Indonesia Mencatat Kekurangan Dalam Menangani Korupsi, Turun Posisi di CPI
Tahun lalu, skor Indonesia dalam menangani korupsi masih lebih baik. Namun, tahun ini skor tersebut justru turun tiga poin sehingga menjadi peringkat 109 dari 180 negara. Hal ini mengejutkan para ahli karena penambahan sumber data yang baru tidak menandakan perubahan signifikan dalam upaya pemberantasan korupsi.
Skor Indonesia di tahun-tahun sebelumnya sudah cukup rendah, yaitu 99. Namun, hal ini masih lebih baik dibandingkan posisinya di tahun ini. Skor CPI yang diterima juga menurut penilaian dari berbagai sumber dan instrumen seperti Varieties of Democracy dan Rule of Law Index.
Turunnya skor tersebut di Indonesia bukanlah hanya karena upaya pemberantasan korupsi yang lebih baik, tetapi juga karena penambahan data baru. Penyusun indeks juga mengakui bahwa penambahan sumber ini tidak menandakan perubahan signifikan dalam upaya pemberantasan korupsi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Nepal mengalami gejolak politik dan demonstrasi besar yang dipicu praktik korupsi di sektor publik. Oleh karena itu, posisinya sebagai negara dengan skor serupa dengan Laos di kawasan ASEAN justru mengejutkan.
Berdasarkan skor tersebut, pemerintah Indonesia harus meningkatkan upaya dalam menangani korupsi. Hal ini akan membantu meningkatkan kepercayaan publik dan menanggulangi masalah yang ada di sektor publik.
Indeks Persepsi Korupsi sangat penting sebagai penanda untuk mengukur sejauh mana upaya pemberantasan korupsi berlangsung dan arahnya. Oleh karena itu, pemerintah harus menggunakan indeks tersebut sebagai salah satu alat dalam menangani korupsi di Indonesia.
Tahun lalu, skor Indonesia dalam menangani korupsi masih lebih baik. Namun, tahun ini skor tersebut justru turun tiga poin sehingga menjadi peringkat 109 dari 180 negara. Hal ini mengejutkan para ahli karena penambahan sumber data yang baru tidak menandakan perubahan signifikan dalam upaya pemberantasan korupsi.
Skor Indonesia di tahun-tahun sebelumnya sudah cukup rendah, yaitu 99. Namun, hal ini masih lebih baik dibandingkan posisinya di tahun ini. Skor CPI yang diterima juga menurut penilaian dari berbagai sumber dan instrumen seperti Varieties of Democracy dan Rule of Law Index.
Turunnya skor tersebut di Indonesia bukanlah hanya karena upaya pemberantasan korupsi yang lebih baik, tetapi juga karena penambahan data baru. Penyusun indeks juga mengakui bahwa penambahan sumber ini tidak menandakan perubahan signifikan dalam upaya pemberantasan korupsi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Nepal mengalami gejolak politik dan demonstrasi besar yang dipicu praktik korupsi di sektor publik. Oleh karena itu, posisinya sebagai negara dengan skor serupa dengan Laos di kawasan ASEAN justru mengejutkan.
Berdasarkan skor tersebut, pemerintah Indonesia harus meningkatkan upaya dalam menangani korupsi. Hal ini akan membantu meningkatkan kepercayaan publik dan menanggulangi masalah yang ada di sektor publik.
Indeks Persepsi Korupsi sangat penting sebagai penanda untuk mengukur sejauh mana upaya pemberantasan korupsi berlangsung dan arahnya. Oleh karena itu, pemerintah harus menggunakan indeks tersebut sebagai salah satu alat dalam menangani korupsi di Indonesia.