Gempa Bumi Bali, 10 Januari 2026: Kuta Selatan sebagai Pusat Perkasa Gempa
Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 16.34 WIB, gempa bumi mengguncang sebagian wilayah Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengkonfirmasi kejadian ini melalui media sosial.
Menurut informasi yang diterima dari BMKG, magnitudo gempa bumi tersebut adalah M4,5. Pusat gempa terdapat di laut 71 km barat daya Kuta Selatan dengan kedalaman 34 km. Gempa ini dirasakan pada skala MMI II-III di Kuta dan Jembrana.
Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PDB) melaporkan bahwa gempa bumi ini dapat merusak infrastruktur, seperti bangunan dan jalan. Oleh karena itu, masyarakat dipersilakan untuk berhati-hati saat bepergian di daerah-daerah yang terdampak gempa.
Gempa bumi dengan magnitudo paling besar yang melanda Bali terjadi pada 17 April 2025 dengan magnitudo mencapai 5,4. Episenter berjarak 303 kilometer arah tenggara Kuta Selatan, Kabupaten Badung, dengan intensitas yang dirasakan hingga ke Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 547 gempa bumi di Bali. Dari total jumlah itu, 10 gempa diantaranya dirasakan. Pusat Gempa Regional (PGR) III mencatat bahwa aktivitas kegempaan pada tahun 2025 sama dengan tahun 2024, didominasi gempa bumi berkekuatan magnitudo di bawah 3 dengan kedalaman dangkal hingga kurang dari atau sama dengan 60 kilometer.
Gempa bumi ini menegaskan kembali pentingnya masyarakat untuk selalu mengikuti peringatan dan instruksi dari pemerintah serta lembaga-lembaga penanganan gempa.
Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 16.34 WIB, gempa bumi mengguncang sebagian wilayah Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengkonfirmasi kejadian ini melalui media sosial.
Menurut informasi yang diterima dari BMKG, magnitudo gempa bumi tersebut adalah M4,5. Pusat gempa terdapat di laut 71 km barat daya Kuta Selatan dengan kedalaman 34 km. Gempa ini dirasakan pada skala MMI II-III di Kuta dan Jembrana.
Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PDB) melaporkan bahwa gempa bumi ini dapat merusak infrastruktur, seperti bangunan dan jalan. Oleh karena itu, masyarakat dipersilakan untuk berhati-hati saat bepergian di daerah-daerah yang terdampak gempa.
Gempa bumi dengan magnitudo paling besar yang melanda Bali terjadi pada 17 April 2025 dengan magnitudo mencapai 5,4. Episenter berjarak 303 kilometer arah tenggara Kuta Selatan, Kabupaten Badung, dengan intensitas yang dirasakan hingga ke Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 547 gempa bumi di Bali. Dari total jumlah itu, 10 gempa diantaranya dirasakan. Pusat Gempa Regional (PGR) III mencatat bahwa aktivitas kegempaan pada tahun 2025 sama dengan tahun 2024, didominasi gempa bumi berkekuatan magnitudo di bawah 3 dengan kedalaman dangkal hingga kurang dari atau sama dengan 60 kilometer.
Gempa bumi ini menegaskan kembali pentingnya masyarakat untuk selalu mengikuti peringatan dan instruksi dari pemerintah serta lembaga-lembaga penanganan gempa.