan usaha maksimal, maka siapa tahu kamu bisa lulus dengan nilai terbaik 💪. Yang penting, jangan sampai penipuan mengelua diantara para peserta, karena itu memalukan semua kita 🙅‍♂️.
 
Gue penasaran dengan tampilan ini 🤔. Apa sih kebijakan ini? Membuka seleksi pegawai pemerintah dengan PPPK 2026 tapi tanpa grade minimal yang jelas... 🚫. Gue pikir ini bisa bikin para pekerja di luar negeri tergoda untuk mengajukan diri, tapi juga bisa bikin mereka penasaran tentang hasilnya 😬. Gue harap pihak Kemenham bisa memberikan klarifikasi tentang standar kelulusan dan proses seleksi ini... 🤔
 
Haha, seleksi PPPK 2026 lagi-lagi, siapa yang punya waktu luang? 🙄 Kalau kamu ingin jadi pegawai pemerintah, pasti harus banyak beban birokrasi dan tugas-tugas yang padat. Aku rasa pihak Kemenham sudah pintar banget memikirkan strategi seleksi yang "jujur" ini, apa lagi kalau ada peserta yang punya minat berlari-larian... haha, kayaknya tidak ada di antara kita ya 😂. Yang penting, pastikan kamu siap untuk menanggung beban ini nanti.
 
Ggak bisa dipungut tangan kalau ada penipuan di seleksi PPPK ini 😒. Tapi aku pikir ini adalah kesempatan besar bagi yang memiliki potensi tinggi untuk masuk ke dalam sistem pemerintahan. Lho, peserta harus mencapai nilai tertinggi dan usaha maksimal dari setiap seleksi 🏆. Jika dihitung dengan rata-rata nilai 70% (50% kompetensi + 20% CAT BKN), maka sekitar 10-15% calon pegawai yang lulus PPPK ini bisa diharapkan lolos seleksi 🤔.

Jadi, aku sarankan kepada temen-temen untuk selalu memperhatikan kualitas informasi dan tidak terlalu cepat mengambil keputusan tanpa memeriksa data yang sudah tersedia 📊. Selain itu, pihak Kemenham harus juga meningkatkan kesadaran tentang pentingnya seleksi yang adil dan transparan untuk seluruh peserta 🙏.

Aku juga ingin menambahkan bahwa, jika dihitung dengan statistik, sekitar 30-40% calon pegawai yang lulus PPPK ini akan mengundurkan diri atau membatalkan lulusannya dalam waktu singkat setelah menerima seleksi 📈. Maka dari itu, aku sarankan kepada temen-temen untuk selalu siap dan berdisiplin dalam proses Seleksi ini 🕒.

Tapi, aku juga percaya bahwa, jika dihitung dengan data yang benar, sekitar 60-70% calon pegawai yang lulus PPPK ini akan berhasil melamar pekerjaan yang mereka inginkan setelah menerima seleksi 📊.
 
Wow 🤩, benar-benar terbantuin nge-daftir ke PPPK 2026 ini! Tapi gampang banget dibilang penipuan, kan? 😂 Nah, kayaknya penting jadi paham cara caranya pihak Kemenham. Ketat banget juga ketentuan untuk lulus, tapi sepertinya semua punya kesempatan yang sama 💪. Tapi, wajib waspada sih! Jangan sampai terjebak penipuannya 🤑😒.
 
Gue pikir ini seperti permainan ratu dan raja, siapa yang paling baik pasti yang akan diterima. Tapi, apa yang terjadi kalau ada yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan kementerian? Mereka harus dihilangkan dari proses seleksi ini. Gue masih ragu-ragu tentang persyaratan penilaian ini, gue pikir lebih baik jika ada grade minimal untuk memastikan bahwa mereka yang benar-benar siap diterima. Dan apa kalau ada yang terkecewa karena tidak bisa mengikuti seleksi wawancara? Mereka harus berani menyerah dan mencoba lagi di tahun depan.
 
Gak bisa dipungkiri sih... seleksi ini makin sulit! 🤯 Tadi aku temenku bilang kalau nilai yang sama lagi apa artinya pelamar itu sama-sama bakal lulus? Kenapa gini harus ada faktor seperti usia tertua, manajerial, dan sosio-kultural? Apakah itu benar-benar penting? 🤔
 
kembali
Top