Indonesia Gabung Dewan Perdamaian, DPR Ingatkan Empat Risiko

Aku paham kenapa Indonesia nggak mau bergabung dengn deewan perdamaian Gaza. Aku pikir penting banget buat Indonesia fokus pada masalah di dalam negeri dulu, seperti kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Lalu kita bisa bantu kasus-kasus lain di luar negeri. Kita juga harus ngetren dengan kemajuan teknologi di negara-negara lain, agar Indonesia jadi lebih kompetitif.

Aku juga khawatir kalau kalau kita mau bergabung dengn dewan perdamaian Gaza, itu akan membuat kita terlihat lemah. Kita harus menunjukkan bahwa Indonesia tetap kuat dan berdaya di tengah-tengah kasus-kasus global. Aku rasa penting banget buat Indonesia memperkuat ekonomi dan infrastruktur kita sebelum kita mau bantu orang lain.
 
Gue pikir kalau TNI purna tb hasanuddin jadi bagian dari dewan perdamaian gaza itu adalah sesuatu yang bagus sekali 🤝. Mereka punya pengalaman lama dalam menghadapi situasi konflik, dan mungkin bisa membantu menemukan solusi yang lebih baik untuk masalah gaza.

Tapi, gue juga penasaran apa risiko strategis itu aja? Gue harap mereka bisa melaporkan risiko itu dengan detail, sehingga kita bisa paham apa yang harus dilakukan. Mungkin mereka bisa membantu menghindari kekhilangan hidup atau cedera para sipil di gaza?

Gue juga berharap bahwa TNI purna tb hasanuddin bisa bekerja sama dengan negara lain, termasuk internasional, untuk menemukan solusi yang lebih baik. Mungkin mereka bisa membantu meningkatkan kesadaran tentang konflik di gaza, dan bagaimana kita bisa membantu mengatasi masalah itu.

Tapi, apa yang paling penting adalah para anggota TNI purna tb hasanuddin harus aman dan tidak terancam. Mereka sudah berpengalaman lama, dan mereka seharusnya mendapatkan perlindungan yang lebih baik. 😊
 
Wah kalah banget sih. TNI Purna TB Hasanuddin mau bergabung dengen Dewan Perdamaian Gaza, tapi apa aja yang dihasilkan? Konflik abang abang. Nih, 4 risiko strategis Indonesia yang harus diwaspadai:

1. Kena terlibat dengen konflik lainnya. Indonesia harus fokus bikin ekonomi kita sendiri, nggak perlu jadi pasangan kedua sih.
2. Jika bergabung, kira-kira berapa biaya yang akan dihabiskan? Kita harus ngerasa apa aja yang dihasilkan dari kerja sama itu, biar jangan sia-sia.
3. Konflik di Gaza masih banyak yang tidak tertangani, seperti kasus pelarian anak-anak dan perempuan. Indonesia harus lebih berhati-hati dengen keseimbangan kepentingan sih.
4. Jika kita bergabung, bagaimana caranya kita bisa melindungi kedaulatan kita sendiri? Kita harus ngerasa apa aja yang diharapkan dari kerja sama itu, biar tidak jadi main mundur.
 
Aku pikir keren sekali TNI Purna TB Hasanuddin ikut bergabung dengen dewan perdamaian Gaza, tapi aku juga penasaran kenapa pemerintah jadi pilihannya ya? Aku tahu mereka terus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan, tapi aku rasa ada risiko banget kalau Indonesia ikut campur dengen konflik tersebut. Misalnya, kalau serangan dari Israel aja, kita nggak siap banget. Aku khawatir kalau ini jadi contoh bagi negara lain, kalau Indonesia terlalu banyak mengkhawatirkan masalah lain ya? Tapi aku juga paham, kalau TNI Purna TB Hasanuddin bisa berperan dalam mendukung perdamaian dan keamanan di Gaza, itu benar-benar bisa membantu. Aku hanya harap pemerintah jadi lebih teliti dengen risiko yang ada ya 😊
 
kembali
Top