Orang tua yang berasal dari Jakarta Timur, berbagi pengalaman menghadapi trauma kecil seorang anaknya. Anaknya bernama C disebut tak berhenti menangis hingga ketakutan setelah mengalami pelecehan oleh teman satu sekolahnya di salah satu SMP di Jakarta Timur.
Ibu C, yang berinisial H menyatakan, putrinya itu merasa tak berdaya dan tidak tahu bagaimana cara mengatasi trauma tersebut. Ibu ini telah mencoba untuk mendukung anaknya dan memberikan dukungan psikologis. Namun, hingga saat ini, kondisi psikologis C masih belum pulih.
Ibu H juga menyebutkan bahwa anaknya itu tidak berani kembali ke sekolah karena takut akan terjadinya pelecehan lagi. Ibu ini merasa heran dengan sanksi yang diberikan oleh pihak sekolah kepada terduga pelaku, yaitu skors selama dua hari.
Ibu H menyatakan bahwa dia ingin melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan berencana untuk melakukan pertemuan dengan keluarga pelaku. Dia juga mengharapkan agar terduga pelaku mendapatkan sanksi yang lebih serius karena telah melakukan tindakan yang sangat tidak pantas.
Mereka, sebagai orang tua, ingin melatih anak-anak kita untuk selalu berhati-hati dan tidak takut untuk berbicara ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman.
Ibu C, yang berinisial H menyatakan, putrinya itu merasa tak berdaya dan tidak tahu bagaimana cara mengatasi trauma tersebut. Ibu ini telah mencoba untuk mendukung anaknya dan memberikan dukungan psikologis. Namun, hingga saat ini, kondisi psikologis C masih belum pulih.
Ibu H juga menyebutkan bahwa anaknya itu tidak berani kembali ke sekolah karena takut akan terjadinya pelecehan lagi. Ibu ini merasa heran dengan sanksi yang diberikan oleh pihak sekolah kepada terduga pelaku, yaitu skors selama dua hari.
Ibu H menyatakan bahwa dia ingin melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan berencana untuk melakukan pertemuan dengan keluarga pelaku. Dia juga mengharapkan agar terduga pelaku mendapatkan sanksi yang lebih serius karena telah melakukan tindakan yang sangat tidak pantas.
Mereka, sebagai orang tua, ingin melatih anak-anak kita untuk selalu berhati-hati dan tidak takut untuk berbicara ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman.