
Masih banyak yang nggak paham apa arti dari pernyataan TNI Purna TB Hasanuddin kalau Indonesia mau bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza. Yang jelas, pernyataan ini bukanlah niatan untuk menyerang siapa pun, tapi sebaliknya ingin menjaga perdamaian di Gaza.
Aku pikir risiko pertama yang harus dipertimbangkan adalah dampak psikologis bagi para pejuang dan warga sipil Gaza. Apabila Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, tentu akan ada dampak psikologis yang signifikan bagi mereka. Mereka mungkin merasa bahwa mereka sedang didukung oleh negara lain, sehingga kehilangan semangat untuk terus berjuang.
Risiko kedua adalah dampak ekonomi. Jika Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, tentu akan ada dampak ekonomi yang besar bagi kita sendiri. Kita harus mempertimbangkan apakah keuntungan dari bergabungnya lebih besar daripada kerugian.
Risiko ketiga adalah dampak politik. Jika Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, tentu akan ada risiko politis yang besar bagi kita sendiri. Kita harus mempertimbangkan apakah keuntungan dari bergabungnya lebih besar daripada risiko yang akan dihadapi.
Risiko keempat adalah dampak untuk hubungan dengan negara-negara lain. Jika Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, tentu akan ada dampak bagi hubungan kita dengan negara-negara lain, terutama negara-negara yang mendukung Israel.
Aku pikir penting untuk mempertimbangkan semua risiko tersebut sebelum membuat keputusan apakah Indonesia harus bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza.