Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan bahwa Indonesia akan memimpin Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB untuk periode tahun 2026. Hal ini mengejutkan banyak orang karena Kementerian HAM baru diperesmikan beberapa bulan lalu.
Natalius Pigai mengatakan bahwa Indonesia memilih untuk memimpin lembaga multilateral dunia ini karena telah menjadi negara yang berpengalaman dalam bidang hukum internasional. "Hari ini kita rebut Presiden Dewan HAM PBB, karena kementerian HAM. Ini baru 80 tahun Indonesia merdeka, Indonesia memimpin pertama kali lembaga multilateral dunia," kata Pigai.
Pigai juga menyatakan bahwa penanganan konflik di Venezuela akan melibatkan putra bangsa Indonesia jika jabatan Presiden Dewan HAM PBB dipimpin oleh orang asli negara tersebut. "Besok yang Venezuela nanti dia yang ini. Putra Indonesia yang akan menangani Venezuela," tutup Pigai.
Namun, perlu diingat bahwa kelompok Asia-Pasifik memajukan Indonesia sebagai calon tunggal Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026.
Natalius Pigai mengatakan bahwa Indonesia memilih untuk memimpin lembaga multilateral dunia ini karena telah menjadi negara yang berpengalaman dalam bidang hukum internasional. "Hari ini kita rebut Presiden Dewan HAM PBB, karena kementerian HAM. Ini baru 80 tahun Indonesia merdeka, Indonesia memimpin pertama kali lembaga multilateral dunia," kata Pigai.
Pigai juga menyatakan bahwa penanganan konflik di Venezuela akan melibatkan putra bangsa Indonesia jika jabatan Presiden Dewan HAM PBB dipimpin oleh orang asli negara tersebut. "Besok yang Venezuela nanti dia yang ini. Putra Indonesia yang akan menangani Venezuela," tutup Pigai.
Namun, perlu diingat bahwa kelompok Asia-Pasifik memajukan Indonesia sebagai calon tunggal Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026.