Pekalongan Tengah Terimalah Dampak Banjir, 90 Kepala Keluarga Diterdampi
Tanggul Pekalongan yang dibuat untuk mengendalikan genangan banjir semakin parah dan tergenang air.
Sudah dilaporkan oleh wali kota Pekalongan, bahwa ada beberapa titik di wilayah Tirto dan Kali Bremi menjadi salah satu titik yang paling parah terkena dampak banjir.
Kondisi yang berlangsung ini menyebabkan banjir semakin meluas dan mengancam kehidupan masyarakat Pekalongan.
Hingga saat ini, statusnya masih di bawah Tanggap Darurat Bencana Banjir.
Dampak banjir terasa sangat parah di beberapa daerah, seperti desa Pait yang jaraknya sangat dekat dengan sungai dan keadaan di lapangan sangat mengkhawatirkan.
Kondisi yang berlangsung ini menimbulkan dampak besar pada masyarakat Pekalongan.
Terutama pada umumnya karena beberapa fasilitas penting, seperti lampu dan infrastruktur lainnya masih terendam air sehingga kondisi semakin mengkhawatirkan.
Kondisi di lapangan yang berlangsung ini mengancam kehidupan masyarakat Pekalongan.
Dan untuk mendapatkan bantuan dan sumber daya untuk membantu warga terdampak, pemerintah daerah akan menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir.
Sementara itu, perjalanan kereta api dari beberapa keberangkatan di kota Pekalongan diumumkan dibatalkan dan dilanjutkan hingga kondisi benar-benar aman.
Perjalanan yang dibatalkannya antara lain KA Gajayana, KA Gajayana Tambahan, KA Purwojaya, KA Parahyangan, KA Kertajaya dan beberapa jenis kereta api lainnya.
Tanggul Pekalongan yang dibuat untuk mengendalikan genangan banjir semakin parah dan tergenang air.
Sudah dilaporkan oleh wali kota Pekalongan, bahwa ada beberapa titik di wilayah Tirto dan Kali Bremi menjadi salah satu titik yang paling parah terkena dampak banjir.
Kondisi yang berlangsung ini menyebabkan banjir semakin meluas dan mengancam kehidupan masyarakat Pekalongan.
Hingga saat ini, statusnya masih di bawah Tanggap Darurat Bencana Banjir.
Dampak banjir terasa sangat parah di beberapa daerah, seperti desa Pait yang jaraknya sangat dekat dengan sungai dan keadaan di lapangan sangat mengkhawatirkan.
Kondisi yang berlangsung ini menimbulkan dampak besar pada masyarakat Pekalongan.
Terutama pada umumnya karena beberapa fasilitas penting, seperti lampu dan infrastruktur lainnya masih terendam air sehingga kondisi semakin mengkhawatirkan.
Kondisi di lapangan yang berlangsung ini mengancam kehidupan masyarakat Pekalongan.
Dan untuk mendapatkan bantuan dan sumber daya untuk membantu warga terdampak, pemerintah daerah akan menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir.
Sementara itu, perjalanan kereta api dari beberapa keberangkatan di kota Pekalongan diumumkan dibatalkan dan dilanjutkan hingga kondisi benar-benar aman.
Perjalanan yang dibatalkannya antara lain KA Gajayana, KA Gajayana Tambahan, KA Purwojaya, KA Parahyangan, KA Kertajaya dan beberapa jenis kereta api lainnya.