Influencer Sebut Anak Alami Trauma Usai Dilecehkan di SMP Jaktim

Orang tua yang berasal dari Jakarta Timur, berbagi pengalaman menghadapi trauma kecil seorang anaknya. Anaknya bernama C disebut tak berhenti menangis hingga ketakutan setelah mengalami pelecehan oleh teman satu sekolahnya di salah satu SMP di Jakarta Timur.

Ibu C, yang berinisial H menyatakan, putrinya itu merasa tak berdaya dan tidak tahu bagaimana cara mengatasi trauma tersebut. Ibu ini telah mencoba untuk mendukung anaknya dan memberikan dukungan psikologis. Namun, hingga saat ini, kondisi psikologis C masih belum pulih.

Ibu H juga menyebutkan bahwa anaknya itu tidak berani kembali ke sekolah karena takut akan terjadinya pelecehan lagi. Ibu ini merasa heran dengan sanksi yang diberikan oleh pihak sekolah kepada terduga pelaku, yaitu skors selama dua hari.

Ibu H menyatakan bahwa dia ingin melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan berencana untuk melakukan pertemuan dengan keluarga pelaku. Dia juga mengharapkan agar terduga pelaku mendapatkan sanksi yang lebih serius karena telah melakukan tindakan yang sangat tidak pantas.

Mereka, sebagai orang tua, ingin melatih anak-anak kita untuk selalu berhati-hati dan tidak takut untuk berbicara ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman.
 
Maksudnya siapa tau si anak itu bisa mengerti apa itu trauma ya? 2 hari skors itu nggak pas banget, kalau mau seriusin dulu harus sanksiin lebih serius nih, seperti hukuman penjara aja πŸ€¦β€β™‚οΈ. Ibu H ini gak perlu melaporkan ke polisi lagi, pihak sekolah udah nggabungin dengan pengadilan, ya? Dan siapa tahu anaknya itu bisa pulang ke sekolah nanti kalau temannya itu tidak pernah menghakimi dia.
 
Oh iya, aku bilang kalau skors dua hari itu belum cukup ganjil, kayaknya harus lebih serius lagi, ya? Aku tahu anak-anak di sekolah sekarang lebih berat hati karena banyak hal seperti ini, dan kita harus lebih peduli dengan mereka. Aku ingat kalau aku kecil, aku tidak pernah merasa takut untuk berbicara di depan banyak orang, tapi sekarang aku bisa bayangkan bagaimana itu rasanya jika aku menjadi anak-anak sekolah sekarang...
 
Gue rasa kayaknya sekolah harus berubah caranya menghadapi kasus seperti ini. Skors 2 hari bikin anak C merasa terkecuali dan bingung, apa sanksi yang diharapkan lagi? Gue pikir biar lebih baik sekolah itu memberikan edukasi tentang pentingnya kesabaran dan tidak boleh melakukan pelecehan pada anak-anak. Lalu, gue rasa juga perlu ada tim psikologi yang siap membantu anak-anak yang mengalami trauma seperti ini.
 
Maaf kalo aku bilang sini ya... Sanksi skors 2 hari untuk pelecehan itu cuma terlalu ringan, bikin aku penasaran siapa yang akan bertanggung jawab atas kondisi psikologis anak itu setelah 2 hari? Tapi apa pun yang terjadi, aku senang buat lihat orang tua anak yang mengalami trauma tersebut mau berani melaporkan kejadian ini ke polisi dan ingin memastikan agar pelaku mendapatkan sanksi yang lebih serius. Aku harap sekolah-sekolah di Jakarta Timur bisa belajar dari kasus ini dan memberikan dukungan psikologis yang lebih baik untuk anak-anak mereka... πŸ€•
 
Bisa dipercaya kalau sekolah-sekolah itu punya sistem pelatihan untuk guru-guru yang sibuk, tapi lupa kebersamaan dengan anak-anak muridnya... tapi gini, anak kecil C ini pasti butuh lebih banyak dari 2 hari skors aja. Mending tolong mereka mengerti betapa serius pelecehan itu dan berikan penjelasan yang jelas, apa kira-kira bagaimana sanksi yang tepat. Dan siapa tahu, mungkin ada sesuatu yang tidak diatain oleh orang tua ini...
 
Kalau sanksi skors aja 2 hari kayak gini? Kenapa sih pelecehan itu jadi cuma sekedar peninggalan cerita di sekolah? Gak ada konsekuensi yang lebih serius lagi. Mungkin kalau pelaku itu ada kasus kejahatan seumur hidup, bisa dipikirkan juga untuk anaknya atau keluarganya.
 
Saya pikir skors 2 hari itu kurang, gimana kalau mereka harus pulang ke rumah dan jangan bisa masuk sekolah lagi? Itu akan lebih berdampak, ya... Saya juga rasa perlu ada pelatihan untuk guru-guru yang harus mengajarkan anak-anak tentang tidak boleh melakukan pelecehan. Mereka bisa memberikan contoh baik bagaimana cara menghadapi situasi itu dengan bijak...
 
Aku pikir skors 2 hari itu kayaknya kurang sekali untuk kasus ini πŸ€•. Trauma kecil itu bisa bikin anak-anak kita serius-serius, gini... 🀯

Mungkin sekolah harus mempertimbangkan membuat program pendidikan keselamatan dan keteladanan yang lebih baik lagi untuk anak-anak mereka. Mereka harus belajar cara menghadapi situasi yang tidak nyaman dan berani bicara dengan orang lain πŸ’¬.

Aku juga rasa keluarga pelaku tidak diawasi cukup baik... πŸ˜• Mereka harus mempertimbangkan untuk melakukan pendidikan kesadaran tentang kesetaraan gender dan hak-hak anak-anak. Semoga anak-anak kita bisa tumbuh dengan hati yang lebih lembut dan berani 🌈.
 
Pelecehan di sekolah itu serius banget, kayaknya harus ada sanksi yang lebih serius dari sekadar skors 2 hari... anak-anak kita harus dilindungi dengan baik, dan orang tua harus bisa melatih mereka untuk berani bicara apabila ada masalah. Sanksi yang diberikan oleh sekolah itu tidak cukup, karena itu akan membuat anak-anak merasa bahwa pelaku pelecehan tidak akan mendapatkan hukuman yang tepat...
 
Aku rasa itu sangat menyesal banget, kan? Si C itu masih tak bisa pulih dari trauma yang dialaminya πŸ€•. Skors selama dua hari gak apa-apa sama sekali, kayaknya anaknya punya hak untuk mendapatkan sanksi yang lebih serius dari terduga pelaku tersebut 😑. Aku juga paham kalau orang tua C ini ingin melatih anak-anak kita untuk berhati-hati dan tidak takut bicara, tapi apa yang bisa dilakukan si sekolah dan pihak kepolisian untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi? πŸ€”. Aku harap si C bisa pulih dari trauma tersebut dan bisa kembali ke sekolah dengan aman πŸ’•.
 
πŸ˜” Sedang ngerasa kesal banget sama hal ini... kenapa sekolahnya cuma skors 2 hari aja? 🀯 Di masa lalu, kalau anak-anaknya sekolah sedang mengalami trauma seperti itu, kita akan langsung melaporkan ke polisi dan dihadapkan tuntutan hukum yang lebih serius. πŸš” Sekarang, semua hanya tentang "dukaungan" psikologis dan skors 2 hari... πŸ˜“ Tapi aku senang sekali kalau orang tua seperti ibu H ini mau melaporkan kejadian ini ke polisi dan berharap sanksi yang lebih serius untuk terduga pelaku. πŸ™ Aku harap bisa membantu mengubah norma-norma ini... kita harus lebih berhati-hati dan kuat terhadap anak-anak kita! πŸ’ͺ
 
Hmm, gini deh... skors 2 hari itu kayak banget ya... aku pikir kalau sudah seperti itu, pelaku harus dihukum lebih serius aja. Padahal trauma ini masih belum pulih sama sekali padai anaknya. Dan kayaknya sekolahnya tidak berani mengambil tindakan yang lebih serius lagi. Itu karena takut terkena ganti rugi sih... tapi apa kalau sekolahnya mau mengambil tanggung jawab dan membuat anak-anak merasa aman?
 
Saya setuju bahwa pelecehan kecil terhadap anak-anak di sekolah itu sangat parah & tidak boleh dibiarkan πŸ˜”. Sanksi skors selama dua hari mungkin kurang serius untuk kasus ini, bukan? πŸ€” Mungkin perlu ada sanksi yang lebih berat untuk pelaku & keluarga mereka, misalnya penanganan oleh pihak kepolisian atau bahkan pengadilan. Saya juga setuju bahwa orang tua harus melatih anak-anak kita untuk selalu berhati-hati & tidak takut untuk berbicara ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman, tapi saya ingin perlu ada langkah-langkah tambahan untuk mencegah kasus seperti ini terjadi lagi di masa depan πŸ™.
 
Sekarang ini trauma psikologis anak-anaknya semakin besar banget πŸ€•. Pihak sekolah harus lebih teliti dalam memberikan sanksi, skors 2 hari itu terlalu ringan ya πŸ™„. Mereka harus lebih berani untuk menghukum pelaku yang telah melakukan pelecehan seperti itu, biar anak-anak kita tidak takut lagi πŸ’ͺ. Ibu H ini benar-benar perlu dukungan dari pihak sekolah dan kepolisian, jangan biarkan trauma anaknya semakin besar πŸ€—.
 
Wah, ini makin serius banget! Skors dua hari bukanlah sanksi yang cukup bagitu, apa lagi kalau anak itu masih belum pulih dari trauma itu πŸ˜•. Pihak sekolah harus lebih berhati-hati dan mendukung anak-anak yang mengalami hal seperti ini. Mereka harus melatih untuk memahami kondisi anak-anak dan memberikan bantuan yang tepat 🀝.

Saya pikir orang tua C benar-benar ingin melindungi anaknya, tapi pihak sekolah harus lebih proaktif dalam mengatasi masalah ini. Mereka harus melakukan pelatihan untuk guru-guru dan staf sekolah tentang bagaimana menghadapi kasus seperti ini πŸ“š.

Dan sayangnya, saya pikir ini masih banyak yang belum dilakukan oleh masyarakat untuk membantu anak-anak yang mengalami trauma πŸ’”. Kita harus lebih peduli dan bermartabat dalam memberikan dukungan kepada mereka 😊.
 
Trauma kecil itu gampang-gantung, tapi buat anaknya pasti nggak bisa sembarangan aja. Skors dua hari itu sanksi yang agak ringan, kan? Apa lagi kalau pelaku itu berasal dari keluarga berpengaruh atau ada koneksi dengan pihak sekolah... aku rasa itu akan makin menambah kesulitan bagi orang tua ini untuk membuat anaknya merasa aman.
 
Kenapa gini lagi? Sanksi yang diberikan sekolah itu cuma 2 hari aja? Sama-sama, tapi trauma anaknya yang tahu apa lagi? Mau tidak mau kayaknya harus ada sanksi yang lebih serius dari sekolah. Dan bagaimana kalau anaknya tidak bisa kembali ke sekolah nanti? Itu juga salah! Kalau kita ingin melatih anak-anak untuk berhati-hati, maka kita harus memberikan contoh yang baik sendiri. Mungkin sekolah harus membuat program antisipasi dan pelatihan untuk menghadapi kasus-kasus seperti ini.
 
kembali
Top