Presiden Trump punya pilihan jelas untuk memimpin bank sentral AS, yang menurut presiden tersebut adalah Kevin Warsh. Kekuasaan ini diperoleh setelah Jerome Powell kalah dalam pemilu untuk tetap memimpin The Fed.
Pada awalnya, pernyataan Trump mengindikasikan ia ingin bebas dari intervensi The Fed terhadap pasar keuangan, tapi kemudian ia punya kebijaksanaan yang berbeda. Menurut presiden tersebut, Warsh akan dikenal sebagai salah satu ketua The Fed yang HEBAT dan mungkin punya kemampuan terbaik untuk memimpin bank sentral.
Warsh sendiri merupakan sosok yang sarat dengan konteks politik dan jejaring elite. Ia menetapkan tujuan besar untuk mengurangi neraca The Fed, di mana sekarang jauh lebih besar dibandingkan masa lalu. Menurut Warsh, neraca tersebut dapat dipotong agar tidak lagi distorsi sistem keuangan.
Namun, perubahan yang signifikan itu tidak mudah direalisasikan. Para analis berpendapat bahwa ruang pemangkasan neraca The Fed relatif sangat terbatas dan terdorong oleh ketergantungan sistem keuangan AS terhadap likuiditas besar.
Selain itu, Warsh juga harus menghadapi dinamika internal The Fed. Ia diharapkan dapat membangun kepercayaan dengan para pembuat kebijakan lainnya agar perubahan yang signifikan dalam neraca tidak menyebabkan gejolak pasar.
Keberhasilan Warsh sebagai ketua The Fed sangat bergantung pada kemampuannya membangun kepercayaan dan konsensus di antara para pembuat kebijakan. Menurut Raphael Bostic, seorang pejabat The Fed Atlanta, mengarahkan kebijakan moneter bukan hanya soal posisi tetapi juga soal relasi dan legitimasi internal.
Dalam keseluruhan, Warsh tidak dapat menghindari peran sebagai sosok yang sarat dengan konteks politik dan jejaring elite. Ia harus bersikap pragmatis dan menghindari langkah-langkah mendadak agar mendorong kepercayaan di antara para pembuat kebijakan The Fed serta Departemen Keuangan.
Pada awalnya, pernyataan Trump mengindikasikan ia ingin bebas dari intervensi The Fed terhadap pasar keuangan, tapi kemudian ia punya kebijaksanaan yang berbeda. Menurut presiden tersebut, Warsh akan dikenal sebagai salah satu ketua The Fed yang HEBAT dan mungkin punya kemampuan terbaik untuk memimpin bank sentral.
Warsh sendiri merupakan sosok yang sarat dengan konteks politik dan jejaring elite. Ia menetapkan tujuan besar untuk mengurangi neraca The Fed, di mana sekarang jauh lebih besar dibandingkan masa lalu. Menurut Warsh, neraca tersebut dapat dipotong agar tidak lagi distorsi sistem keuangan.
Namun, perubahan yang signifikan itu tidak mudah direalisasikan. Para analis berpendapat bahwa ruang pemangkasan neraca The Fed relatif sangat terbatas dan terdorong oleh ketergantungan sistem keuangan AS terhadap likuiditas besar.
Selain itu, Warsh juga harus menghadapi dinamika internal The Fed. Ia diharapkan dapat membangun kepercayaan dengan para pembuat kebijakan lainnya agar perubahan yang signifikan dalam neraca tidak menyebabkan gejolak pasar.
Keberhasilan Warsh sebagai ketua The Fed sangat bergantung pada kemampuannya membangun kepercayaan dan konsensus di antara para pembuat kebijakan. Menurut Raphael Bostic, seorang pejabat The Fed Atlanta, mengarahkan kebijakan moneter bukan hanya soal posisi tetapi juga soal relasi dan legitimasi internal.
Dalam keseluruhan, Warsh tidak dapat menghindari peran sebagai sosok yang sarat dengan konteks politik dan jejaring elite. Ia harus bersikap pragmatis dan menghindari langkah-langkah mendadak agar mendorong kepercayaan di antara para pembuat kebijakan The Fed serta Departemen Keuangan.