Indonesia Siap Muncul Sebagai Pemain Utama di WEF 2026
Kementerian Investasi dan Hilirisasi (Kemeninvest) bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Danantara Indonesia, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) siap menghadirkan Indonesia sebagai pemain utama di Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026. Tahun ini, WEF mengusung tema "A Spirit of Dialogue", yang mencerminkan semangat dialog konstruktif antara negara-negara dan berbagai pihak.
Indonesia telah memilih untuk menjadi anggota dari WEF sejak tahun 2000, namun partisipasi Indonesia di WEF ini bukan hanya sekedar langkah ad-hoc. Melainkan, itu merupakan hasil konsistensi diplomasi ekonomi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Kehadiran Indonesia di WEF 2026 bertujuan untuk memperkuat promosi investasi nasional dan menegaskan peran Indonesia sebagai mitra dialog strategis di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dalam berbagai perhelatan WEF sebelumnya, Indonesia secara aktif memanfaatkan forum global ini untuk menyampaikan agenda reformasi struktural, peluang investasi strategis, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani menekankan bahwa WEF 2026 menjadi momentum yang sangat baik untuk Indonesia, untuk menyampaikan narasi nasional serta rencana-rencana ke depan Indonesia kepada masyarakat global. "WEF ini tentunya menjadi momentum yang sangat baik untuk Indonesia, untuk menyampaikan narasi nasional serta rencana-rencana ke depan Indonesia kepada masyarakat global," katanya.
Indonesia memposisikan diri sebagai mitra dialog yang konstruktif, inklusif, dan solutif, dengan menawarkan stabilitas ekonomi, kepastian kebijakan, serta peluang investasi jangka panjang yang kompetitif. Pada WEF 2026 ini, Indonesia akan kembali menghadirkan pendekatan "Indonesia Incorporated" melalui sinergi pemerintah, pengelola aset negara, dan dunia usaha.
Selain itu, Indonesia juga akan menampilkan Indonesia Pavilion dengan tema "Indonesia Endless Horizons", yang melibatkan Kemeninvest, Danantara Indonesia, dan Kadin Indonesia. Pameran ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menyampaikan narasi terpadu mengenai arah pembangunan dan promosi investasi nasional.
Di samping itu, Indonesia Night juga akan diselenggarakan, menjadi ruang diplomasi ekonomi yang strategis untuk memperkuat hubungan dengan pemimpin dunia, investor global, dan pelaku usaha internasional secara informal. Melalui musik, tari, dan pameran budaya, Indonesia Night menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya destinasi investasi yang kompetitif, tetapi juga negara dengan kekayaan budaya yang kuat, serta mitra global yang terbuka untuk kolaborasi berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan ekonomi hijau.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi (Kemeninvest) bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Danantara Indonesia, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) siap menghadirkan Indonesia sebagai pemain utama di Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026. Tahun ini, WEF mengusung tema "A Spirit of Dialogue", yang mencerminkan semangat dialog konstruktif antara negara-negara dan berbagai pihak.
Indonesia telah memilih untuk menjadi anggota dari WEF sejak tahun 2000, namun partisipasi Indonesia di WEF ini bukan hanya sekedar langkah ad-hoc. Melainkan, itu merupakan hasil konsistensi diplomasi ekonomi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Kehadiran Indonesia di WEF 2026 bertujuan untuk memperkuat promosi investasi nasional dan menegaskan peran Indonesia sebagai mitra dialog strategis di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dalam berbagai perhelatan WEF sebelumnya, Indonesia secara aktif memanfaatkan forum global ini untuk menyampaikan agenda reformasi struktural, peluang investasi strategis, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani menekankan bahwa WEF 2026 menjadi momentum yang sangat baik untuk Indonesia, untuk menyampaikan narasi nasional serta rencana-rencana ke depan Indonesia kepada masyarakat global. "WEF ini tentunya menjadi momentum yang sangat baik untuk Indonesia, untuk menyampaikan narasi nasional serta rencana-rencana ke depan Indonesia kepada masyarakat global," katanya.
Indonesia memposisikan diri sebagai mitra dialog yang konstruktif, inklusif, dan solutif, dengan menawarkan stabilitas ekonomi, kepastian kebijakan, serta peluang investasi jangka panjang yang kompetitif. Pada WEF 2026 ini, Indonesia akan kembali menghadirkan pendekatan "Indonesia Incorporated" melalui sinergi pemerintah, pengelola aset negara, dan dunia usaha.
Selain itu, Indonesia juga akan menampilkan Indonesia Pavilion dengan tema "Indonesia Endless Horizons", yang melibatkan Kemeninvest, Danantara Indonesia, dan Kadin Indonesia. Pameran ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menyampaikan narasi terpadu mengenai arah pembangunan dan promosi investasi nasional.
Di samping itu, Indonesia Night juga akan diselenggarakan, menjadi ruang diplomasi ekonomi yang strategis untuk memperkuat hubungan dengan pemimpin dunia, investor global, dan pelaku usaha internasional secara informal. Melalui musik, tari, dan pameran budaya, Indonesia Night menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya destinasi investasi yang kompetitif, tetapi juga negara dengan kekayaan budaya yang kuat, serta mitra global yang terbuka untuk kolaborasi berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan ekonomi hijau.